
Sementara itu di Kastil Hirendel.
“Yang Mulia Putri Gwen! Kemarilah! Ikuti hamba masuk ke terowongan!” Seorang pasukan elit Kerajaan Victoria yang bersumpah mati setia, memanggil Putri Gwen yang sedang menyaksikan pertempuran terjadi di gerbang kota dari dalam menara kamarnya.
“Ada apa Jones? Kenapa aku harus lari?” Gwen meletakkan teropongnya dan memandang Jones yang seperti sedang panik.
“Yang Mulia Raja Richard telah berkhianat! Cepatlah Putri, kita tidak punya banyak waktu! Mereka pasti sedang kesini!” Jones memohon pada Putri Gwen.
“Jelaskan padaku nanti!”
“Ayo Putri! Pasukan kita telah menghadang pintu masuk agar kita bisa pergi!”
Jones membawa Putri Gwen menuruni menara kamarnya menuju terowongan rahasia.
Ketika menuruni tangga, terdengar suara pertarungan dari prajurit elit milik Putri Gwen seperti sedang berperang diluar.
“Putri, maafkan aku!” Jones menghentakkan tangannya di tubuh Putri Gwen hingga Putri Gwen pingsan.
Ketika pingsan, Putri Gwen menembus waktu kembali ke masa depan sebagai Gwen Carolina.
…
Penginapan Kota Calderok.
Seekor burung elang yang membawa pesan hinggap di jendela kamar Edward.
Edward membuka pesan yang seharusnya diterima oleh Lucius dari Raja Richard.
Pesan itu tertulis, “bagaimana kondisi Edward? Aku telah mengirim Edmud kesana! Tetap jalankan rencana kita, Lucius!”
Membaca pesan yang dikirimkan Raja Richard, Edward berpikir keras untuk menelaah maksud dari pesan itu.
Mengapa Raja Richard mengirim Edmud ke Kota Calderok?
Rencana? Rencana apa yang mereka jalankan?
Edward berusaha berpikir keras, namun setelah menimbang cukup lama Edward mengambil kesimpulan bahwa Lucius dan Raja Richard telah berkhianat padanya.
Tanpa Edward sadari, dibelakangnya sudah ada seseorang.
*Ting
Suara botol kaca yang berisi spell pembuat pingsan dipecahkan di samping Edward.
Edward mencium bau bunga wolfsbane dan terkena sebuah spell yang membuatnya pingsan seketika.
Sebelum Edward pingsan, Edward sempat melihat lambang singa prajurit elit miliknya terpampang di dada orang itu.
Edward kembali merasakan tubuhnya memasuki ruang dan waktu menuju masa depan menjadi Steph Middleton.
…
Kabin pesawat, 30 menit sebelum mendarat di Vienna, Austria.
“Kenapa kalian berdua bangun seperti habis dipukul seseorang?” Jhon menatap Steph dan Gwen yang tiba-tiba terbangun disampingnya.
“Raja Richard berkhianat!” Ucap Steph dan Gwen bersamaan dengan nada yang kesal.
“Jadi kau juga sudah mengetahui Raja Richard yang berkhianat, Gwen?”
__ADS_1
“Ya! Aku mengetahui itu dari prajurit elit yang menjagaku!”
“Kalian berdua tenanglah! Banyak orang menatap kita!” Jhon melihat orang-orang disekitarnya menatap mereka yang tiba-tiba terbangun lalu mengucapkan hal yang aneh.
…
“Tuan dan Nyonya, selamat datang di Vienna, Austria!” Pramugari-pramugari menyapa para penumpang yang akan turun dengan senyuman.
Ini adalah pertama kalinya Gwen menginjakkan kakinya di Benua Eropa.
Angin musim dingin menyapu daratan Eropa yang luas, sinar matahari pagi menyambut kedatangan mereka.
Mereka bertiga langsung berangkat menuju penginapan di pusat Vienna.
Sepanjang perjalanan, Gwen melihat suasana kota yang sibuk, jalanan yang dipenuhi dengan bangunan arsitektur khas Eropa lengkap dengan kubah-kubah megah di sisinya, dan juga beberapa trem yang berbaris membelah jalanan yang sibuk.
Ketika Gwen melihat ada kereta kuda klasik yang digunakan penumpang disana, Gwen merengek pada Jhon dan Steph ingin menaiki itu.
“Aku ingin naik itu! Ayolah, kumohon! Boleh ya temani aku naik.” Puppy eyes Gwen muncul tanpa disadari dirinya sendiri menatap ke Jhon dan Steph.
“Kau memanglah Putri Gwen.” Steph menganggukan kepalanya untuk menemani Gwen.
“Jhon?” Kali ini puppy eyes Gwen benar-benar berada di level yang berbahaya.
“Kalian berdua pergilah. Aku akan menunggu di hotel. Ini alamat yang harus kalian serahkan ke supir taksi lainnya ketika ingin ke hotel.” Jhon sibuk terfokus dengan harta karun, perjalanan, dan persiapan keberangkatan mereka ke lokasi Kastil Hirendel.
“Wah apa ini benar-benar kuda hidup?” Gwen berjalan meneliti dua kuda yang ada di depan kereta itu.
“Dia memiliki gangguan mental, Tuan,” sapa Steph pada sopir delman yang bingung melihat sikap Gwen.
“Gwen ayo naik. Kuda itu bisa menggigitmu!”
Ketika mereka sudah mulai berjalan diatas kereta kuda, Gwen melihat pepohonan yang rindang di sepanjang jalan Kota Vienna, kathredal yang megah, patung-patung tokoh penting, dan patung … Raja Richard?!
“Hei Steph, itu wajah Raja Richard!” Gwen menunjuk ke tengah sebuah spot khusus didepan bangunan yang memiliki arsitektur tua.
Sopir delman itu tertawa melihat sikap udik Gwen ketika mengelilingi Kota Vienna, dan sopir itu hingga bertanya pada Steph, “geht es ihm wirklich gut?”
Steph tertawa mendengar sopir delman itu hingga mencemaskan Gwen, “geistig ernsthaft beunruhigt, Sir.”
“Haha, sehr unglucklich, obwihl sie so schonist.” Sopir delman itu menatap Gwen dengan tatapan kasihan.
Steph dan sopir delman itu sepanjang jalan menceritakan beberapa sejarah penting di Austria, hingga Steph menanyakan beberapa informasi tentang Kerajaan Hirendel.
Berdasarkan informasi dari sopir, memang benar Kerajaan Hirendel dulu pernah ada disana. Namun semua dinastinya berhenti akibat seluruh keluarga kerajaan dibunuh saat berperang melawan armada pasukan dari barat dan utara.
…
Malam hari di Kota Vinna kembali menyambut mereka bertiga dengan hangat.
Setelah puas berkeliling Kota Vienna, Steph berdua bersama Jhon istirahat lebih dulu.
Gwen masih tertarik dengan Kerajaan Hirendel, karena begitu minim informasi yang tersebar di internet mengenai kerajaan itu. Namun, Jhon sudah mempersiapkan semuanya untuk besok mulai dari lokasi, transportasi, penginapan, dan semuanya.
__ADS_1
Dalam tidurnya, Steph memasuki dimensi waktu dan menjadi Pangeran Edward :
Edward membuka matanya perlahan.
Ia mendapati dirinya terbaring di sebuah terowongan gelap yang berair dan berbau amis.
Ketika Edward baru saja terbangun, Edward menyadari bahwa dirinya sudah diikat dengan mulut yang tertutup dengan kain.
Edward mendengar suara langkah kaki mendekat kearahnya dari balik terowongan.
*Tak-tak-tak
Suara kaki itu kian mendekat kearah Edward yang sudah tidak dapat bergerak dengan bebas.
Kilatan cahaya dari obor menerangi wajah orang yang berjalan mendekatinya, ternyata itu adalah Penny.
“Yang Mulia Pangeran Edward, maafkan sikap kami melakukan ini padamu. Sebelum aku membuka ikatan Yang Mulia, Yang Mulia harus mendengar penjelasanku dulu.
Para assassins yang menyerang kita merupakan suruhan Edmud untuk menangkap kita, dan seorang assasin yang kita lepaskan kemarin melaporkan semua ini pada Edmud.
Raja Richard juga memberikan informasi pada Edmud tentang keberadaan kita disini sehingga Edmud menarik pasukannya yang sedang menyerang Kerajaan Hirendel menuju kemari, mengabaikan Putri Gwen karena Edmud mengira Raja Richard akan menahan Putri Gwen untuknya.
Raja Richard sengaja membuat Edmud percaya bahwa Kerajaan Hirendel mengkhianati Yang Mulia Pangeran Edward dan Yang Mulia Putri Gwen.
Hal ini sudah dibicarakan Raja Richard bersama Kaptel Lucius untuk menghindari lebih banyak pasukan Kerajaan Hirendel yang mati dengan sia-sia sebelum penyerangan Yang Mulia Edward menuju Kerajaan Victoria.
Jadi Raja Richard hanya berpura-pura berkhianat untuk menyelamatkan Kerajaan Hirendel dan juga Putri Gwen dari serangan Edmud.
Sekarang seluruh pasukan kita sudah aman dan menunggu Yang Mulia di hutan selatan bersama Guntar. Seluruh pasokan perbekalan juga sudah mencukupi untuk keberangkatan kita. Sekali lagi, maafkan ketidaksopanan kami Yang Mulia.”
Penny segera melepaskan kain yang menutup mulut Edward dan ikatan yang ada di tangannya.
Edward langsung berdiri setelah ikatannya dilepas, dan Edward langsung memeluk Penny dengan erat.
“Yang Mulia?” Bisik Penny ketika berada dalam dekapan Edward.
Edward langsung melepaskan pelukannya, mendekap wajah Penny, membawa wajah Penny mendekat kearahnya, dan mulai mencium bibir Penny dengan hangat.
Setelah satu menit berada dalam ciuman Edward, dada Penny bergejolak bahagia, jantungnya berdetak menggila, dan wajahnya memerah ketika dicium Edward.
Saat Penny mulai terhanyut, Edward langsung melepaskan ciumannya dan menatapnya dengan kedua mata Edward.
“Terima kasih, Penny. Maafkan aku sempat mengira bahwa kalian mengkhianatiku.”
“Tidak, terima kasih Yang Mulia.”
“Ayo, kita pergi.” Edward menggenggam tangan Penny dan membawanya keluar menuju Hutan Selatan.
Edward bersama pasukannya sudah siap untuk berangkat ke Negeri Dwarf di Kota Dwarfhold.
Kabarnya Kota Dwarfhold adalah kota yang berada di ‘atas langit’ karena mereka sangat ahli dalam permesinan, medis, dan perlengkapan perang.
Setelah menuju Kota Dwarfhold, Edward bersama prajuritnya akan berlayar jauh ke barat untuk bertemu dengan pasukan Sparta yang saat ini dipimpin oleh Raja Midas, pahlawan terkuat sepanjang sejarah.
Dan yang terakhir, Edward akan berkelana lebih jauh menembus lautan Atlantik yang dingin menuju ke Finlandia dan Greenland dimana mereka akan meminta bantuan dari Bangsa Viking.
... "Adventure Is Unlimited"...
... -EDWARD, THE PRINCE-...
__ADS_1