The Tale Of Abandoned Dragon

The Tale Of Abandoned Dragon
Bab 23 - Jajanan Pencuci Mata


__ADS_3

...快樂閱讀~~...


...Happy Reading's~~...


...Selamat Membaca~~...


...........


..........


.........


Jie Ru yang sudah tak mendengar kekacauan dari balik kamar, Dengan segenap kecepatan ia melangkah masuk mengintai kondisi yang sebenarnya “Wei Di, Dimana Huakui?”


“Sudah pergi lewat tirai,” ujar Wei Heng menunjuk kerah tirai jendela.


“Huakui adalah Qiong Ji, ia menyamar menjadi wanita penghibur. Dari yang saya lihat, Ia mencari mangsa dari istana Maiyingong kemudian mencari santapan dari Dao suigong untuk meningkatkan energinya,” tutur Wei Heng dengan penuh pertimbangan.


Jie Ru merasa runyam dengan wanita misterius, ternyata ia adalah Qiongji yang sedang menyamar “Jadi, Apakah kita harus kembali ke goa hutan itu untuk membawanya."


“Tidak, Kita hanya perlu tiap hari mengintai istana Maiyingong, Saya tahu Qiongji akan segera kembali untuk mencari mangsanya."


Kedua sosok itu, menarik langkah keluar dari kamar kegelapan itu “Ji Lian, Xie atas bantuan mu. Tapi kamu harus lebih waspada, jangan terlalu akrab dengan Huakui, ia bukanlah manusia seutuhnya."


“Maksud Gongzi?” ujar Ji Lian yang heran dengan pernyataan Jie Ru.


“Ia adalah Si Xiong monster iblis,” ujar Wei Heng yang memulai percakapan.


Setelah mendengar penjelasan Wei Heng, Ji Lian tak menyangka percaya ternyata seorang Huakui adalah monster iblis.


“Gongzi, ternyata temanmu tidak mengidap penyakit Kouchuang,”Bisik Ji Lian ditelinga Jie Ru.


“Hahaha memang nyatanya tidak,” tawa Jie Ru yang menaikkan bahunya.


“Jie Ru, Pergi kemana Kau? Sepanjang hari saya tidak melihatmu ada disini, Kenapa kau bisa bersama dengannya?” ujar Wu Hui dengan manarik tangan Jie Ru.


Bedebah ini kembali berulah, Semakin terlalu lama bersamanya semakin membuatku muak.


Wei Heng yang menatap jijik dengan perlakuan Wu Hui kepada temannya, hanya sanggup melangkahkan kaki berlangsung keluar dari penginapan.


“Wei, tunggu aku,” teriak Chen Fei dari dalam.


Chen Fei yang sudah seharian menunggu kabar dari kepulangan kedua pemuda itu, malah mendapati perlakuan menjijikkan dari Wu Hui, merasa tak sanggup untuk terus berlama-lama berada didekat mereka. Akhirnya, ia memutuskan untuk beranjak keluar “Wei, bagaimana dengan perkembangan wanita misterius itu?”


“Dia Qiongji, Monster iblis yang selama ini kita cari,” ujar Wei Heng sembari melangkahkan kaki ke tujuan pasar.

__ADS_1


“Bagaimana bisa ia menyamar menjadi manusia?” ujar Chen Fei yang ikut meramaikan suasana pasar.


“Apa kamu lupa, Huanguang juga adalah Hun Dun."


Setelah mengingat ucapan Wei Heng, ternyata ada kemiripan dari kedua monster iblis “ Wei ada kemiripan dari kedua Si Xiong ini setelah saya intai, apakah kau tidak meragukannya? Mereka sama-sama mempengaruhi pikiran manusia untuk dijadikan mangsa."


Wei Heng yang berpikir sejenak sembari menelusuri keramaian pasar "Saya merasa sepemikiran denganmu."


“Seharian ini, Apakah Wu Hui bertingkah aneh?”


“Tidak tahu, Dia terus mengurung dirinya di dalam kamar," ujar Chen Fei tak peduli.


Setelah berjalan lama menelusuri pasar dari ujung ke ujung, Wei Heng menemukan sebuah gelang giok pasangan di lapak pasar yang menarik perhatiannya, memandang nya begitu lama hingga ia mengingat kembali gelang pemberian Jie Ru yang sudah mulai rusak.


Gelang giok yang dibuat dengan kerajinan tangan yang sangat rapi, lengkungan bulat yang indah dipandang dengan warna hijau yang mencuci mata.



“Pilihan Gongzi sangat tepat, Gelang giok ini sisa yang terakhir semua sudah habis terjual. Giok ini yang paling laris diantara semuanya. Gelang pasangan ini dapat mempererat suatu hubungan ibarat nya sehidup semati, cocok untuk diberikan kepada Xiao Jie yang ada disebelah Gongzi,” ujar pedagang yang menjelaskan dengan panjang lebar dengan mengedipkan sebelah mata.


Chen Fei yang mendengar ucapan manis dari pedagang itu merasa tersipu malu, hingga wajahnya memerah seperti kepiting rebus, tetapi ia tahu jika gelang giok itu Wei Heng akan memberikannya untuk Jie Ru bukanlah dirinya.


Sedangkan Wei Heng yang mendengar lontaran pedagang itu juga ikut merasa malu, sebab ia ingin memberikan gelang itu kepada Jie Ru bukanlah wanita yang ada disampingnya.


“Da Shu, Apakah makna giok ini dapat berlaku untuk seorang sahabat selain untuk seorang kekasih?” pancing Chen Fei untuk menipu Wei Heng.


“Da Shu, Berapa harga gelang giok itu?” Ujar Wei Heng yang mendahului.


“Hahaha tidak ada yang ingin berebut denganmu, Saya juga tahu kau akan membelikannya untuk Jie Ru,” Ujar Chen Fei yang bertolak pinggang.


Wei Heng menundukkan kepala yang merasa bersalah terhadapnya, setelah lama Chen Fei bersama dengan mereka dan sudah berapa banyak bantuan Chen Fei menyelamatkan mereka, tetapi tak ada satupun barang kenangan yang ditinggalkan untuk Chen Fei “Maaf kalau begitu."


“Hahaha tak apa, persahabatan tak perlu sesuatu untuk bisa dijadikan sebagai bukti pertemanan, Cukup mengingat masa indah ketika kita bersama, itu sudah menjadi kenangan terindah. Tak usah merasa terbebani,” ujar Chen Fei memukul pelan pundak Wei Heng.


Wei Heng merasa lepas setelah mendengar isi hati dari Chen Fei “Da Shu tolong bungkus kan gelang giok pasangan dan ini."


Ia melihat sebuah tusuk konde yang begitu cocok dengan warna kulit Chen Fei yang putih susu, sebuah Konde dengan motif bunga dan untaian rumbai yang anggun.



“Hahaha Kau juga akan pakaikan konde ini di kepala Jie Ru?” ujar Chen Fei tertawa terbahak-bahak.


“Hahaha Saya tak dapat membayanginya jika tusuk konde itu dipasang di kepalanya,” timpal Wei Heng yang ikut tertawa lepas.


“Lantas kau memberikan untuk siapa? Apa kau sendiri yang akan memakai konde itu untuk menarik perhatian wanita misterius itu?” ujar Chen Fei yang terasa aneh di pendengaran Wei Heng.

__ADS_1


“Hahaha tak mungkin juga jika saya yang memakainya, Ini untukmu,” ujar Wei Heng memberikan tusuk konde pemberiannya.


“Semua nya berapa tael Da Shu?” ucap Wei Heng kepada pedagang itu.


“10 tael Gongzi,” ujar Pedagang sembari menerima koin perak dari Wei Heng.


Chen Fei merasa girang ketika Wei Heng masih memperdulikannya, menganggapnya bagian dari persahabatan “Xie, Wei tolong pasangkan,” ujar Chen Fei menyerahkan tusuk konde nya kepada Wei Heng.


Betapa Riang terpampang di wajahnya Chen Fei yang berseri, menatap pantulan cermin dan berpikir “Kau dan Jie Ru adalah teman terbaikku, Aku akan selalu ada jika kalian membutuhkanku."


“Baiklah sebagai gantinya, Saya akan memberikanmu semua makanan yang ada di pasar ini, terserah kamu mau beli seberapa banyak,” ujar Chen Fei seraya berputar bahagia di sepanjang jalan pasar.


“Kau yang bilang ya, jangan salahkan aku jika kuhabiskan semua koin perakmu."


“Ya, Silahkan Gongzi,” ujar Chen Fei.


“Saya mau ini, terus ini, yang disebelah sana, ya itu dan itu."


Chen Fei menyesal telah menawarkan Wei heng untuk membeli segalanya “ otaknya sungguh tak waras."


Begitu banyak jajanan yang ia letakkan di sebuah meja kayu, terlihat raut lelah sehabis perjalanan menghabiskan uang temannya dengan membeli begitu banyak makanan.


Satu per satu ia letakkan ke meja, hendak memamerkannya kepada Chen Fei yang masih tersendat menatap koin yang terbuang banyak.



Jiaozi lebih dikenal dengan nama dumpling, Makanan lezat khas cina dengan penampakan mirip dengan siomay. Dengan campuran tepung terigu yang sudah diisi dengan daging ayam yang dikukus ataupun digoreng.



Bintanghulu merupakan manisan dari cina berupa permen yang banyak digemari oleh anak-anak serta remaja di cina, yang terbentuk dari buah kering yakni apel atau cheri yang sudah dicelupkan ke dalam gula yang sudah dicairkan hingga terbentuk gula yang sudah melapisi buah kering yang sebelumnya sudah mengeras.



Bakchang merupakan kudapan khas china yang sudah cukup popular di pelosok cina dan disetiap perayaan Duan Wu, Bakchang selalu hadir di meja perayaan sebagai tandan penghormatan patriot Qu Yuang yang meninggal karena mempertahankan kesetiaan pada dinasti Chu.



Ronde hidangan yang berbentuk bola-bola terbuat dari tepung beras ketan yang menjadi simbol persatuan dan dirayakan pada festival Dong Zhi Jie.


Chen Fei yang mengikuti Wei Heng memutari seluruh pelosok jajanan pasar sudah merasakan lelah di bahunya “Sudah selesai."


“Sudah" ujar Wei Heng merasa terpuaskan.


"Saya merasa puas, sangat banyak jajanan pasar yang belum tiba saatnya festival tetapi makanan perayaannya sudah ada di pasar ini," ujar Wei Heng yang menidurkan tubuhnya di kursi panjang.

__ADS_1


Kedua manusia itu hendak melanjutkan perjalanan kembali ke penginapan Bianhua, tanpa sengaja seorang pemuda berpakaian serba hitam menabrak tubuh Wei Heng, hingga kedua nya jatuh terjungkal ke tanah.


“Maaf Gongzi,” ujar pemuda itu yang langsung melarikan diri.


__ADS_2