
Kami berdua berenang ke permukaan untuk menghindari amukan Sang Kraken.
*Wush
Setibanya kami di permukaan, kami melihat sebuah gurita berukuran raksasa sepanjang 100 meter muncul dari dalam lautan ganas itu.
*Roar!!!
Auman Sang Kraken itu memecahkan suara badai petir yang menggelora.
Ukuran tubuhnya yang masif, membuat siapapun ketakutan dan ingin berlari sejauh mungkin.
Namun itu tidak berarti untuk pasukan elit seperti aku dan Kapten Jones.
“Lucius, barrier!!!” teriak Kapten Jones sambil mempersiapkan pedang petirnya.
Barrier itu untuk menghalangi ledakan di lautan dari Kapal Royal Roach, yang akan dikeluarkan kedua Kapten ini.
*Slurp!
Sebuah barrier petir berukuran raksasa kini terbentuk di sekeliling mereka. Hingga saat ini hanya ada mereka berdua dan Sang Kraken didalam barrier itu.
Kapten Jones langsung mengangkat kedua tangannya dan tanganku bersamaan.
“Hiya!!!”
*Boom!!!
Ledakan dari sambaran petir yang kami berdua keluarkan langsung mengenai Sang Kraken.
Setelah mengeluarkan kekuatan yang masif, aku langsung pingsan. Untungnya di lautan itu ada Kapten Jones, sehingga ia yang membawaku kembali ke Kapal Royal Roach.”
*****
Selama 1 minggu mengarungi lautan tanpa hambatan, Edward dan para pasukannya akhirnya tiba di Kota Dwarfhold, Negeri Para Dwarf.
Di pagi hari yang baru terbit, kapal Edward bersandar di pelabuhan yang terlihat begitu megah.
Jauh dibelakang pelabuhan ini, terlihat sebuah kota besar yang terdapat di atas awan.
Entah kenapa dan bagaimana, Kota Dwarfhold bisa melayang di udara.
Ketika Edward turun dari kapalnya, ia didatangi seorang Dwarf.
“Salam, pendatang baru! Perkenalkan, hamba adalah Bjorn! Siap melayani anda!” Seorang Dwarf yang berjenggot kepang, bertubuh kecil, namun di seluruh tubuhnya terlihat berotot menyambut kedatangan Edward dan pasukannya.
“Salam, Bjorn! Aku adalah Edward Collins, dari Kerajaan Victoria!”
“Pangeran Edward dari Victoria? Sungguh kehormatan bagi Negeri Para Dwarf dapat menyambut kedatangan Paduka!”
Bjorn langsung mempersilahkan Edward dan rombongannya untuk naik ke kendaraan khusus untuk naik ke Kota Dwarfhold.
__ADS_1
Kendaraan khusus itu terlihat seperti kapal, namun dilengkapi dengan layar yang besar, sayap yang membentang luas, dan beberapa alat-alat aneh.
Sambil mendampingi Edward naik, Bjorn memperkenalkan kendaraan itu pada Edward.
“Paduka, ini adalah Kapal Terbang Dwarf. Kami para Dwarf telah menemukan teknologi yang dapat membuat kapal ini terangkat ke udara.
Teknologi yang sama juga kami gunakan pada Kota Dwarfhold, agar menghindari ancaman alam dan ancaman perang dari Kerajaan Empress.”
Putri Sophia yang merupakan seorang insiyur, tergila-gila akan teknologi yang dilihatnya sekarang ini yang terpasang di Kapal Terbang Dwarf.
“Bjorn, apakah kapal ini aman untuk mengudara?” tanya Edward setelah para pasukannya baru saja menaiki Kapal Terbang Dwarf.
“Paduka, anda tenang saja. Kapal ini bahkan mampu mengangkat 1000 orang tanpa masalah. Teknologi yang kami gunakan di kapal ini sangatlah canggih.”
*Wush
Perlahan, Edward merasakan kapal itu mulai terangkat dari tanah.
“Bjorn!” Edward merasa cukup takut saat kapalnya mulai naik.
*Hap
Ratu Aerin langsung memeluk suaminya yang ketakutan.
“Edward … kau takut terbang? Jika boleh, kita akan menaiki Erenel milikku,” ucap Ratu Aerin memeluk Edward sambil mengusap bahu suaminya.
“Ya … ya … Erenel saja!” Edward merasakan kakinya mulai gemetaran.
“Erenel!”
*Wush
Bjorn dan Para Dward seketika terbalak kagum melihat Erenel yang terbang mengarah kepada mereka.
“Jadi … jadi inilah Eagle Spartan yang legendaris itu?!” gumam Bjorn dalam hatinya dengan mulut yang terbuka menatap kearah Erenel.
*Tap
Erenel langsung mendarat di kapal terbang itu.
“Sayang, pegang tanganku. Ayo kita naik.” Ratu Aerin membantu Edward yang masih gemetar itu naik ke Erenel miliknya.
Semua prajurit Edward menahan tawa melihat kelemahan Edward yang baru pertama kalinya menaiki kapal terbang.
*Hap
Kini Edward sudah naik di atas tubuh Erenel sambil berpegangan dengan kuat pada Ratu Aerin.
“Sayang, kita akan terbang perlahan ya. Jangan pernah melepaskan dekapanmu atau kau akan jatuh!” Ratu Aerin bercanda demi mendapatkan dekapan hangat Edward di pinggangnya.
“Ya … ya terserah!” Edward langsung melingkarkan kedua tangannya di pundak Ratu Aerin ketika Erenel mulai mengepakkan sayapnya.
Kerajaan Dwarf merupakan sahabat dari Kerajaan Victoria.
Raja Julien dari Victoria merupakan sahabat dari mendiang Raja Rohrn dari Dwarfhold, Ayahanda dari Ratu Vonsgarl.
Dulunya, Kerajaan Victoria adalah salah satu kerajaan yang membantu Kerajaan Dwarf untuk berperang memperebutkan tanah leluhur mereka, 10 tahun yang lalu dari Para Orc.
__ADS_1
Karena itu, hingga saat ini semua orang yang berasal dari Kerajaan Victoria disambut dengan hangat oleh Kerajaan Dwarf.
Kedatangan Edward kali ini adalah untuk meminta dukungan militer dari Ratu Vonsgarl.
Bangsa Dwarf yang dipimpin oleh Ratu Vonsgarl, merupakan bangsa kerdil yang terkenal sangat bersahat dengan manusia, tapi merupakan musuh dari para Orc.
Ketika tadinya melihat para Orc yang datang bersama Edward, Bjorn sempat khawatir, namun setelah melihat bendera Kerajaan Victoria terbentang seketika para penjaga di pelabuhan itu menjadi lebih tenang.
.
Saat ini, Edward sedang mendekap pinggang ramping Ratu Aerin diatas Erenel.
Ratu Aerin sengaja melepaskan kemudinya dari leher Erenel, agar Edward dapat memeluknya, bahkan mungkin bisa mendapatkan jatahnya saat itu juga.
“Whoa!!! Aerin!!!” teriak Edward saat melihat Ratu Aerin melepaskan kemudinya dan berbalik badan menatap kearah Edward.
“Berikan jatahku sekarang, dan akan kupastikan Edward-ku aman!”
“Apa kau gila?! Kita sedang berada diatas udara seperti ini malah minta jatah lagi?!”
“Ya sudah, maka Erenel akan menukik ke bawah dan menjatuhkan kita berdua!”
Edward perlahan merasakan Erenel mulai menukik tajam ke bawah.
Dengan ketakutan yang semakin menggila, Edward akhirnya terpaksa harus mengikuti kemauan Ratu Aerin yang aneh itu demi menyelamatkan nyawanya sendiri.
“Huh! Baiklah!” Edward dengan ganasnya membuka zirahnya, menangkap kedua tangan Ratu Aerin, dan mendekap tubuh Ratu Aerin di bawahnya.
“Ed … Edward. Ayo lakukan sesukamu,” ucap Ratu Aerin dengan pasrah sambil mulai mencium bibir Edward-nya.
Ketika mereka sedang melakukan ritual itu diatas punggung Erenel, perlahan, Erenel menjadi stabil lagi.
“Wanita ini sungguh gila. Bagaimana dia terpikirkan untuk meminta jatah saat sedang terbang seperti ini?!” gumam Edward dalam hatinya sambil memasukkan sesuatu ke tubuh Ratu Aerin.
Selama 30 menit mengudara dengan stabil, akhirnya Edward berhenti melakukan ritualnya pada Ratu Aerin setelah melihat bayangan Kota Dwarfhold di depan mereka.
“Aerin, kita sudah hampir tiba. Pakailah kembali pakaianmu.” Edward memandang kearah Ratu Aerin yang masih terbaring lemas dengan wajah yang terlihat sangat puas.
“Oh Edward sayang, kau sangat buas. Terima kasih, aku semakin candu padamu.”
“Berisik! Setelah ini takkan pernah ada jatah lagi!”
Ketika berusaha duduk dan mencari pakaiannya, Ratu Aerin melihat pakaiannya sudah robek semua karena keganasan Edward.
“Edward! Kau terlalu buas hingga merobek semuanya! Lihatlah, sekarang aku akan pakai apa?!”
“Merepotkan.” Edward langsung membuka mantel berbulu harimau dari tubuhnya, lalu memasangkan mantel itu di tubuh Ratu Aerin.
Ketika Edward baru saja selesai memasangkan mantel di tubuh Ratu Aerin, jauh di bawah mereka terdengar sebuah…
*Boom!!!
Ledakan yang cukup besar.
Terlihat sebuah pertarungan besar di bawah mereka.
Dan pertarungan hebat itu dilakukan oleh dua ekor naga yang saling menembakkan api dari mulut mereka.
__ADS_1
@devianart