The Tale Of Abandoned Dragon

The Tale Of Abandoned Dragon
Bab 55 - Xiao Jing!!!


__ADS_3

...快樂閱讀~~...


...Happy Reading's~~...


...Selamat Membaca~~...


...........


..........


.........


“Xiao Jing! Apa yang kau lakukan! Lepaskan pisau itu!” teriak Li Wei yang berpapasan dengannya ketika beranjak ke kamar mandi.


Teriakan panik tersebut membangunkan seluruh pemukim rumah yang sedang berhibernasi, dengan langkah memburu menghampiri tuntunan suara dari halaman belakang.


“Da Jie! Apa yang kau lakukan! Cepat turunkan pisau itu!” pekik Jie Ru yang seketika tersadar.


Sedangkan wanita itu hanya mengarahkan ujung pisaunya ke nadi lehernya, kapanpun jika penolong itu bergerak, maka pisau dapur itu akan siap menancap ke urat nya.


Xiao Jing yang ditargetkan sudah tak dapat berpikir jernih, pikiran nya sudah dipengaruhi oleh pinta roh jahat yang menggerayangi benaknya. Dalam bola mata nya, tak terpancarkan sedikit pun aura kehidupan, kekosongan menyelimuti seluruh dunianya. Meski masih bernyawa tetapi seperti mayat hidup yang sedang dikendalikan.



“A Ru, jangan mendekat, penguasaan dirinya sudah tak ada disini,” ujar Wei Heng menarik lengan Jie Ru yang akan menghampiri wanita yang sudah dikendalikan itu.


“Dengar! Dia sudah dikontrol oleh roh jahat, perhatikan batu giok ini mengeluarkan cahaya artinya Xiao Jing tengah dipengaruhi,” tukas Wei Heng selaku kepala kelompok itu.


Wujud Xiao Jing seakan menjadi 2 bayang yang menyelimuti eloknya, lapisan kesadaran dirinya sendiri masih terselip di jasadnya, bayangan roh yang menimpa raganya dan berkata “jauhi dia atau wanita ini akan dibunuh!” ucap roh iblis dalam tubuh Xiao Jing memperingati keempat pemuda itu.


 Terserampak jiwa Xiao Jing kembali pada jasmaninya “jangan hiraukan dia, cepat selamatkan diri kalian dan tinggalkan aku sendiri” racau Xiao Jing.


“Hahaha, pergi atau dia mati! Serahkan batu giokmu!” dalih Roh iblis yang kembali menguasai  fisik Xiao Jing.


“Wei… mengapa Dia bisa merasakan kau memiliki batu giok itu?” desir Li Wei kepada Wei Heng.


Wei Heng yang kemarin malam tidak ikut berbaring dengan ketiga saudara lainnya, ia telah mencari tahu siapa biang keladi yang melakukan itu semua “Bawa dia keluar!”

__ADS_1


“Siapa?” tanya Jie Ru yang sudah melupakan keberadaan wanita bengar itu.


“wanita itu,” tungkas Wei Heng tanpa mengedipkan matanya dari pergerakan Xiao Jing yang mungkin tiba-tiba akan menusuk lehernya.


“Hahaha Kalian mencari ku!?” seru Nu Li dari dalam kamar berjalan keluar dengan langkah agresifnya.


“Kau apakan kakak ku!!!” seru Xin Qian yang hampir merengkuh kerah bajunya.


“Dia? Tak kuapakan, Saya hanya mau batu giok,” ringkas Nu Li dengan tujuan tersembunyi.


Wei Heng hanya menyeringai sambil berjalan mendekat “Kamu ingin ini?" unjuk nya pada batu giok yang melambung di atas tubuhnya.


Nu Li yang melihat barang yang diinginkan segera menunjang tangan Wei Heng dan hendak menggapainya “Ahhh Kau membohongiku!?” pekik nya pada Wei Heng yang menyerahkan batu giok palsu.


“Hahaha lepaskan Xiao Jing sebelum kau benar-benar menyesal,” tegas pria berujung tanduk yang sebentar lagi akan habis kesabaran.


“Lepaskan Dia? Serahkan dulu batu giok mu,” pinta Nu Li.


BUGHHH, Tinjuan yang dilayangkan Wei Heng mendarat di pusar perut Nu Li tanpa memperdulikan jika ia masih seorang wanita.


“Ka-Kau sungguh berani!” Hardik Nu Li dengan keras.


Dan sosok wanita yang berdiri di belakang sudah menarik genggamannya, menggores sedikit demi sedikit urat nadi lehernya yang masih tak diratapi oleh para pemuda itu.


”Xiao Jing!!!” teriak Li Wei ketika menatap Xiao Jing melayangkan pisau nya membabat habis lehernya hingga berdarah membasuh seluruh atas bajunya.


Penghuni lainnya membalikkan badan dan teriak histeris menatap Xiao jing yang jatuh terjungkal di lantai dengan nafas yang ditarik-tarik.


“Kau!!!” tantang Wei Heng mengajaknya perang diluar arena.


DUARRR, pedang Gang Jiang dipergunakan dalam perperangan yang terjadi kali ini, membawa angin besar dan kabut hitam dari negeri selatannya. Memberi peringatan jika ia sudah menyangkak hati, dan akan membasmi iblis yang berdiri dihadapannya dengan brutal.


“Kau iblis tidak tahu diri, jangan menyalahkanku jika kau mati dalam pertarungan, Sudah kuperingatkan kau jangan menyentuh orangku!!!” bentak nya menghunuskan pada iblis yang sudah mengubah diri ke wujud asli.


“ternyata hanya iblis kecil yang mampu berlagak sombong,” seringai Wei Heng dengan angkuh.


“Bahkan dewata di surgawi berani kuhadapi, hanya seekor Shizi Mo apa yang tak berani kutaklukan,” cetus Wei Heng yang sudah kehilangan pikiran normalnya.

__ADS_1



Shizi Mo\= iblis berkepala singa, yang berkekuatan mampu melumpuhkan pikiran manusia untuk menjadi sombong dan kemudian akan lengah dengan pertarungan yang akan terjadi.


Sambut pedang golok Nu Li, memahat punggung Wei Heng hingga meneteskan darah segar mengalir hebat. Menerjang kearah langit menghembuskan darah merah kehitaman yang menjadi salah satu teknik licik mengelabui, bahkan Wei Heng yang memiliki batu giok yang jauh lebih besar ilmu energinya tak mampu mengalahkan bau darah Shizi Mo yang mengental di penciumannya.


Seperti bau amis dan busuk yang sedang menyerang alat inderanya “Uhukk, darah siapa yang kau pakai?.


“Ini darah dari tumbal ku Hahaha, kau kira Saya hanya iblis lemah yang bisa kau pijak.”


EKKKHHH, Gerang Wei Heng bangkit dari jatuhnya, kembali mengeluarkan batu gioknya yang masih ia sembunyikan dalam tubuhnya, memusatkan dalam tekanan energinya. Makin ia terpusat, makin ia merasakan kesakitan hebat di kepalanya, hendaknya ingin mengalihkan iblis dengan peralihan pemecah raga. Alhasil Wei Heng jatuh tersungkur di bawah tanah dengan keras.


“Hahaha ingin mengacaukan ku” ucap wanita panggilan Nu Li dengan congkak meninggalkan jasad Wei Heng di lokasi pertarungan yang hanya terjadi sepersekian menit.


Hahaha, tawa keras Nu Li kembali beranjak dari kediaman pemilik Xin Qian yang sedang menatap kematian Xiao Jing. Tak ada yang mampu menyelamatkan Xiao Jing yang tengah di ambang nafas kematian.


“Ka-Kau! Dimana Wei Heng!?” Hardik Li Wei memapah tubuh Xiao Jing yang juga membasahi hanfu nya.


“Dia? Dia sudah mati,” ujar Nu Li berjalan mendekat.


“sekarang giliran kalian yang akan menyusulnya,” seru iblis singa mengayunkan pedang golok nya di kepala Jie Ru.


PHUSSSS, Gelombang cahaya merah dari belakang menerjang golok tersebut hingga jatuh terkapar di samping kepala Jie Ru yang hampir mengenai nya.



“Kemana otak kalian! Kenapa kalian hanya berdiam diri!” pekik Wei Heng dari belakang dengan busana yang sudah menyerupai Xiao Jing.



“Ka-Kau tidak mati.”


“Kau pikir saya manusia bodoh yang akan tertipu dengan tipuan muslihat mu,” ucap Wei Heng dengan sorot mata tajam.


Xin Qian yang asalnya hanya mengembangkan qi persoalan dapur, menggantikan Li Wei memapah tubuh Xiao Jing yang hanya menjadi jasad.


“kubunuh kau sampai neraka paling bawah!!!” lontar Li Wei dengan emosi, sebab telah membunuh wanita yang ia cintai di depan matanya sendiri.

__ADS_1


 


__ADS_2