The Tale Of Abandoned Dragon

The Tale Of Abandoned Dragon
Bab 60 - Diyu Jie


__ADS_3

...快樂閱讀~~...


...Happy Reading's~~...


...Selamat Membaca~~...


...........


..........


.........


Alam Neraka Diyu


zona menghukum jiwa-jiwa yang berdosa dan mempersiapkan diri untuk kelahiran kembali (reinkarnasi). Tingkatan pengadilan tingkat  pertama yang dipimpin oleh Yanluo Wang.


Raja akhirat sebagai sosok pria bertubuh besar dengan wajah garang berwarna merah, mata membelalak dan berjanggut panjang. Menggunakan jubah tradisional dan topi hakim atau mahkota yang dihiasi karakter “raja”. Bersifat jujur, adil, berani dan dapat dipercaya dalam menjabat sebagai raja akhirat yang memberi hukum tegas kepada roh meninggal yang pernah berbuat salah atau kejahatan.



Roh-roh orang mati yang setelah diadili oleh Yanluo Wang, akan menikmati kehidupan menyenangkan di dunia antara bumi dan surga, ataupun menerima hukuman di neraka. Tidak ada pahala atau hukuman yang permanen. Setelah tiba waktunya, mereka akan kembali ke bumi dengan tubuh yang baru.


“Shi Bing… apa Kau pernah menyesali kehidupan duniamu semasa hidup?” interogasi raja akhirat di ruang gelap nan kelam ini.


Shi Bing\= panggilan untuk seorang prajurit


“Tidak… seumur hidup ini, Saya menikmatinya menjadi manusia biasa” jawab prajurit kecil ini.


“Apa kamu pernah menyesal?” tanya lagi Raja Yanluo dengan interogasi ketat.


“Saya tidak pernah menyesal,” sahut lantang prajurit itu yang terbebas dari ikatan tali roh.


Jika sejumlah roh lain sedang bersimpuh lutut dengan ikatan tali roh yang mengikat kuat hingga nadi lengannya berdarah-darah, lain halnya dengan Xin Qian yang dibebaskan dari aturan hukuman para jiwa mati.


Sebab ia adalah roh manusia yang terbebas dari kesalahan mutlak, sekaligus jiwa dewa kecil nya masih mengakui dirinya untuk kembali kealam surgawi.


“kesalahan terbesarku adalah tidak dapat bersama dengan saudaraku menjalankan pembasmian kejahatan,” kata Xin Qian dengan jabatan Shi Bing.


“jika kau diberi kesempatan kedua, apakah kau akan memilih untuk berganti kembali dengan Xiao Jing?” tutur Yanluo Wang.

__ADS_1


“Tidak… Saya sudah puas melihat kebersamaanya berkumpul kembali dengan keluarganya,” lanjut Xin Qian dengan tersenyum merekah.


“baiklah, alam neraka ini tidak dapat menahan atau menghukumu, sebab kuasa neraka tidak akan mampu,” tukas raja akhirat membuka buku kematian yang diberikan oleh jaksa akhirat dengan membawa sebuah sikat dan buku catatan kematian semua makhluk hidup.


“Kamu sudah dapat kembali kealam surgamu dan kutukanmu sudah berakhir.”


Roh lainnya yang ikut serta dalam penginterogasian terhadap Xin Qian yang dibebaskan tanpa paksaan, masih menyimpan iri dan dengki. Tak tahu jika sikap perbuatannya akan tercatat langsung selama prosesnya masa hukuman.


“Yanluo Wang… ini tidak adil! Bagaimana bisa pemuda ini langsung dibebaskan tanpa adanya masa penyiksaan,” ujar salah satu roh yang baru memasuki ruang bersamaan dengan Xin Qian.


“Apa kamu tidak malu berani berargumen seperti itu! Apa kau juga sudah lupa dengan kejahatan duniawi mu!” sahut Raja akhirat kembali mengingatkan roh pria yang sudah bertelanjang itu.


Sejenak ia berpikir ucapan Yanluo Wang “Tidak! Saya tidak pernah berbuat salah!” teriak nya menyakinkan.


Jika hukuman bagi yang melawan orang tua maka neraka inilah yang tepat untuk menggiling arwah nya hingga hancur lebur.


“Tarik Dia ke penggiling logam itu!” perintah Yanluo Wang pada anak buahnya yang berbentuk fisik seperti setan kecil yang bertubuh mewah, bertugas untuk menjalankan perintah membawa bangsa roh melaksanakan hukuman.



“Kembalilah Shi Bing, sebelum dunia neraka ku akan kacau dengan yang namanya ketidak adilan,” pintanya pada Xin Qian yang berdiri di pusat arena.


“Yanluo Wang, Saya mengharapkan 1 permohonan darimu,” ujar Xin Qian dengan berani.


“tahan aku disini” cetus pemuda berbaju putih itu.


“Hahaha, Apa kau sudah tidak waras ingin menetap disini, selama masa jabatanku Saya belum pernah mendapatkan roh lain yang begitu suka dengan alam nerakaku,” imbuh raja akhirat.


“Yah… saya salah satu yang akan menerapkan hal itu.”


“Hei… Shi Bing kembalilah jangan berbuat onar di alam ku,” tegas hakim keadilan sudah mencapai tingkat keseriusan.


“neraka bukanlah tempat untuk bermain-main, semua yang diproses dari sini akan ditumimbal lahirkan menjadi makhluk yang tidak pantas. Jika kau bersitentang seperti itu, katakan apa tujuan mu hendak ditahan disini.”


Dengan kematangan yang sudah dipikirkan Xin Qian, ia rela harus menetap di alam baka untuk direinkarnasi kembali menjadi sosok manusia yang akan ikut bergabung kembali dengan Saudaranya di dunia manusia.


 


...\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=...

__ADS_1


“Xiao Jing… bagaimana perasaanmu?” tanya Li Wei seraya mengelus lembut anak rambut Xiao Jing, sesuai ajuan yang diperintahkan Xin Qian.


“Hmmm… Saya tak apa, tapi hatiku sakit, bagaimana mungkin Xin Qian tega meninggalkanku,” sahut wanita itu dengan bertumpu tangan.


“Dia adalah manusia baik, berbudi luhur, Saya berharap suatu hari kita akan dapat berkumpul bersama, meski di kehidupan berikutnya, dia tetap harus menjadi sosok keluarga kita,” lanjut Li Wei.


DUARR, Gunturan petir di langit terang berawan tipis seolah-olah menyetujui harapan permintaan Li Wei.


“lihatlah…bahkan langit juga menyetujui doa harapan ku,” ujar Li Wei menatap kearah langit biru keputihan yang tidak mungkin akan terjadi hujan.


Sedangkan di ruang lain, 2 serangkai itu masih  berdiam diri menatap kerisauan yang masih terpendam dalam hati. Pria berambut hitam panjang ini masih memikirkan proses pertukaran jiwa antara Xin Qian.


“Wei Di, jika suatu hari…” ujar Jie Ru yang tidak sempat diselesaikan olehnya.


“suatu hari itu tidak akan pernah ada!” potong Wei Heng yang sudah tahu maksud pertanyaannya.


“Sudah kubilang dari awal, jika langit dan bumi menentang hubungan persahabatan kita, maka Saya orang pertama yang akan menantangnya,” tegas Wei Heng kembali pada kegiatan menyiram tanamannya.


Yang mendengar Lontaran itu pasti akan berbunga-bunga, apalagi untuk seorang Jie Ru yang sudah menganggap lebih Wei Heng dari sekedar pertemanan.


Dari taman belakang, kakek dewa sedang menguping pembicaraan mereka lewat sebuah kayu sekat dari rumah ke taman. Terkikik geli mendengar ucapan yang diujarkan Wei Heng.


“Dia sudah berubah ternyata, baguslah jika dia sudah bisa berpikir suatu kehidupan akan bermakna jika ada kehangatan yang mewakili,” Gumam Senlin Shen.


Kau! Orang tua, buat apa kau bersembunyi di balik tembok, apa kau sedang menguping pembicaraanku!? Segera keluar atau kuhancurkan seluruh wilayah hutanmu! Ada banyak hal yang akan kutanyakan padamu, ujar Wei Heng lewat batin.


Bagaimana kau bisa tahu aku ada disini?


Ternyata kau masih tidak menyadarinya, Bau tubuh mu yang menyengat sudah hampir menghancurkan penciumanku, kurasa kau akan menghancurkan alat inderaku yang keempat juga.


Hahaha… baiklah baiklah Saya keluar dari persembunyian ku.


“apa yang kalian berdua lakukan?” sambut Dewa Hutan dengan basa basi.


“tak perlu terlalu banyak berbicara, jelaskan pada kami proses perpindahan itu,” lugas Wei Heng yang berterus terang.


“Wei Di bukankah tidak terlalu sopan langsung membentak Shen Xian dengan ujaran seperti itu?” bisik Jie Ru serasa ada yang salah dengan tuturan Wei Heng.


“biarkan Dia, orang tua ini sudah berani menukarkan jiwa manusia dengan semena-mena, bentakan ini masih tidak ada apa-apanya," Bisik kembali Wei Heng.

__ADS_1


Kakek dewa yang melihat kejadian aneh antara kedua pemuda itu “Hahaha anak muda jangan terlalu sering menyindir orang tua, atau karma akan berlaku untukmu.”


“Karmaku adalah karmamu dan karmamu untuk mu sendiri,” ucap Wei Heng menghentikan kegiatannya.


__ADS_2