
...快樂閱讀~~...
...Happy Reading's~~...
...Selamat Membaca~~...
...........
..........
.........
Hu Shen berjalan masuk dengan tergesa-gesa dan emosi yang menggempur seluruh isi hatinya. Bagaimana tidak, pergi hendak membawa segenggam berkah, pulang menatap darah. Sungguh tragis pembantaian yang dilakukan pada kediaman Hu Shen.
“Tian Di, Hamba datang meminta keadilan?” tampik Hu Shen dengan jubah dewanya yang dilumuri dengan darah segar yang masih menempel.
Seluruh penghuni istana tersentak melihat penampakan Hu Shen yang gusar seperti baru selesai melakukan pertarungan sengit dengan seseorang diluar batas.
“Hu Shen, Apa yang terjadi padamu?” tanya bingung Dewa Emas Jinshen dengan tubuhnya yang dilapisi emas karat.
“Dewata Agung, tolong bantu hamba. Hamba meminta keadilan untuk keturunan harimau yang dibunuh oleh Yin Long,” tangis Hu Shen meminta pertolongan di tengah alun-alun istana langit.
“Yin Long? Bagaimana mungkin dia sampai membunuh bangsa harimau? Itu cukup mustahil,” ujaran dari mulut ke mulut para dewa dewi yang kian meluas.
“Hu Shen, Apa kamu tidak salah menangkap pelaku yang membunuh bangsa mu? Lebih baik kamu mencari dengan seksama siapa dibalik dalang itu,” ujar kaisar Giok menegaskan
“Tidak Tian Di, Hamba berani bersumpah diatas altar dewa kalau hamba tidak salah menangkap pelaku,” sumpah sujud Hu Shen.
“Dan lagipula Yin Long selalu bersiteru dengan Hamba dan selalu mencari masalah, Hamba sangat yakin dia adalah dalang dibalik pembunuhan keluargaku. Dan sepotong kain ini mampu membuktikan jika Yin Long adalah pengacau wilayahku,” seru Hu Shen mengambil sepotong kain yang disimpan dalam ilmu apinya.
__ADS_1
Ruangan pengadilan Dewa semakin terkecoh dengan pembuktian Hu Shen diatas altar, Sebagian Dewa Dewi percaya terhadap ucapan Hu Shen yang masuk akal, Sebagian masih ragu dengan pembuktian Hu Shen yang terlalu semena dengan hanya sepotong kain yang dijadikan bukti barang.
“Hu Shen sepotong kain, tidak mengganggap argumen mu adalah sebuah pembuktian,” jawab Dewa Gunung Shan Shen yang menempati di awan putihnya.
“Shan Shen, Hamba juga tahu kamu adalah teman baik Yin Long. Dalam keadaan seperti ini sudah tentu kamu akan menyelamatkannya dari sifat buruknya, Siapa disini yang tidak tahu kamu cukup akrab dengan Yin Long, Bukankan begitu para dewata?” ujar Hu Shen mencari pembelaan.
“Ya, kami semua mengetahui jika Yin Long dan Shan Shen adalah teman yang sangat akrab,” tutur Dewa Salju Xue Shen.
“dan Sifat Yin Long yang terlalu semena-mena dapat membuktikan jika dialah yang membunuh keluarga Hu Shen.”
“Xue Shen, kamu jangan terlalu semena-mena mengambil kesimpulan. Sifat Yin Long yang sedikit cerdik tidak dapat kamu gambarkan jika ia adalah tersangka,” bela Dewa Gunung.
“Dewa Rendah, Kamu bahkan tidak punya hak untuk berbicara, kamu terlalu rantang jika berargumen denganku,” seru Dewa Salju.
”Langit adalah tapak suci, tanah adalah dasar tapaknya, segala hal yang berkaitan dengan dunia, baik dunia manusia maupun dewa, Pasti akan kembali ke alamnya. Seperti halnya dengan proses tumimbal lahir yang harus dijalani semua makhluk hidup. Tragedi yang terjadi pada Hu Shen adalah hukum sebab akibat dari masa lampaunya di kehidupan beberapa kalpa silam, melepas dan merelakan adalah jalan kembali kearah yang benar.” Ujar Dewi Surgawi Doumu dengan gelar Kehormatan Tianhou yang duduk disebelah takhta Kaisar Giok Yu Huang Da Di
“Baiklah, Jika Hu Shen bersikeras untuk menyalahkan Yin Long sebagai pelaku pembunuhan, Mari kita semua sebagai saksi mata membawa Yin Long ke istana langit untuk didakwa. Jika benar Yin Long terikat dibalik pembunuhan bangsa Hu Shen, maka ia sendiri harus dipenjarakan dan jika Yin Long yang mendasari pembunuhan, maka Hu Shen harus meminta maaf,” ujar Kaisar Giok dengan bijaksana.
Para dewata dan juga kaisar giok terbang ke arah selatan mencari bukti dari kediaman Yin Long, Yang saat ini sedang menjaga laut selatan yang sedang terombang ambing akibat perbuatan perkelahian Hu Shen dengannya.
“Tian Di, itu Yin Long sedang merendamkan ombak air api yang sedang melanda dunia manusia,” ujar salah satu prajurit istana yang selalu mengawal kaisar giok kemanapun berpergian.
“Panggil Yin Long untuk datang menghadap,” ujar kaisar Giok memberi sebuah perintah.
“Baik Tian Di.”
__ADS_1
“Yin Long, Apa kamu tidak memberi hormat kepada Tian Di dan dewata yang sedang mengunjungimu?” pekik prajurit istana dari atas langit yang lebih tinggi dari lapisan permukaan Yin Long.
Tian Di tiba-tiba datang mengunjungi, Ada maksud apa jika ia menghampiriku? Mungkin Hu Shen sudah meminta keadilan kepadanya dan datang untuk memprovokasi. Yin Long tidak perlu takut, jangan terbawa dalam perasaan takutmu, Jika kamu memang tidak bersalah maka tidak ada yang perlu dikhawatirkan, batinnya dalam hati.
“Salam hormat Tian Di, ada perlu hal apa sampai para dewata mengunjungi ku, Tidak biasanya kalian mengunjungi ku di tempat kumuh seperti ini” ujar Yin Long dengan nada yang kurang menghormati.
“Lancang, keagungan Tian Di ada disini, Kamu bahkan tidak menghormatinya,” ujar prajurit istana yang ditimpali oleh puluh ribuan dewata agung yang saling melontari.
“Apa kamu tidak mendengar jika saya sudah berkata Salam hormat pada Tian Di, yang saya maksud adalah makhluk surga yang mengunjungi ke tempat ku yang tak seberapa ini,” sindir Yin Long.
“Kamu terlalu lancang Yin Long, kami semua bukan hendak mengunjungimu tapi kami akan membawamu untuk didakwa, kamu bahkan tidak mengakui kesalahanmu” Hardik Xue Shen sang dewa salju.
Yin Long sudah berpikir sejak awal, jika ia pasti akan dibawa ke istana langit untuk dihakimi atas tuduhan Hu Shen yang tidak ia perbuat “Hanya ingin menghakimiku sampai kalian para dewa agung harus turun tangan sendiri untuk menjemputku. Simpan tenaga dalam kalian semua, Karena saya sendiri yang akan terbang ke istana Ling Xiao Bao Dian.”
“Baguslah jika kamu menyadari kesalahanmu,” ujar Chongshen selaku raja serangga atau dewa serangga.
“Eii Chongshen, Kamu ikut juga rupanya, bukan lebih baik kamu di alam mu mengurus anak seranggamu yang baru lahir,” ledek Yin Long.
“Kau! Kau! Sungguh Ahhh,” putus raja serangga yang tak dapat menjawab sindiran Yin Long.
Kaisar Giok telah melihat berbagai lelucon dan sindiran yang dilemparkan dari mulut Yin Long, tidak ada kata marah dalam hatinya, tetapi Ia merasa Yin Long seorang dewa yang cukup bijak dan cerdik dalam menanggapi masalah yang sedang menimpanya. Ia masih tersimpan keraguan dalam hati jika Yin Long adalah seorang pembantai bangsa harimau. “Yin Long, jangan terus berargumen dengan lelucon mu itu, sekarang silahkan ikut kami untuk segera dihakimi.”
“Ta-Tapi Tian Di, Bagaimana dengan dunia manusia bagian selatan yang sekarang sedang terserang gelombang air yang semakin membesar, ulah dari si Dewa Hushen yang menuduhku.” Tanya Yin Long yang masih memikirkan nasib dari para manusia, sebelum ia benar-benar akan pergi.
“Kamu tidak perlu khawatir,” dalam sekali hembusan angin yang dilayangkan dari tangan Kaisar Giok, keadaan dunia fana kembali seperti semula tanpa ada kerusakan sedikit pun.
“Baiklah karena Tian Di sudah menolongku, Maka saya akan mengikuti kalian semua,” ujar nya pada semua penghuni.
Dirinya mengubah menjadi sosok naga bertanduk yang mengendalikan elemen air di bagian laut selatan, yang diberikan takhta langsung oleh Yu Huang Da Di untuk mengamankan negara di bagian selatan.
__ADS_1