
Author’s Notes : Agar ceritanya nyambung, pastikan kalian sudah baca Chapter 13 dan Chapter 26 ya! Happy reading.
Meskipun dalam ketakutan, Edward tetap menutup kedua matanya demi melindungi dirinya dari serangan dalam gelapnya kabut.
“Bagus! Bagus!~
Kau mulai termakan ketakutan~”
Tiba-tiba suasana menjadi hening di dalam kabut pekat itu.
Edward perlahan berdiri dan mengangkat perisainya keatas.
Saat sudah bertapak diatas kedua kakinya, Edward merasakan sekujur tubuhnya membeku.
Membeku karena ketakutan dalam hati, sehingga para Wraith itu dengan mudah mulai mendekati tubuh Edward.
Perlahan, Edward membuka matanya dan melihat sekelilingnya.
Edward memandang kearah batu kecil di depannya, saat ini disana seorang wanita yang selama ini ada dihatinya, Putri Gwen, terlihat sedang berdiri dengan tatapan mata yang kosong.
“Gwen … kau kah itu? Gwen … Gwen kemarilah! Gwen!!!” Edward berlari sekuat mungkin mengejar sosok Putri Gwen yang menghilang dalam kabut pekat itu.
*Tap
Edward menapakkan kakinya diatas batu kecil, tempat Putri Gwen tadi terlihat berdiri.
Tiba-tiba, dari atas batu ini Edward memandang kearah belakangnya.
Disana terlihat Edmud, adiknya, sedang menancapkan pedangnya di tubuh Putri Gwen.
“Gwen!!! Awas!!!”
*Wush
Edward melompat dengan satu lompatan dahsyat, sehingga lompatannya menghancurkan batu kecil tempat ia berdiri tadi.
“Edmud!!! Matilah!!!” teriak Edward dari atas udara sambil mengayunkan pedang Ultima nya kearah sosok yang mirip dengan Edmud yang sedang menancapkan pedang di tubuh Putri Gwen.
*Duar!!!
Suara ledakan dahsyat yang dihasilkan pedang Ultima, menancap dan menghancurkan tanah di sekitarnya hingga retakannya tersebar luas.
Namun, bayangan Edmud dan Putri Gwen itu menghilang dari depannya.
“Edward, ini Ayah. Kemarilah, Nak.” Edward mendengar suara Raja Julien memanggilnya dari balik kabut di samping kanan nya.
Perlahan, Edward berjalan dengan pasrah kearah sosok Raja Julien.
Edward bahkan menanggalkan pedang dan perisai Ultima miliknya, sesaat ketika ia mendekat kearah Ayahnya.
Ketika sudah berjarak 2 meter dari sosok Raja Julien, Edward melihat ada yang berbeda dari cincin yang ada di tangan sosok Raja Julien itu.
Raja Julien yang sebenarnya selalu menggunakan cincin pusaka suci peninggalan Ibunya, Claudia Middleton yang memiliki gelar Panglima Para Valkyrie.
Seketika itu juga, Edward menyadari bahwa semua itu adalah ilusi dari dalam hatinya.
"Ini hanya ilusi! Edward, sadarlah!" batin Edward berusaha menghentikan langkah kakinya mendekat kearah sosok Raja Julien.
Anehnya, kaki Edward terus menerus mendekat dengan perlahan kearah sosok Raja Julien yang sedang membuka dekapannya itu.
“Edward! Bagun! Ingat, bukan kekuatan yang menjadikanmu kuat namun keberanian yang ada dalam hatimu!” suara Putri Gwen berbisik dari dalam lubuk hati Edward.
__ADS_1
Setelah mendengar bisikan Putri Gwen dari dalam hatinya, kini Edward mendengar lagi bisikan lagi dari sang Ibu berkata, “Ibu akan selalu memerhatikanmu dari atas dan berdoa untukmu, anakku. Ingat pesan Ibu, keberanian akan mengalahkan kekuatan yang besar!”
Bisikan sang Ibu takkan pernah bisa di manipulasi atau di tiru oleh para Wraith yang hina, sehingga Edward sadar bahwa itu adalah bisikan yang sebenarnya dari sang Ibu dan Putri Gwen.
Entah kenapa, Edward mulai merasakan tubuhnya dipenuhi dengan bisikan-bisikan dari orang-orang terdekatnya.
Mereka semua memberikan semangat pada Edward dari dalam lubuk hatinya.
Ketika tangan sosok Raja Julien hampir menyentuh tangan Edward, seketika itu juga mata Edward terbuka dengan sadar.
*Wush!
Sebuah sabit tajam teryun dengan kecepatan penuh, untungnya Edward segera sadar dari ilusi yang diciptakan para Wraith itu sehingga Edward berhasil menghindar.
Edward mengangkat tangannya keatas, dan memanggil Sword Of Light miliknya.
(Fyi : Sword Of Light pada dasarnya bersifat seperti Mjonir, Palu Thor, yang bisa di panggil kapan saja. Namun Sword Of Light hanya akan muncul jika Edward memiliki cukup keberanian dengan hati yang benar-benar bersih. Kemunculan Sword Of Light berasal dari kumpulan cahaya kemurnian dan keberanian hati Edward, sehingga pedang ini akan di summon langsung ke tangan Edward. Penjelasan rinci ada di Chapter 13 berjudul Valkyrie Sword Of Light.)
Kini terlihat di tangan kanan Edward terkumpul cahaya-cahaya berkilauan, cahaya itu menandakan kehadiran pedang pusaka suci, Sword Of Light.
Kehadiran itu juga menandakan ledakan keberanian yang muncul dari hati Edward, dari kata-kata sang Ibu dan Putri Gwen.
*Kling!
Pedang itu muncul di tangan Edward, namun bentuknya sudah sangat berbeda dari sebelumnya.
Sebelumnya pedang itu hanya terlihat seperti pedang biasa yang setiap tebasannya mampu membelah batu besar, kini pedang itu terlihat seperti petir yang terkompresi menjadi bentuk pedang.
*Duar!
Ledakan dahsyat ketika pedang itu berhasil sepenuhnya terbentuk di tangan Edward.
Menyadari kekuatan Edward yang sebenarnya telah bangkit, para Wraith itu memanggil lebih banyak pasukannya dan mulai menyerang kearah Edward.
*Wush!
Satu lompatan dari Edward membawa tubuhnya melambung tinggi ke udara.
Edward mengangkat pedangnya keatas dan bersiap menukik dengan kecepatan tinggi.
*Wush
Edward menukik kearah para Wraith di bawahnya.
*Duar!!!
Ledakan petir yang dahsyat menghancurkan lokasi itu, juga para Wraith yang ada di sekelilingnya.
…
Kini Edward sedang bersandar dalam lindungan sayap Erenel, di lokasi yang baru saja diledakkannya tadi.
Edward memandang ke atas, dan terlihat salju perlahan turun menutupi lokasi itu.
Kehangatan sayap Erenel membuat Edward perlahan tertidur.
__ADS_1
Dengan turunnya salju kali ini, Edward merasa dalam tidurnya ia mulai menembus ruang dan waktu ke masa depan.
****
Masa depan,
Kota Albama, Amerika Serikat.
Pagi yang tertutup awan telah terbit, dan juga musim gugur telah berlalu hingga sekarang hujan salju mulai turun.
Selama satu tahun setelah tahun kemarin dalam setiap mimpi Steph, Steph tidak pernah lagi melompat ke masa lalu dan memerankan Edward.
Namun anehnya, pagi ini ia terbangun dengan ingatan tentang Edward.
Ingatan perjalanan yang dilakukan Edward selama satu tahun penuh, di masa lalu.
“Salju? Apa hubungan salju dengan semua ini? Kenapa ketika musim dingin di mulai, aku merasakan kembali terhubung dengan Edward di masa lalu?” batin Steph sambil memegangi kepalanya yang terasa cukup pusing.
Dari dalam kamarnya, Steph langsung menghubungi Gwen Carolina dan Jhon Austin.
Steph mengundang mereka untuk berdiskusi tentang apa yang dialami nya pagi ini ketika terbangun.
Setelah menunggu 30 menit, kini Gwen dan Jhon tiba di rumah sederhana milik Steph, yang berada di pinggiran kota Albama jauh dari keramaian.
“Hei Gwen apa kabarmu? Lama tidak bertemu. Dalam 1 tahun ini wajahmu terlihat semakin cantik,” sapa Jhon menatap wajah merona Gwen di ruang tamu.
“Cih! Menyebalkan! Masih suka menggoda mantan pacarku!” batin Steph sambil membawakan teh hangat.
Gwen menatap gembira kearah Steph yang memegangi nampan, sambil mendorong kursi rodanya.
“Steph, kau ini masih saja memaksakan dirimu.” Gwen mendekat kearah Steph sambil mendorong kursi rodanya.
“Jadi, alasan apa yang membuatmu mengumpulkan kita bertiga disini, hm?” Jhon mulai serius bertanya.
“Kau tahu, tahun kemarin aku dan Gwen sama-sama memerankan seseorang di masa lalu. Namun dalam satu tahun lamanya setelah musim dingin, kami berdua tidak pernah lagi melompat ke masa lalu. Namun pagi ini, aku terbangun dengan ingatan seluruh perjalanan Edward di masa lalu dan merasa kembali terhubung dengannya.”
Gwen menatap Steph dengan alis yang melebar, rupanya apa yang dialami Steph pagi ini juga sama persis dengan yang dialaminya tadi pagi.
“Steph, aku juga sama sepertimu! Terakhir yang kuingat adalah aku sedang mempersiapkan pernikahanku dengan William ketika musim semi tiba, lalu aku kelelahan dan tertidur dalam kamarku!”
“Cih! Ternyata Gwen akan benar-benar menikah dengan William! Tak bisa dibiarkan!” batin Steph menatap dengan cemburu kearah Gwen.
“Hm, berdasarkan pengalaman kalian berdua, aku menyimpulkan sementara bahwa semua ini ada hubungannya dengan musim dingin.
Tunggu, kalian saat ini kecelakaan ketika musim dingin?” Jhon memegangi dagunya sambil menatap serius kearah Steph dan Gwen.
“Benar! Kami kecelakaan disaat badai salju!”
“Berarti benar apa yang ku simpulkan barusan. Entah apa dan kenapa, kita harus menyelidikinya lebih lanjut,” jawab Jhon sambil membuka-buka buku-buku yang menuliskan tentang kejadian yang sama pada orang lain.
Steph mengarahkan pandangannya ke wajah merona Gwen yang duduk di sebelahnya.
“Gwen … meskipun Edward yang bodoh itu mulai mencintai Ratu Aerin, namun aku, Steph Middleton sebagai diriku sendiri masih mencintaimu Gwen. Aku tidak rela melepaskanmu menikah dengan William.”
⛅🌨️
Author’s Notes : Jadi terjawab ya kenapa Edward tidak bisa melupakan Putri Gwen, karena perasaan Steph yang terhubung dengan Edward yang masih mencintai Gwen di masa lalu dan masa depan.
Hanya di setiap musim dingin, Steph dan Gwen Carolina akan terhubung dengan Pangeran Edward Collins dan Putri Gwen Wisse.
Kenapa hanya musim dingin? Well jawabannya akan terjawab di beberapa chapter ke depan dalam penyelidikan mereka bertiga.
Di masa depan ini tentunya ada reinkarnasi Edmud, dan dia tetap akan menjadi tokoh antagonis di 2 masa.
__ADS_1
...Gwen Carolina...