
...快樂閱讀~~...
...Happy Reading's~~...
...Selamat Membaca~~...
...........
..........
.........
“Aiyaa Hu Shen disini kamu rupanya,” Ujar Yin Long tanpa rasa hormat.
“Jaga sikapmu, tidak layak kau berbicara semena-mena di depan Tian Di,” Papar Hu Shen.
“Yin Long, apa kamu tahu kesalahan yang kamu perbuat?” Tanya kaisar Giok yang memulai percakapan.
Yin Long memberontak dengan pertanyaan yang dilanturkan Kaisar Giok “Tidak, Saya tidak berbuat jahat, Saya tidak pernah melanggar aturan langit, dan Saya tidak berbuat salah bahkan hanya seekor semut pun saya tidak pernah menyentuhnya.”
“Kamu terlalu banyak omong kosong! Apa kamu tidak melihat jubahku yang dilumuri dengan darah hasil tindakan sadismu,” seru Hu Shen yang terlalu emosi menanggapi kemunafikan Yin Long.
Yin Long masih membantah dengan apa yang dituduhkan Hu Shen terhadapnya, “Hu Shen, Kamu terlalu munafik jika kamu anggap jubah yang terkena darah itu sebagai bahan buktimu.”
Hati Hu Shen masih bergejolak ketika mendengar kata pembohong dari Yin Long, “sudah kubilang darah ini adalah bekas darah dari tanganmu, Jika kamu tak percaya saya masih ada potongan bukti lainnya.”
Jenderal yang berada di istana langit agung, ikut menimpali dari satu bisikan telinga ke telinga lainnya yang masih tak percaya dengan sifat Yin Long dibalik kecerdikannya, sedangkan dewa dewi ataupun Bodhisatva tidak ikut bergeming dari tempat duduknya, hanya memantau dan mengambil jalan kebenaran.
“Ini! jika kamu tidak percaya, bukankah ini potongan jubahmu!?” ujar Hu Shen.
(ilustrasi dari koyakan kain jubah Yin Long)
Suara para jenderal dan pasukan langit tinggi yang diawali dengan hanya suara bisikan, kini menjadi lebih riuh hingga kedengaran sampai ke telinga Kaisar Giok
“Harap tenang, Hu Shen berikan potongan kain jubah itu,” ujar Kaisar Giok.
“Baik Tian Di,” ucap Dewa dengan 4 garis hitam di dahinya yang sebagai simbol kebanggaan.
Hu Shen melangkah ke samping altar kaisar giok dengan seorang prajurit tinggi kaisar yang mengambil potongan kain yang kemudian akan diberikan ke tangan Kaisar Giok.
__ADS_1
Yin Long masih terdiam pada posisi sujud nya sebagai tersangka pembunuhan, tak ikut memandang apa yang akan terjadi kedepannya.
“Yin Long, bukankah potongan kain ini mirip dengan kain jubahmu.”
Yin Long kebingunan dengan ujar kaisar yang tak ia tatapi sedari tadi, hanya sebuah pantulan wajah dari lantai kaca yang ia pandang selama proses persidangan ini berlangsung.
Begitu ia menatap kearah seutas potongan kain, ia tersadarkan benar adanya jika kain itu adalah bekas robekan dari jubah luarnya yang tidak ia ketahui sama sekali. Yin Long memeriksa berkali-kali untuk memastikan jika kain itu bukan berasal darinya.
Kali ini Yin Long bakal dihukum sesuai dengan perjanjian Kaisar Giok yang sudah dititahkan. Seutai tali bekas robekan jubah dari sisi kirinya membuktikan jika kain itu memang benar milik dirinya.
Tapi bagaimana bisa? Saya bahkan tidak pernah berkunjung ke wilayah Harimau Putih. Jarangkan untuk berkunjung, melewati wilayahnya saja sudah akan diterkam mati oleh kuku jarinya yang sangat panjang.
“Tian Di, Kain itu benar adanya jika itu memang milikku, tapi Hamba berani bersumpah jika pemusnahan itu bukan hamba yang melakukannya.” Sumpah Yin Long di atas altar pengaku dosa.
“Bahkan altar pengaku dosa bisa dijadikan sebagai tempat permainan olehmu ckck,” timpal Xue Shen yang mengikut campuri.
“Tidak! Tian Di, itu semua bukan ulahku, kalian semua tidak boleh semena-mena menuduhku dengan perbuatan yang tidak pernah saya lakukan,” bantah Yin Long yang mulai mengerang.
“Jika semua dewa mengakui segala kesalahannya, maka selamanya istana langit akan ditutupi oleh kebohongan sejati,” sindir panglima Kang She Ren yang membawa tunggangan kerbau.
Dengan sekali hantaman sindiran, panglima yang berada di samping Kang She Ren tidak bernyali untuk melontarkan hal yang semena-mena, daripada terkena imbas yang bukan kesalahannya.
“Yin Long, Apa kamu sudah mengaku salah?” ujar Kaisar Langit.
“Tidak! Saya tidak bersalah! sedikitpun saya tidak menginjakkan kaki di wilayahmu Hu Shen!" bentak Yin Long yang membuat istana langit semakin terkecoh kan.
Yin Long yang disaat itu, masih memiliki sifat yang keras kepala dan pemberontak, membanting habis seluruh benda pusaka yang berada di sekitarnya. Dengan perubahan bentuknya kembali menjadi naga bertanduk menghembuskan air yang sanggup menerjang beratus-ratus mil jauhnya.
Kaisar Giok yang habis kesabaran, memerintahkan seluruh pasukan langit untuk menangkapnya dan memenjarakan Yin Long ke penjara pembersih pikiran.
Seluruh tenaga puluh ribuan pasukan sangat mudah dimusnahkan olehnya, hingga berjatuhan satu persatu di bawah lantai istana. Panglima dan Jenderal lainnya ikut menyergap Yin Long yang dilanda kemarahan besar yang tak bisa ia terima, daripada ia bersujud dan tetap disalahkan lebih baik ia langsung menghancurkan seisi istana dan melarikan diri.
Tetapi sebelum sampai tujuan akhir Yin Long itu tercapai, Kaisar Langit mengeluarkan sebuah batu besar yang berubah menjadi jaring-jaring yang dapat menangkap setan, iblis bahkan dewa sekalipun.
“Ahhh panas,” teriak Yin Long yang kembali pada wujud dewa berambut putih.
“Kamu mencoba melawan, maka itu adalah akibat dari kesalahan mu,” Ujar Kaisar Giok.
“lebih baik Kamu berdiam diri di penjara pembersih pikiran, renungi segala kesalahan yang kamu lakukan hari ini.”
__ADS_1
Pasukan istana membawa seorang Yin Long untuk disergap dalam penjara dan dikurung untuk 1.000 tahun lamanya.
“Saya tidak melakukan apa-apa! Tapi mengapa Saya juga harus dihukum. Bagaimana dengan pembunuh asli yang masih berkeliaran di luar sana!? Saya seorang Dewa penjaga lautan, bahkan dituduh dengan tuduhan palsu yang tidak pernah saya lakukan. Istana langit yang agung tidak jauh berbeda dengan dunia manusia yang penuh tipuan,” ujar Yin Long sebelum ia ditarik paksa oleh pasukan langit.
“Sungguh lancang omong kosongnya,” seru Xue Shen, dewa salju.
... \=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=...
Dalam ruangan penjara pembersih pikiran cukup luas dengan kondisi atmosfer yang sangat dingin, tidak memungkinkan seorang dewa yang telah kehilangan pertapaannya selama 500 tahun, akan sanggup bertahan hidup dengan kondisi yang masih dapat dikatakan normal jika Hun Li nya tidak akan lumpuh. Yin Long salah satu dewa naga tertua pada zaman itu, meski ia bertapa sangat lama di bawah lautan dingin yang baginya masih tidak sebanding dengan dinginnya penjara istana.
“Saya akan mati disini sebelum saya benar-benar melunaskan hukumanku disini.”
Tiada secercah harapan untuk dapat ia kabur, bahkan penjara ini berada di ruangan paling bawah di atas tingginya istana langit.
“Yin Long renungi semua perbuatan mu, seperti apa perintah Tian Di kepadamu. jika hukuman mu sudah berakhir, maka kami akan menjemputmu, sampai jumpa 1.000 tahun kemudian” ujar dewa Erlang sebagai kepala pasukan.
Apa yang harus kurenungi? Lautan? Manusia? Bahkan saya tidak berbuat salah, batin Yin Long dalam hati.
“Ruangan ini begitu besar, tapi tak ada sedikitpun barang yang bisa kupermainkan, makanan yang bisa kumakan. Hanya ada setumpuk buku mantra yang disusun rapi di sebuah lemari yang terbuat dari giok hijau yang sangat besar,” Ujar Yin Long yang hanya bisa ia tanggapi sendiri dengan pertanyaannya.
“Buku pembersih kotoran pikiran?”
Buku pertama yang ia dapatkan ketika sedang mencari hiburan dari membaca buku.
“Buku pencuci otak.”
“Buku pemusnah tenaga dalam.”
“Buku penghancur Lin Dan.”
“Buku pembuat racun.”
“Haa buku ini yang sedang kuperlukan saat ini juga, jadi ketika saya sudah keluar maka saya akan meracuni semua jenderal yang tadi menfitnahku.” Gelak Yin Long ketika mendapatkan buku kelima hasil pencariannya dengan teliti.
Yin Long membaca dengan teliti di bawah sinar cahaya dari langit jendela, Ruangan yang terlihat remang-remang tanpa adanya sebuah lampu terang yang menerangi. Tidak ada kata pagi maupun malam, hanya ada dengan kata cahaya samar yang akan menemaninya selama 1.000 tahun kedepannya.
__ADS_1