The Tale Of Abandoned Dragon

The Tale Of Abandoned Dragon
Bab 32 - Sebuah Pengorbanan #1


__ADS_3

...快樂閱讀~~...


...Happy Reading's~~...


...Selamat Membaca~~...


...........


..........


.........


“Fei, Li Xiong, Cepat!!! A Ru sudah melepaskan petasannya,” ujar Wei Heng dengan tergesa-gesa.



Menduga sesuatu yang tidak baik telah terjadi, oleh karena itu Jie Ru melepaskan ledakannya. Wei Heng berlari kearah istana Maiyingong, Sedangkan Li Wei dan Chen Fei mengejar Huakui yang kebetulan berpapasan dengan mereka saat melarikan diri.


Dimana A Ru? Saya tidak melihatnya sedari tadi. Mengapa panggung itu belum ada pertunjukkan? Kemana Xi Xi dan A Ru, Batin Wei Heng yang masih mengedarkan pencariannya.


Teriakan seseorang yang memanggil namanya dari jauh belakang sana, Seorang wanita yang pernah ia kenali melambaikan tangannya dan meneriakan namanya “Wei Gongzhi, Wei Gongzhi.”


Dengan lekas, Ia berlari kearah belakang panggung tanpa memperdulikan tarikan manja dari Jinu lain.


Sialan A Ru, Dia memaksakan ku harus menginjak kaki di wilayah ini, maki pemilik pemuda berambut putih ini.


“Ji Lian apa yang terjadi dengan Xi Xi? Dimana Jie Ru sekarang?” tanya Wei heng yang mengintimidasi adanya perbedaan dengan melihat sikap Xi Xi yang lebih agresif, Tetapi disisi lain ia tidak menemukan Jie Ru.


Ji Lian menjelaskan apa yang terjadi pada Xi Xi dan menunjukkan jalan ke pintu belakang dengan kondisi sosok pria yang sudah melingkupi badannya.


“A Ru! Apa yang terjadi padamu? Hei Bangunlah, Lihat saya sudah datang menyelamatkanmu,” papar Wei Heng yang sudah panik.


Jie Ru yang merasa dipanggil oleh seseorang yang begitu ia kenali, Ia membuka kedua kelopak matanya dengan wajah yang sudah pucat pasi menahan sakit dibawah kakinya yang sudah mulai menghitam terkena anak panah beracun “Wei Di” ujarnya sebelum ia tertidur kembali.


“Ohh Tidak, Huakui memasukkan racun hawa iblis di dalam anak panah,” ujar Wei Heng menatap intens luka di kaki Jie Ru.


Wei Heng mencabut anak panah yang masih tertancap jelas di kulit kakinya yang menembus hingga ke daging-dagingnya. Bantuan batu giok, Ia keluarkan dengan segera yang masih melambung di telapak tangannya, menyalurkan energi penahan sakit dan penuh keterpaksaan, Ia menerapkan ilmu pengunci jiwa yang pernah ia gunakan pada Chen Fei ketika ia dirasuki hawa iblis di sungai bawah goa.


“Ji Lian tolong jaga Jie Ru dan Xi Xi, Saya harus pergi menangkap Huakui,” pinta Wei Heng pada Ji Liang.


Sedangkan keadaan di tanah luas sana, Sedang berlangsung pertempuran antara dua manusia dengan monster iblis yang masih memicu pemberantasan, Wei Heng yang ikut bergabung mengeluarkan pedang Gangjiang nya.


“Ohh ternyata 3 lawan 1, Baiklah jika kalian ingin begitu,” Huakui meniupkan serulingnya yang berwarna hitam dengan maksud memanggil seseorang untuk membantunya.


__ADS_1


Xi Xi yang diketahui tidak ada sedikitpun kemampuan energi apapun. Tetapi hari ini ia begitu sakti, Dengan melayangkan tubuhnya menuju kearah samping Huakui dan menodongkan cengkraman tangannya yang hendak ikut berperang dengan ketiga manusia itu.


“Xi Xi? Bagaimana bisa?” tanya Chen Fei pada Wei Heng.


“Dia kerasukan dengan hawa iblis,” balas Wei Heng yang masih setia melihat kearah musuh.


“Wei, Apa kamu pernah melihat cincin dengan bentuk mata harimau yang melekat pada jemari Xi Xi,” ujar Li Wei meneliti dari kejauhan jari Xi Xi.



“Tidak, Setahuku dia tidak pernah memakai pernak-pernik apapun itu. Li Xiong coba kamu lihat, Cincin itu mengeluarkan hawa jahat," ujar Wei Heng menatap lekat-lekat cincin bermata harimau


“Baik, kalau begitu kelemahannya ada disana, dicincin itu,” bisik li Wei.


Huakui merasa emosi dengan manusia yang tiba-tiba menghentikan pertarungan dengan bergumam tak jelas di kejauhan sana. Tanpa memperdulikan, ia kembali menyerang Wei Heng yang sudah tersimpan dendam amarah yang begitu besar dengannya.


“Hari ini, Kau akan menjadi santapanku,” racau Huakui yang siap menyerang.


Pertarungan kembali terjadi dengan Xi Xi yang mengarah pada Chen Fei dan Huakui pada Wei Heng da juga Li Wei.


Chen Fei yang tak bisa berbuat apa-apa hanya sanggup menghindari diri dari serangan beruntun Xi Xi yang dikuasai oleh hawa iblis. Cengkeraman tangan Xi Xi begitu kuat seperti seekor harimau yang mencekik lawannya, serangan nafsu Xi Xi nya sudah membara melawan Chen Fei yang masih belum bisa mengeluarkan energinya, yang Chen Fei lakukan hanyalah mengendalikan pikiran Xi Xi.


“Fei jangan gunakan energi pengendali pikiranmu, Jika tidak kau akan sama dengannya,” respon cepat dari Wei Heng yang melihat Chen Fei hendak mengeluarkan ilmu pengendali pikirannya.


“Fei cincin nya Fei, kelemahan nya ada di cincin,” teriak Li Wei yang masih bertarung dengan Huakui.


Dengan segera Chen Fei hendak menghancurkan cincin bermata harimau itu, Dengan sergap pula Xi Xi dapat menghindar dari serangan Chen Fei yang tidak ada apa-apanya.


Tangan Xi Xi berubah menjadi sebuah cakaran harimau dengan kuku-kuku yang sangat tajam, Jika kuku itu terkena leher maka akan dipastikan manusia itu akan tewas dengan luka robekan.



Xi Xi yang masih menggebu-gebu melayangkan tangannya hendak mencakar wajah Chen Fei, sedangkan Chen Fei yang sudah mulai ada perlawanan dengan serangan Xi Xi yang tidak ada habisnya. Ia mengeluarkan sebuah kipas merah bermotif bunga yang kembali menyerang serangan Xi Xi. Kini pertarungan dikuasai oleh Chen Fei yang menghunuskan kipasnya dengan memutar-mutar kepala kipasnya. Tepat ujung kipasnya mengenai wajah Xi Xi yang mengeluarkan darah hitam, ia merasa bersalah. Tetapi semua ini untuk kebaikan Xi Xi agar segera tersadarkan.



Wanita yang kerasukan itu semakin marah ketika melihat darah hitamnya keluar dari pipi tembem nya “Hiaaa!!!” teriak Xi Xi yang hendak menyerang.


“Xi Xi sadarlah, ini Chen Jie, Xi Xi!!!” panggil Chen Fei.


Pikiran Xi Xi semakin kacau, seolah-olah jiwa yang setengahnya sudah akan kembali. Tetapi masih ditekan oleh hawa iblis yang menghinggap ditubuhnya.


Chen Fei yang merasa pikiran Xi Xi sudah ada sedikit goyangan, Dengan sergap ia menghunuskan kepala kipasnya ke cincin yang masih dipakai Xi Xi.


PHUSSSS, cincin itu terjatuh terbelah menjadi 3 bagian. Beribu-ribu hawa iblis keluar dari mulut Xi Xi yang menjulang keatas. Xi Xi segera tersadarkan dengan keadaan yang masih lemah tengkurap ditanah. Chen Fei mengejar Xi Xi yang terbaring lemah di bawah pohon itu.

__ADS_1


Penempaan tubuh manusia dengan dirasuki oleh hawa iblis akan begitu besar, Menyerap hawa manusia yang tidak memiliki kemampuan apa-apa, Hingga energi qi manusia akan habis, Maka iblis lah yang akan menguasai fisik manusia.


“Kurang ajar, berani-beraninya wanita itu menghancurkan boneka mainan ku,” hardik Huakui.


“Hei Hei, Sainganmu ada disini jangan kau mencari saingan lain yang tidak ada urusan denganmu,” ujar Wei Heng yang masih hendak memulai pertarungan.


Kedua pemuda itu masih melangsungkan pelayangan pedang di hadapan Huakui “Li Xiong, kemampuan Huakui makin lihai. Terakhir saya bertarung dengannya ia tidak memiliki kemampuan yang begitu besar.”


“Kamu bisa mengeluarkan batu giok mu untuk menyergapnya,” ujar Li Wei yang masih bisa terdengar oleh Huakui.


“Batu giok? Hahaha sudah tidak akan mampu denganku, perlu kalian tahu saya sudah menyerap energi manusia begitu banyak untuk menghadapi kalian hari ini.”


Wei Heng tidak termakan omongan dengan Huakui yang menantangnya, batu giok itu kembali muncul dengan sinar biru yang menyala seakan keberadaan monster iblis berada didekatnya.


Batu giok hendak menyerap tubuh Huakui, tetapi tak sanggup seperti perkataan Huakui yang baru diucapkan.


“Lemah, Sudah kubilang kalian tidak akan sanggup melawanku,” gerutu Huakui.


Kedua pemuda itu semakin sulit melawan Huakui yang masih menyerang keduanya dengan cakaran tangannya. Wei Heng masih mengendalikan pedang Gangjiang untuk menyerang Huakui.


Posisi taktik yang sudah direncanain sebelumnya dipraktekkan, dengan Wei Heng masih melambungkan batu gioknya jauh diatas kepala Huakui dengan kantong iblis yang ada  disebelahnya. Li Wei berada di belakang Huakui yang masih melayangkan pedangnya.


“Hei rencana apa lagi yang akan kalian gunakan.”


Pemuda berambut putih mengarahkan tangannya ke kantong iblis yang terbuka lebar, dari belakang Li Wei hendak menyerang punggung Huakui dengan pedangnya. Tetapi belum sampai ujung pedang tertancap di tubuh Huakui, Li Wei sudah terhempas jauh dari posisinya.


AKKHHH TIDAKKKK!!!, Huakui yang jatuh berlutut di tanah dengan perut darah hitam yang mengalir deras.


“A Ru?”


Pemuda berwajah bangsawan itu kembali tersadarkan dari mimpinya buruknya “Ya, giliran Saya yang akan membantumu,” senyumnya dengan wajah yang masih menahan sakit akibat kaki yang masih mengeluarkan racun dan melepaskan energi pengikat jiwa yang dipakaikan oleh Wei Heng.


Demi untuk menolong sahabatnya, Ia rela mengalami segala kesakitan yang begitu luar biasa layaknya tusukan seribu pedang yang ditancapkan pada jantungnya.


Huakui yang masih terjungkal tak berdaya, mengarahkan cengkeramannya ke manusia yang tak diperhatikan oleh lainnya, Ia bertranformasi kedepan tepat di arah punggung Chen Fei yang tak memperhatikannya.


AKHHHHH, Chen Fei memuntahkan segempul darah segar di tanah dengan mata yang sudah mulai memerah.


“Feiii!!!” teriak para pemuda yang tersadarkan jika Huakui masih bernafas.


Wei Heng segera melambung ke depan dan menancapkan pedangnya ke jantung Huakui untuk kedua kalinya.


Wanita iblis sudah lemas tak berdaya dan dengan sigap Wei Heng memasukkan Huakui kedalam kantung iblisnya.


 

__ADS_1


__ADS_2