The Tale Of Abandoned Dragon

The Tale Of Abandoned Dragon
Bab 50 - Dimensi ke Alam Lain


__ADS_3

...快樂閱讀~~...


...Happy Reading's~~...


...Selamat Membaca~~...


...........


..........


.........


Kedalaman hutan yang berada di lembah ilahi, gerbang para makhluk tak terlihat sedang bertapa. Sebuah portal dimensi mengangkat raga Wei Heng dan Jie Ru ke lokasi yang masih di perbincangkan. Sambutan hangat dari uraian daun dan semak bunga yang mengitari perjalanan menuju ke kediaman pemiliknya.



“Wei kita ada dimana?” tanya Jie Ru.


“Saya juga tidak tahu ini ada dimana, tapi pastinya kita sudah berada dialam lain,” cetus Wei Heng mengikuti lantunan pokok kayu yang membawa jalan.


“kemana Da Ge dan Shi Xiong? Kenapa kau juga bisa ada disini?”


“Saya juga tidak tahu, setelah kamu menghilang, yang ada saya ikut memaki dengan kasar dan akhirnya saya juga terlempar ke sini,” imbuh Jie Ru.


Sebuah Gerbang pohon bersemayam di pusat hutan, seperti disinilah para ketua makhluk suci bertempat tinggal, mengatur dan mengarahkan penghuni hutan untuk saling berkoordinasi. Sinar biru membukakan pintu tersebut dengan sendirinya.



“Masuklah,” arahan berupa perintah agung dari dalam pintu, masih belum diketahui siapa yang memberikan titah seperti penguasa tinggi.


Kedua pemuda itu tidak menghiraukan siapa dalang yang membuat mereka hingga jatuh ke portal dimensi lain. dengan gaya arogan, Mereka tetap melangkah masuk setelah mendapatkan izin.


Sebuah medan ruang yang sangat luas dan besar, yang ternyata tak lain adalah sebuah hutan cahaya bintang yang menjadi perbedaan alam dan cuaca dengan kondisi diluar pintu meski bersamaan kawasan hutan.



Jika diluar pintu disebut Hutan Flora Abadi yang selalu akan diterangi dengan cahaya matahari, maka didalam bilik pintu disebut Hutan Cahaya Bintang yang akan selalu diterangi oleh sinar rembulan dan bintang.


“Masuklah, apa kalian hanya akan berdiri di ujung pintu?” instruksi suara itu kembali.


Pertemuan sekian lama akan bertemu kembali, Dewa hutan yang tidak mengira jika Yin Long menerima hukuman fana, hanya terpaku menatapnya.


Sejak dari tadi, Dewa hutan Senlin Zhi Shen yang mengintai dibalik cahaya penembus ruang, mencurigai jika Wei Heng adalah seorang manusia setengah dewa, tapi masih tak ia yakini jika tidak bertemu langsung dengan dirinya, sebab perubahan drastis fisik Wei Heng yang mengubah corak rambutnya begitu kental.


Senlin Zhi Shen\= dewa hutan, penjaga hutan, pengatur kawanan lembah


“Yin-yin,”


“Saya Wei Heng, salam hormat Shen Xian,” potong Wei Heng yang tak ingin Dewa Hutan membuka kedoknya.


Shen Xian\= panggilan hormat untuk seorang dewa agung/ rahmat tuhan.


“Shen Xian?” tanya Jie Ru.


“Hahaha, Kau membawa seorang teman?” sanggah kakek dewa yang menyerupai sosok Dewa Gunung.



“Saya Jie Ru memberi hormat kepada Shen Xian,” hormat Jie Ru membungkukan badannya.


Sosok pemuda yang masih terdiam, memberi isyarat untuk tidak mengungkapkan siapa identitasnya yang sebenarnya, melalui kontak batin yang ia salurkan kepada Dewa Hutan.


Senlin… jangan memberitahukan kepada Jie Ru jika Saya adalah Dewa Surga, rahasiakan semuanya.

__ADS_1


Perihal apa yang terjadi? Mengapa kamu bisa ada di dunia fana?


Akan saya jelaskan nantinya, tapi tolong sembunyi kan semua identitasku. Di dunia ini saya bertindak sebagai seorang Wei Heng, biasakan panggil saya dengan sebutan nama itu, jangan sampai Jie Ru bertindak curiga.


Baiklah, asal janjimu harus ditepati


Hmm…


“baiklah, apa tujuan kalian kesini?” ujar Dewa Gunung bertapa di atas batunya.


“kami hendak mengembangkan ilmu qi, sebab lawan kedepannya akan lebih sulit untuk ditaklukan. Jika ilmu kita hanya sebatas untuk mengores wajah maka sudah akan dipastikan kita tidak akan sanggup menaklukan musuh,” jawab Jie Ru dengan lugas.


“Apa kalian tidak tahu, manusia yang bisa masuk menerobos kehutan ini adalah manusia terpilih,” imbuh Dewa Gunung melipat kedua telapaknya.


“Manusia yang memiliki tekad dan jiwa kuat, kesamaan hati dan tujuan, pengalaman masa lalu yang serupa yang dapat bertapa disini,” lugas Jie Ru.


“tepat, semua yang kamu katakan tepat.”


Pemuda yang sudah berambut hitam legam, merenung dibalik firman yang diujarkan Jie Ru “Maksudnya dari pengalaman masa lalu yang serupa, maksudnya bagaimana?”


“Kalian memiliki pengalaman masa lalu pahit yang setaraf, keduanya saling berkaitan dengan kata dibuang, Apa kalian masih tidak mengerti?” ujar Dewa Gunung.


“Apa perlu Saya menceritakan kenangan pahit kalian.”


“Ohh Hahaha itu tidak diperlukan,” jawab bersamaan kedua pemuda tersebut.


Tenyata dibalik persaudaraan kedua pemuda tersebut, masih tersembunyi sebuah rahasia yang tak ingin terbongkar satu sama lain, belum adanya kepercayaan diri dengan identitas yang sebenarnya, baik itu wujud dewa maupun bentuk manusia.


“karena kalian ingin membangkitkan qi, maka hutan ini adalah tempat yang tepat.”


“tepat Chu Zi, Hutan Cahaya Bintang akan dilintasi Bintang Pemberkatan yang akan menganugerahkan spiritnya untuk semua makhluk hutan, Kalian cukup beruntung, datang di waktu yang tepat."


Chu Zi\= pukul 23-24 tengah malam


Ini semua memang ideku, Apa kau masih percaya dengan yang namanya mitos ilahi, itu semua tidak mungkin berkehendak terjadi secara tiba-tiba jika bukan Saya yang mengendalikannya.


Oohh… jadi tadi Kau juga yang mendorongku ke tepian jembatan!?


Ahh… itu  coba akan saya pikirkan kembali, sudah lama saya hidup disini, jadi apa yang barusan tadi Saya lakukan juga sudah tidak akan teringat oleh otak ku yang pelupa ini. Jangan diambil hati Hahaha.


Ooohh. Begitu rupanya jika saya beritahu kelakuan mu kepada Hua Shen, mungkin Kamu akan segera ingat.


Hua Shen\= Dewi Bunga, penjaga kesuburan tanaman.


Ahh… Kalau begitu saya sudah ingat Hahaha, memang saya yang mengecohkan mu, tapi saya kan tidak tahu jika kamu adalah Yin Long, Siapa suruh kau mengganti penampilanmu, kan saya juga tidak mengenalnya.


Ternyata saya berhasil menipu para dewa, mungkin dengan penampilanku saat ini, maka intaian mereka akan salah orang.


Jadi  apa yang terjadi padamu? Bisa kau ceritakan?


Jika saya bilang tidak?


Maka saya tetap akan memaksamu.


Dengan pasti Wei Heng menceritakan semua kejadian yang menimpanya, Ketika ia masih menjabat sebagai penguasa laut selatan. Dimana hari-harinya dijalani dengan ketentraman hingga suatu kejadian yang memperlakukan ia hingga harus memangku ganjaran dibumi.


Kenapa kau tidak memberitahuku?


Bukankah Saya sudah memberitahumu sejak tadi


Lagian saya juga bisa menolong ikut memberontak kepada Tian Di.


Kau mau menerima nasib yang sama denganku?

__ADS_1


Hahaha Tidak


Itu artinya Kau bukan temanku, berbeda dengan saudara fana ku yang siap menemaniku kapanpun itu, bahkan jika saya mati pun ia akan mengikutiku.


Sungguh bodoh, Siapa teman mu itu?


Pemuda yang berada disebelahku ini.


Kedua dewa tersebut saling membahas melewati kontak batin yang tidak dapat didengar oleh siapapun.


Dewa Hutan menatap wajah polos Jie Ru, benar adanya jika ia dilahirkan akan menjadi sosok penyemangat hidup seorang dewa yang dibuang. Semua akan bergantung pada rahasia takdir tuhan yang akan mengakhiri hubungan persaudaraan dengan semestinya.


Di kediaman Hutan lain,


Li Wei tampak sedang melakukan prosesi memenangkan pertarungan dengan akar dewa yang mengusut seluruh tubuhnya, seperti terberit dalam saluran akarnya. Sementara itu Xin Qian terikat pada ranting pohon buatan yang berdahan tinggi.


Li Wei yang berkata besar ternyata hanya sebatas bualan, untuk melindungi diri sendiri pun ia sudah kelelahan, belum lagi ia pergi menolong pemuda yang masih terikat di gantungan pohon itu.


Bahkan kemampuan qi mengendalikan jenis segala tumbuhan juga tak akan berfungsi dengan baik di tanah hutan ini. Sebab wilayah ini lain pemilik lain kekuasaan, berbeda dengan takhta agung Dewa Hutan yang mengendalikan seluruh rahmat kekuasaan Hutan.


“Kamu bertahanlah, sebentar lagi saya akan memenangkan pertarungan ini,” ujar Li Wei yang masih melakukan pertarungan dengan akar dewa yang terus menarik kakinya.


Energi qi Li Wei masih terus ia gunakan untuk mematahkan sihir hutan yang terus menghantuinya.


PHUSS PHASSS, Gerakan qi masih menerjang ke tapak nya yang ditariknya, kian tangan juga ikut ditarik dari akar lainnya.


Kembali pada alam Wei Heng saat ini


“Shen Xian bolamu…” unjuk Wei heng mengarah pada bola transparan hijau yang memaparkan seluruh isi alamnya, sebuah portal alam hutan lain yang berada di bola ajaibnya, terkurung Li Wei dan Xin Qian yang sedang bertahan hidup.



“kalian mau tahu kenapa bola ini bergerak dengan sendirinya.”


“ada apa dengan bola itu? Apakah bintang pemberkatan sudah akan mendekat,” tanya Jie Ru dengan penasaran.


“Bukan, karena bola ini sedang berisi 2 makhluk hidup yang sedang melawanku, jadi saya memberinya pelajaran sebagai hukumannya,” jawab Dewa Gunung menggoyangkan, memutar balikkan bolanya.


HAAA TOLONG KAMI! SIAPAPUN YANG MENDENGARNYA TOLONG KAMI!!! Teriakan dari dalam bola yang tengah meminta pertolongan.


“Haa itu suara Shi Xiong” ujar Jie Ru mendekati bola tersebut dengan dekat.


"Jie Ru kaukah itu? Tolong Kami,” teriak Xin Qian dari dalam bola.


“bagaimana bisa bola itu mengurung manusia?” tanya Wei Heng kepada teman dewanya.


“Kau tak tahu, ini namanya bola alam, semua yang bersalah akan saya kurung disini dan akan membuat mereka sampai meminta ampun.”


Kalau begitu bebaskan mereka, kau mengencam mereka berarti kau sedang mengajak perang denganku, batin Wei Heng menyalurkan ke Dewa Gunung.


Ternyata kau sudah diracuni dengan pertemanan duniawi.


Sinar Bola membawa tubuh kedua makhluk yang didalamnya keluar dari sarang kebebasannya. Sosok tersebut sudah berdiri tersengal dengan nafas yang memburu dari pemburuan hidup.


“ternyata si kakek sialan ini yang mengerjai kami yah!?” gerutu Li Wei bertumpu pada lututnya.


“Shi Xiong jaga bicaramu, Dia itu Shen Xian,” Bisik Jie Ru.


“Haa? Hormat Shen Xian, maaf kelancangan kami,” sambut Li Wei beserta Xin Qian yang tidak tahu apa-apa.


“Hahaha anak zaman sekarang, sudah tahu kesalahan baru berani meminta maaf,” tutur Dewa Gunung.


 

__ADS_1


__ADS_2