Throne Of Valor

Throne Of Valor
Another Aerin


__ADS_3


Meskipun menggunakan gaun, ternyata lari Putri Gwen jauh lebih cepat dari Pangeran William.


*Hap


Putri Gwen berhasil mendapatkan Pangeran William, namun sayangnya lagi-lagi mereka berada dalam posisi romantis.


Dengan tubuh Putri Gwen diatas tubuh Pangeran William, tepat di tengah-tengah ruang aula Kastil St. Peter yang dipenuhi dengan lukisan.


“Gwen, aku mencintaimu.”


Putri Gwen terhanyut dengan suasananya, hingga tidak mendengarkan apa yang baru saja diungkapkan oleh Pangeran William padanya.


“Ehm, Gwen,” dehem Pangeran William karena Putri Gwen terlalu lama berbaring diatas tubuhnya, sehingga punggung Pangeran William mulai pegalinu.


“Eh ….” Putri Gwen tersadar dan langsung bangkit dari tubuh William, menunduk dengan pipi yang memerah.


“Gwen, apa kau mencintaiku juga?”




3 hari setelahnya.


Kota Dwarfhold, Kerajaan Dwarf.


Pagi yang indah kini terbit dari balik awan-awan yang menggumpal di hadapan Edward.


Edward saat ini sedang duduk di tepi Kastil Vonsgarl.


Tepat di bawah kakinya saat ini adalah rumah para naga, sehingga banyak naga bertarung jauh di bawah kakinya. Mereka memperebutkan teritori, pasangan, dan berebut kekuasaan.


*Hap


Sebuah tangan lembut mendarat di pundak Edward.


“Pangeran Edward? Apa yang kau lakukan disini?”


Edward menatap orang yang menepuk pundaknya.


“Duduklah, Ratu Vonsgarl. Aku sedang menikmati suasana disini, semuanya terasa indah bagiku. Hanya saja … terasa ada sesuatu yang kosong dalam hatiku.”


Ratu Vonsgarl adalah pemimpin tertinggi di Kerajaan Dwarf yang terbentang luas diatas langit.


Ayah Ratu Vonsgarl, Raja Rohnrn, merupakan sahabat baik Raja Julien. Dulunya sebelum dijodohkan dengan Putri Gwen dari Hirendel, Edward terlebih dahulu dijodohkan dengan Ratu Vonsgarl yang terkenal akan kehebatannya di medan pertempuran karena sifatnya yang bengis.


Namun sifat bengisnya hanya berlaku untuk para musuhnya, itu tidak berlaku untuk saudara, sahabat dan teman para Dwarf.


Ratu Vonsgarl adalah Ratu paling bijak di belahan Bumi Selatan.


Semua keputusannya berharga sangat mahal hingga terkadang Kerajaan Dwarf seringkali kedatangan tamu yang berasal dari lokasi yang sangat jauh, seperti dari Kerajaan Majapahit dari Asia Tenggara.


“Ada apa Edward? Kau terlihat sedih,” tanya Ratu Vonsgarl saat baru saja duduk di samping Edward.


“Aku membaca sebuah surat yang dikirimkan seorang wanita yang kucintai. Dalam pesan itu tertulis bahwa ia akan segera menikah.”


*Hap


Ratu Vonsgarl mendekap Edward kedalam pelukannya.


“Aku tahu seperti apa rasanya itu, karena aku pernah mengalaminya dulu dari dirimu. Meskipun saat ini aku masih mencintaimu, namun kau harus tahu bahwa cinta bukan hanya tentang harus memiliki. Terkadang kau harus melepaskan dengan lapang dada.


Namun bukan berarti kau harus menyerah, kesempatan itu selalu ada.”


“Jadi … aku harus bagaimana sekarang, Ratu?”


“Apa kau sangat mencintai wanita itu?”


“Telah banyak ujian yang kuhadapi, namun tetap saja aku sangat mencintainya.”

__ADS_1


“Kalau begitu, pergilah dan kejarlah sebelum terlambat. Sampaikan rasa mu dan mintalah pendapatnya.”


“Ratu Vonsgarl, kau adalah yang terbaik.”


Tak jauh dari belakang Edward di balik tembok, Ratu Aerin mendengar semua yang Edward katakan bahwa Edward masih mencintai wanita lain.


Dengan perasaan yang terluka, Ratu Aerin perlahan kembali ke kamarnya.


*Tok-tok


“Aerin, kau di dalam?” tanya suara seorang pria yang dipastikan adalah Edward.


Ratu Aerin seketika menghapus air matanya, menarik napasnya dalam, lalu membukakan pintunya untuk Edward.


“Ada apa, Edward-ku?”


“Bolehkah aku meminjam Erenel? Ada urusan penting yang harus ku selesaikan jauh di Utara.”


“Tentu saja. Kapan kau akan berangkat?” tanya Ratu Aerin sambil menarik lengan Edward naik ke ranjangnya.


“Malam ini.”


Ratu Aerin mendekap Edward-nya, menindih tubuh Edward, lalu berbisik pada Edward, “apa kau mencintaiku?”


Wajah Edward seketika terlihat ragu dengan ekspresi yang murung.


“Kenapa waktu itu kau mengatakan bahwa kau mencintaiku, Edward … hm?”


*Cup


Ratu Aerin menciumi bibir Edward, menarik dengan paksa semua pakaiannya hingga terbuka, dan mulai melakukan ritual itu lagi.


Karena perasaan bersalah, Edward hanya menerima goyangan Ratu Aerin dengan pasrah.


“Aku sangat cemburu, Edward,” bisik Ratu Aerin ketika menaiki tubuh Edward.


“Kau milikku, Edward!”


“Ragamu milikku! Namun aku cemburu, aku cemburu hatimu bukan milikku!”


“Aku bersumpah akan membuatmu jatuh cinta padaku! Bahkan dengan nyawaku sendiri!”


Edward menghentikan goyangan Ratu Aerin, mendekap pipi kenyalnya, lalu menjawab, “Aerin, tentu saja aku mencintaimu. Kau pikir kenapa aku mau memberikan semua ini jika aku tidak mencintaimu?”


*Plak


Ratu Aerin menampar pipi Edward, lalu melanjutkan goyangannya lagi.


“Kau bohong Edward!”


“Kau sangat berbohong!”


“Aku mendengar sendiri percakapanmu dengan Vonsgarl!”


“Aku membencimu, namun aku terlalu mencintaimu!”



Malam hari yang dingin akhirnya tiba.


Setelah meminta maaf pada Ratu Aerin, Edward langsung menaiki Erenel untuk berangkat ke Kerajaan Britania Raya demi meminta penjelasan Putri Gwen.



*Wush


Kini hanya ada suara kepakan sayap besar milik Erenel ketika Edward sudah berada diatas awan-awan malam.


Karena rasa bersalahnya pada Ratu Aerin, Edward mengaktifkan cincinnya untuk berkomunikasi dengan Ratu Aerin.


“Aerin … kau disana?”

__ADS_1


“Y”


“Aku kesepian disini.”


“Y”


“Maafkan aku atas kebohonganku, ya, istriku yang cantik.”


“Ed … Edward kau … kau memanggilku istrimu yang cantik?”


“Tentu saja! Aerin-ku adalah wanita tercantik!”


“Kya!!! Edward … jangan katakan itu lagi atau aku akan kejang-kejang!”


“Aerin adalah istriku yang sangat cantik, sangat imut, sangat lucu!”


“…”


“Aerin kau disana?”


“Diam, aku sedang kejang-kejang!”


Edward tersenyum mendengar balasan Ratu Aerin.


Entah kenapa, dengan hadirnya Ratu Aerin kedalam hidupnya, Edward dapat merasa terhibur karena kelucuan dan kekonyolan sang istri.


Meskipun Ratu Aerin menyebalkan, bar-bar, dan mesum, namun Edward selalu tersenyum diam-diam melihat tingkahnya.


*Duar!!!


Ketika sedang memikirkan Ratu Aerin, dari atas awan Edward melihat sebuah ledakan besar terjadi.


“Bukankah itu Kerajaan Archangle milik Ratu Aerin?!”


*Wush


Edward terbang turun langsung menukik ke Kastil Parmel.


*Tap


Kini Edward mendarat di balkon kamar milik Ratu Aerin yang kedua.


(Fyi \= Sebelum bergabung dengan petualangan Edward, Ratu Aerin membagi dirinya menjadi 2 tubuh. Satu tubuh akan memerintah Kerajaan Archangle dan Arendel, sedangkan satu tubuh lainnya akan menjadi pendamping Edward dalam petualangannya.


Pada dasarnya dua tubuh ini sama, tapi tubuh yang memerintah Kerajaan Archangle ini adalah sifat bijak, tenang, cerdas, dan elegan milik Ratu Aerin. Sedangkan tubuh yang mengikuti Edward adalah sifat konyol, bar-bar, dan mesum milik Ratu Aerin juga.)


Edward melangkah masuk dan melihat Ratu Aerin sedang tertidur lelap.


“Kenapa dia masih terlelap? Padahal jelas-jelas ada ledakan di sekitar sini,” gumam Edward sambil mengecek Kastil Parmel.


Anehnya, Edward tidak melihat apapun yang janggal di setiap sudut Kasti Parmel.


Edward lalu memutuskan untuk beristirahat di kamar istrinya, Ratu Aerin yang kedua, dan akan melanjutkan perjalanannya besok pagi.


Ketika Edward perlahan menyentuh tubuh Ratu Aerin yang sedang terbaring diatas kasur, tiba-tiba Ratu Aerin terbangun dan melontarkan Edward ke tembok kamarnya.


*Wush


*Bruk


“Aerin?! Kenapa kau begitu kasar padaku?!”


Ratu Aerin bangkit dari kasurnya dan mendatangi Edward yang baru saja menghempas tembok.


“Kasar? Kau sendiri yang menerobos masuk ke kamarku! Sekarang keluarlah atau akan kupanggilkan penjaga!”


“Hei Aerin, santai saja. Kenapa kau menajadi seperti ini?” Edward perlahan bangkit dan berjalan keluar.


“Kau tanya aku kenapa? Seharusnya kau tanya pada dirimu sendiri!”


__ADS_1


__ADS_2