Throne Of Valor

Throne Of Valor
Fall In Love


__ADS_3


Kerajaan Britania Raya,


Kota St. Peter.


Siang hari di musim gugur mulai terbit tinggi, bentangan langit biru meluas, dan hamparan rerumputan di ladang anggur yang indah.


Saat ini, Putri Gwen dan Pangeran William sedang dalam perjalanan kembali ke Kastil St. Peter.


Pangeran William mengajak Putri Gwen untuk menaiki kuda, namun karena keindahan bentangan alam di Kerajaan Britania Raya begitu mempesona, Putri Gwen ingin berjalan kaki dan menikmati keindahan di tempat itu.


Saat ini, kaki mereka berdua sedang menapak diatas jalan setapak yang di pinggirnya adalah ladang anggur, dan di sisi lainnya adalah sungai dangkal berisi ikan-ikan salmon.



“William, ceritakan tentang dirimu. Sebelum aku menikah denganmu, aku ingin tahu lebih tentangmu.” Putri Gwen menatap mata biru Pangeran William yang sedang memegang pelana kuda mereka.


“Hm, tidak banyak hal-hal menarik tentangku, Gwen. Dibalik gelarku sebagai Pangeran, aku adalah pria biasa yang mencintai perdamaian, mencintai senyuman para rakyat, dan lebih suka berbagi daripada menikmati sendiri,” jawab Pangeran William tersenyum menatap kearah Putri Gwen.


“Aku banyak mendengar tentangmu dari Kapten Jones. Kalau begitu, aku akan menikahi pria yang baik.”


Putri Gwen menadahkan pandangannya ke langit biru, dan memikirkan tentang Edward yang sangat dicintainya.


“Gwen! Lihatlah salmon-salmon itu! Bukankah kau ingin menangkapnya?!” Pangeran William berusaha membuat senyuman di bibir Putri Gwen dengan mengalihkan fokusnya pada ikan-ikan yang saat ini sedang melompat-lompat disamping mereka.


*Byur


Pangeran William langsung melompat ke sungai dangkal itu, lalu mulai berusaha menangkap ikan disana dengan tangan kosong.


“Eh! William, aku ragu apakah kau benar-benar seorang Pangeran,” ucap Putri Gwen menggelengkan kepalanya saat melihat Pangeran William melompat kesana-kemari di tengah sungai.


“Gwen! Kemarilah ini menyenangkan!”


Pangeran William berlari kearah Putri Gwen, mengangkat tubuhnya ala bridestyle, lalu membawanya ke tengah sungai dangkal itu.


“Eh … William, kenapa tiba-tiba seperti ini?” Putri Gwen merasakan pipinya menghangat ketika tubuhnya diangkat oleh Pangeran William.


*Byur!


Ternyata Pangeran William melepaskan dekapannya dari tubuh Putri Gwen saat tiba di tengah sungai, sehingga Putri Gwen terjatuh dan basah kuyup.


“William! Kau menyebalkan!”


“Gwen! Ada ikan masuk ke dalam gaun mu!”


“Hua! Dimana-dimana dia! William tolong! Ada sesuatu bergerak di dalam gaun ku!”


Melihat sisi lain Putri Gwen yang menggemaskan, Pangeran William hanya tertawa terbahak-bahak menyaksikan Putri Gwen berteriak sambil berusaha mengeluarkan sesuatu dari dalam gaun nya.

__ADS_1


🍂



Kastil St. Peter, Kerajaan Britania Raya.


Matahari mulai terlihat terbenam bersembunyi di balik lautan luas.


Saat ini, Putri Gwen sedang duduk diatas balkon kastil yang dibawahnya terlihat bentangan kota-kota indah yang tertata rapi, dan tepat di depan matanya adalah matahari yang sedang terbenam.


Kastil St. Peter berada di puncak bukit, jadi seluruh pemandangan disana dapat diamati dari atas kastil itu.


“Pangeran William sangat menyebalkan! Huh! Dia sengaja memasukkan ikan itu ke dalam gaun ku! Ketika aku sedang mandi, dia sengaja mengambil semua handuk milikku jadi aku harus keluar dengan bertutup perisai besi! Menyebalkan … menyebalkan!!!” gumam Putri Gwen sambil menghentakkan kakinya di lantai marmer dengan wajah yang cemberut.


Putri Gwen merasa angin laut mulai berhembus dengan lembut menerpa dirinya.


Perlahan, Putri Gwen kembali teringat akan Edward. Satu-satunya pria yang dapat meluluhkan hatinya hingga saat ini.


Ia mengambil pena dan secarik kertas, lalu menuliskan sebuah surat untuk Edward.


Dalam surat itu tertulis,


“Teruntuk Edward,


Hai Edward bagaimana kabarmu dan kabar istrimu di sana?


Aku harap kalian baik-baik saja.


Kudengar kalian saat ini sudah berada di Kota Dwarfhold, yang berada di atas awan.


Aku sangat ingin pergi ke sana, namun aku sedang dalam tugas khusus sekarang.


Dan … Edward, aku akan segera menikah dengan Pangeran William di musim semi setelah musim dingin tahun ini.


Pernikahan ini adalah syarat agar Kerajaan Britania Raya memberikan sokongan militer untuk membantu Kerajaan Victoria dan Kerajaan Hirendel berperang melawan Pasukan Edmud.


Aku tidak punya banyak waktu untuk berpikir, atau bahkan menolak setiap syarat itu mengingat urgensi dari misi kita.


Jadi … semoga kita berdua bahagia dengan masing-masing pasangan kita, ya, Edward.


Selamat berpetualang, pria yang kucintai.


-Dari Putri Gwen Wisse.”


Air matanya tak dapat dibendung lagi, dada Putri Gwen terasa sesak.


Namun, sebagai seorang Putri yang jalan kehidupannya terikat pada peraturan kerajaan, tak ada pilihan lain selain tetap kuat dan tegar.


Saat sedang menangis terisak-isak, Putri Gwen melihat ada uluran tangan yang berisi sapu tangan di depannya.

__ADS_1


Putri Gwen menadahkan pandangannya kepada orang yang mengulurkan tangannya.


“William … terima kasih.” Putri Gwen mengambil sapu tangan itu dan menghapuskan air matanya yang berjatuhan dari pipinya.


“Gwen, aku percaya kau bisa melakukan ini. Kau adalah wanita yang tangguh, tentu saja hal seperti ini akan dilalui olehmu dengan mudah. Kau adalah Putri terbaik!” ucap Pangeran William menatap mata rose Putri Gwen.


Meskipun Pangeran William tidak tahu alasan Putri Gwen menangis, namun Pangeran William berusaha untuk tidak menanyakan apapun.


Karena yang dibutuhkan seorang wanita saat ia menangis adalah sebuah pelukan dan motivasi.


*Hap


Pangeran William memeluk tubuh hangat Putri Gwen yang sedang duduk menghadap kearah matahari terbenam.


Putri Gwen membalas pelukan itu, sambil terus menangis tanpa mengatakan apapun.


“Hei … kehidupan ini indah bukan? Lihatlah ke depan kita sekarang.” Pangeran William mengusap kening Putri Gwen, lalu bergeser sedikit agar Putri Gwen dapat melihat pemandangan di depannya.



“Ini … sangat indah, William.”


“Kalau begitu, jangan membuat air matamu melupakan kehidupan yang indah ini. Lihatlah, petualangan yang menantang sedang menunggumu di balik luasnya lautan itu.”


“William … kau melakukan ini … demi diriku?”


“Tentu saja untuk menghiburmu! Bagaimanapun, menjahili calon istriku adalah jalan ninjaku!”


“William kau menyebalkan! Kenapa kau memasukkan ikan itu ke dalam gaunku!” Putri Gwen menatap tajam Pangeran William.


Menyadari dirinya sedang berada dalam posisi sulit, Pangeran William harus memutar otaknya mencari cara agar dapat kabur dari Putri Gwen.


“Hei Gwen, lihat itu! Ada meteor jatuh!”


“Hah? Mana?!”


Ketika Putri Gwen sedang melihat kearah yang ditunjuk, Pangeran William ternyata sudah lari jauh.


“Hei kau!” Putri Gwen berlari mengejar Pangeran William dengan perasaan yang perlahan merasa lebih baik.


Meskipun menggunakan gaun, ternyata lari Putri Gwen jauh lebih cepat dari Pangeran William.


*Hap


Putri Gwen berhasil mendapatkan Pangeran William, namun sayangnya lagi-lagi mereka berada dalam posisi romantis.


Dengan tubuh Putri Gwen diatas tubuh Pangeran William, tepat di tengah-tengah ruang aula Kastil St. Peter yang dipenuhi dengan lukisan.


“Gwen, aku mencintaimu.”

__ADS_1



__ADS_2