The Tale Of Abandoned Dragon

The Tale Of Abandoned Dragon
Bab 64 - Kembali ke Negeriku


__ADS_3

...快樂閱讀~~...


...Happy Reading's~~...


...Selamat Membaca~~...


...........


..........


.........


Jauh dari pandangan manusia yang masih setia berdiri pada posisinya, menganga tak percaya apa yang disuguhkan didepan mata. Begitu besar, megah, berkilauan dan begitu nyata jika dipijak dengan kaki sungguhan. Gong besar dibunyikan berkali-kali seakan tengah terjadi perayaan besar.


Puluh ribuan prajurit bertameng besar dengan dilapisi emas dan perak yang menjadi pertanda jika kerajaan ini begitu kaya di wilayah tempat kelahiran siapa lagi bukan pangeran Jie Ru yang kabur dari istana megah ini.



“hormat kami pangeran, selamat datang kembali di istana He Tian,” salam ribuan prajurit kepada sang penguasa.


“Hahaha… sejak kapan saya menjadi orang asing di istana ku sendiri,” sindir Jie Ru menanggapi penekanan kata ‘Selamat Datang Kembali’ yang dikeluarkan dari mulut prajurit.


Sejenak terjadi keheningan hampa, dalam benak prajurit seorang pangeran yang mereka kenal itu telah berubah 360 derajat. Dia menjadi orang yang lebih tegas dan dapat dikatakan cukup berwibawa dalam membalas perkataan prajurit yang telah diajarkan oleh sosok berkuasa dibelakang panggung.


“Maafkan perkataan kami pangeran, Kami bersalah, Kami pantas dihukum, Maafkan Kami,” ucap salah seorang prajurit depan yang lebih memiliki nyari membalas ucapan Jie Ru yang cukup masuk akal.


Sedangkan Jie Ru tidak mengubris permintaan maafnya, Ia hanya berjalan dengan elegan diikuti Wei Heng dan lainnya yang seperti ajudan jika dilihat langsung.


Tak hanya disitu, belum juga tapak kakinya menginjak wilayah aula untuk bertemu sang kaisar. Ia sudah dipertemukan dengan lelaki yang tak ingin ia lihat saat ini. Jika kedua nya dipertemukan secara tak langsung maka akan terjadi perdebatan yang tidak enak didengar.


“Kupikir kau sudah lupa dengan jalan pulang, seharusnya kau menunggu sedikit lebih lama, Saya mungkin bisa menyuruh pelayan membawa mu pulang dengan kereta pembuangan kotoran kuda.” Tawa keras pria berambut ikal panjang kebawah.



Kuyakin dia akan mengamuk setelah ini, batin Wei Heng yang sedari diam hanya memantau gerak gerik Jie Ru yang akan meledak kapanpun itu tiba.


Tetapi hal itu berbalik dari apa yang ia pikirkan, dengan santai Jie Ru menyunggingkan sebelah senyuman iblisnya dan berkata “mulut dan perawakan mu tidak lebih baik dari seekor anjing yang mengonggong.”


Hanya begitu sudah membuat lawannya mati kebakaran tersulut emosi yang melanda. “Kau!” putusnya tak dapat membalas ucapan Jie Ru yang benar adanya.

__ADS_1


Wei Heng yang melihat perubahan Jie Ru begitu luar biasa, Ia sudah berhasil menjadi seseorang yang tenang menghadapi masalah.


“Luar Biasa,” bisik Wei Heng menyenggol lengannya.


“Kau pikir aku berani? Jika bukan kalian disampingku mungkin saya sudah terkencing-kencing di celana,” balas Jie Ru membalas dengan cekikikan kecil.


“bodoh, kalau saya sebagai kau pasti sudah kupakaikan dia rok dan menari didepan umum,” potong Li Wei dari belakang.


“Jadi perkiraanmu derajat wanita lebih rendah sampai kau buat jadi sebuah lelucon?” tutur Xiao Jing.


Jlebbb….


“Bukan! Bukan itu maksudku, Kamu jangan salah paham,” bantah Li Wei.


Ada apa dengan dua bersaudara ini, sikap mereka sungguh berbeda dari biasanya, pikir Wei Heng.


Didalam istana He Tian tersebut, sudah banyak petinggi yang menghadiri perayaan kecil untuk menyambut pulangnya Jie Ru. Hawa kemunafikan sungguh menutup ruangan aula ini meskipun berbagai hidangan dan penari disuguhkan indah di depan mata, apalagi seorang wanita yang bergelut manja di lengan kaisar tak lain adalah ayahanda Jie Ru yang berpura-pura sakit untuk menarik perhatian Jie Ru


“sini anakku…Fu Wang merindukanmu, sudah berapa lama kau meninggal kan istana,” ucap Kaisar mengenggam tangan anaknya mirip seperti induk yang kehilangan anaknya selama berpuluh-puluh tahun.



“Fu Wang… tidak sakit?”


“ha? Ahhh… emm… iyaa Fu Wang baru-baru ini merasa sedikit sesak nafas dan kecapekan,” jawab kaisar dengan terbata-bata.


“Aiyaa… Da Wang sakit karena merindukan dirimu, bukankah begitu Da Wang?” potong seorang wanita yang dari tadi bergaya tak senonoh di depan banyak petinggi.



“ha? Iya iya Fu Wang merindukan mu.”


“siapa wanita ini? mengapa baru hari ini saya melihatnya,” Ucap Jie Ru.


“Dia adalah selir baru Fu Wang, Selir Jin,” lugas Pangeran ketiga yang telah mencari masalah dengan Jie Ru.


“Kamu menyukai selir baru Fu Wang?” tanya nya untuk pertanyaan kedua.


“apakah ada masalah dengan otakmu selama saya tidak ada di istana? mengapa otakmu semakin hari semakin memikirkan hal yang tidak berguna.”

__ADS_1


Jlebbb… makian kedua yang keluar dari mulut Jie Ru menusuk hati yang sama atas perbuatan bodoh yang dilakukan pangeran ketiga.


“Jaga ucapanmu! Kau tidak berhak menghakimi ku!” teriak pangeran ketiga Zhao Lyou hendak menampar keras pipi mulus Jie Ru, dengan sigap pula Wei Heng menangkup tangan gagah Lyou yang tampak urat tangan nya.


“Kau sebagai pangeran istana lebih baik menjaga sikapmu didepan banyak orang!” bela Wei Heng tak kalah main dengan Lyou.


“Siapa kau dengan berani menahanku!”


“Tak perlu kau tahu siapa dia, Dia lebih baik dari kau!” hardik Jie Ru dengan sorot mata yang tajam.


Pertarungan adu mulut menjadi lebih heboh, mengusik tontonan menteri dan petinggi yang awalnya hanya fokus pada lengkukan dan tarian penari menjadi lebih terfokus pada sebab terjadinya kehebohan diatas panggung yang sedang berlangsung.


“Sudah, sudah, Fu Wang sudah terlalu tua untuk melihat perdebatan kalian, tolong dihentikan,” putus Kaisar yang sedang menengahi perdebatan diantaranya.


Dibelakang sana, pasangan ini hanya melihat dengan terpana bagaimana 2 bersaudara itu berargumen di depan orang banyak.


“mohon maaf Da Wang sudah lancang memperkeruh suasana, Saya dari istana Ru nama saya Xin Lang, Ru Xin Lang,” ucap Wei Heng mempertegas nama tingginya.


“Ohhh Hahaha, Pangeran pertama Ru Xin Lang, maaf kami tidak mengenali anda sebab berita anda sudah terkubur cukup lama dan saya baru mengetahuinya setelah kabar pulangnya anda terdengar sampai di penjuru dunia,” ucap sopan kaisar yang tergopoh-gopoh turun dari kursi besarnya.


“Fu Wang jangan percaya kepadanya, Dia hanya seorang pembual!” tutur kasar Lyou yang tak menerima ayahandanya begitu hormat dengan Wei Heng yang mengaku menjadi Xin Lang.


“Saya datang dengan bukti, Saya tidak datang dengan hanya mulut dan otak kosong!” tamparan keras yang baru pertama kali keluar dari mulut Wei Heng, selama ini dia hanyalah orang yang sabar meskipun orang lain berbicara kasar dibelakang nya.


Dengan Plat Emas Naga yang diberikan Ru Di Lang kepadanya dapat menjadi bukti bahwa ia pernah menjabat sebagai pangeran pertama, sebenarnya Plat itu digunakan sebagai jalan keluar masuknya ke negeri Ru, tak disangka bisa sebagai tameng untuk membohongi yang lainnya.


Pemuda yang tampan, menarik saya suka dengan gayanya. Malam ini dia harus menjadi milikku, Kau tidak mungkin bisa kabur dari serangan buasku. Tapi Saya harus mengurus tua Bangka berpenyakitan ini terlebih dahulu, jika bukan karena dia punya kekuasaan tinggi tidak mungkin saya akan menyerahkan tubuhku ini kepadanya, lebih baik saya mencari mangsa yang lebih muda dan berkuasa.


“maaf kelancangan anak ku yang bodoh ini, silahkan duduk Xin Lang ehhh… pangeran pertama anggap istana sendiri. Kita semua kerabat dekat,” tutur Kaisar dengan segan.


“Xiao Jing... semakin saya mengikuti mereka kesini semakin saya menjadi bingung dengan jalan cerita ini, sebenarnya apa yang ada di otak mereka, bagaimana mungkin Wei Heng menjadi Ru Xin Lang,” bahas Li Wei menggaruk telinga merahnya.


“Peng tan, ikuti saja jalan ceritanya, kita hanya peran pembantu disini jadi diam saja,” bentak Xiao Jing.


Peng Tan\= bodoh/dungu.


Halo everybody... hari ini Zhaoni balik lagi nihhh buat novel, semangatin Zhaoni ya supaya novel ny bisa terus berlanjut. maaf atas kelamaan update novelnya hehehe.


 

__ADS_1


__ADS_2