
Battlefield, Death Valley.
Gemuruh langit terdengar, awan kembali menjadi gelap menangisi jiwa-jiwa yang gugur di medan perang.
Angin berhembus menerpa mayat-mayat yang berserakan.
Darah terus mengalir dan mengalir mengisi lembah menjadi danau darah.
Di mulut Death Valley, hari ini terjadi pertempuran dahsyat 1000 orang melawan 16 orang.
Tak dapat dipungkiri, Dave gugur dalam pertempuran itu karena harus menyelamatkan Lucius dari ayunan pedang raksasa milik salah satu pasukan Edmud.
Begitu juga jauh di barisan depan, Edward kini memegangi tubuh Penny yang tergeletak tidak berdaya.
Perlahan, medan pertempuran yang berkobar menjadi air mata kesedihan.
Hujan mulai turun, turunnya hujan ini membersihkan medan pertempuran dari darah-darah para pasukan yang telah gugur.
Peperangan hanya menimbulkan luka dan kebencian, itu adalah suatu siklus yang tidak dapat dihentikan begitu saja.
Ditengah hujan yang turun, Edward terus mendekap tubuh Penny dan menangis didepannya.
Tak pernah seumur hidup Edward, Edward menangisi seseorang.
Namun Penny, Penny adalah sesuatu yang membuat Edward ingin lebih kuat untuk dapat melindunginya.
Akan tetapi, tugas itu gagal dilaksanakannya karena justru Penny yang melindunginya dengan nyawanya sendiri.
Edward sadar jika saat itu Penny tidak menolongnya, maka Edward-lah yang akan mati saat itu juga ditangan Edmud.
Ketika Edward sedang meratapi Penny ditengah hujan deras, Edward mendengar langkah pendek sedang menuju kearahnya.
Tiba-tiba sebuah tangan memegang pundaknya dan berkata, “aku akan menolongmu, karena waktu itu kau sudah menolongku dari para serigala.”
Edward memandang kearah wajah wanita itu, ternyata saat wanita itu membuka tudung kepalanya, wajahnya begitu cantik dan muda.
Edward tidak menyangka wanita yang ia tolong saat itu adalah wanita yang sangat cantik.
Tak pernah dalam hidupnya Edward melihat wanita secantik ini.
“Berikan dia padaku. Dan aku minta kau mundur.” Wanita itu mengambil tubuh Penny dari tangan Edward dengan lembut, dan membawanya berlindung di balik batu dari derasnya hujan.
“Wanita prajurit ini belum mati. Lehernya tidak menutup jalur udara sehingga ia masih terus bernapas, hanya patah tulang di bagian belakang lehernya saja masih bisa untuk diselamatkan. Sepertinya pria iblis yang mematahkan lehernya ini tidak berniat untuk membunuh wanita prajurit ini, ia hanya meninggalkan sebuah pesan pada pria itu,” gumam wanita itu memandangi dan memeriksa leher Penny.
Edward tidak dapat melihat apa yang dilakukan wanita itu pada Penny, namun Edward dapat melihat sebuah cahaya biru yang muncul dari balik batu tempat wanita itu.
__ADS_1
“Apa yang dilakukan wanita itu? Cahaya biru? Apakah dia ... seorang sorcerers?!” pikir Edward memandangi dari balik batu ditengah derasnya hujan.
Setelah menunggu beberapa menit, Edward melihat wanita itu muncul dari balik batu dan membantu Penny untuk berjalan.
Alis Edward meninggi melihat Penny membuka matanya, bahkan berjalan?!
Dengan perasaan yang haru, Edward langsung berlari menuju kearah Penny.
*Hap
Pelukan hangat Edward mendekap pinggang Penny yang terlindungi zirah.
“Edward yang bodoh. Malah menangis didepanku!” sapa Penny meledek Edward karena sebelumnya Penny masih sadar dan merasakan butiran air mata seorang Edward jatuh ke pipinya.
*Tak
Bunyi Edward menjitak kepala Penny dengan tangan kanannya.
“Dasar bodoh! Kenapa kau berani menghadapi Edmud?!” teriak Edward lalu kembali memeluk tubuh Penny.
*Tak
Bunyi balasan jitak dari Penny mendarat di kening Edward.
“Dasar tidak berguna! Harus aku juga yang menyelamatkanmu!” balas Penny memarahi Edward.
“Menjijikan!” ucap sorcerers yang masih berada disamping Penny yang tidak dihiraukan.
Dari balik derasnya hujan, tersisa 15 pasukan Edward yang terluka. Mereka berjalan perlahan mendatangi Edward di mulut Death Valley.
“Yang Mulia! Dave … Dave telah gugur!” teriak Lucius sambil berlari menuju Edward dan Penny.
“Dave?! Dimana jasadnya?” Edward melepaskan ciumannya dari bibir Penny dan berbalik arah mengikuti Lucius masuk kedalam derasnya hujan di medan pertempuran.
Penny kini menatap wanita yang begitu cantik di sisinya hanya sibuk mengamati banyaknya tubuh-tubuh yang berserakan.
“Terima kasih, Nyonya?”
“Nyonya?! Aku ini baru berumur 22 tahun!”
“Maaf … siapa namamu?”
“Artemis, Van Her Artemis.”
Sambil dibantu Artemis, Penny berjalan ke kamp pasukan mereka yang berada di samping lembah.
“Mengapa kau mau membantu orang asing sepertiku, Artemis?”
__ADS_1
“Balas budi. Pria yang kalian panggil Edward itu menolongku malam kemarin dari para serigala. Jika dia tidak ada, maka aku sudah mati. Ilmu yang kumiliki sekarang masih sebatas menyembuhkan, aku belum mempelajari ilmu untuk membela diri.”
“Edward? Pantas saja dia kembali dengan tubuh yang bersimbah darah. Jadi, apa tujuanmu setelah ini?”
“Aku tidak punya tujuan sekarang selain membalaskan dendamku pada Edmud. Orang tuaku telah dibantai oleh pasukan Edmud ketika mereka berada di Kota Calderok. Aku lalu berlari ke hutan untuk menyelamatkan diriku, dan ketika aku sudah berada dihutan tiba-tiba aku dikelilingi oleh sekelompok serigala, untunglah ada Edward.”
Kini mereka sudah tiba di kemah pasukan Edward.
Didalam kemah, karena Penny merasa Artemis memiliki tujuan yang sama dengan tujuan pasukan Edward, maka Penny meminta, “kita memiliki tujuan yang sama. Maukah kau bergabung bersama kami untuk membalaskan dendam kami? Edmud membunuh Ayah Edward, dia juga membunuh para orangtua pasukan elit yang bersumpah mati demi kerajaan termasuk orangtuaku.
Jadi tujuan kami sekarang adalah mengumpulkan armada militer yang besar untuk menyerbu ke Kerajaan Victoria dimana Edmud memerintah disana.
Jadi, bagaimana? Apa kau mau?”
“Namun aku hanyalah wanita muda yang tidak memiliki kekuatan, hanya penyembuhan.”
“Justru itu kau harus bergabung dengan kami! Kami adalah pasukan elit terbaik. Kami berhasil mengalahkan 1000 pasukan musuh dan hanya menyisakan 140 dari mereka. Kami bisa melatihmu skill bela diri. Dan juga, Lucius adalah seorang prajurit sorcerers yang hebat namun dia merahasiakan itu karena lebih suka bertarung dengan pedang.”
“Benarkah?! Kalau begitu aku akan bergabung dengan kalian untuk membalaskan dendamku pada Edmud!” Artemis tersenyum dengan gembira menatap Penny yang kelelahan.
Sementara itu, di medan pertempuran yang berdarah.
Edward bersama dengan 14 prajurit lainnya langsung mengubur tubuh Dave yang sudah terbelah.
Mereka memberikan penghormatan terakhir dan menganugerahkan gelar Pahlawan pada Dave.
Sambil menatapi makam Dave, Edward dengan suara yang lantang mengatakan, “prajurit adalah mereka yang rela berkorban demi bangsa dan negaranya!
Hari ini, sahabat, kawan, dan saudara kita Dave Gerald telah gugur dalam medan pertempuran yang brutal!
Kematian Dave akan menjadi api semangat kita untuk membalaskan dendamnya!
Kematian Dave akan menjadi pengingat bahwa peperangan hanya akan menimbulkan kebencian!
Hari ini, Dave mati sebagai prajurit yang terhormat karena membela negaranya!
Aku, Edward Collins dan seluruh prajuritku bersumpah untuk membalaskan kematiannya!”
Gemuruh hujan semakin menderu dan petir menyambar dimana-mana.
Meskipun Edward sangat marah akan kematian Dave, Edward tetap menghormati musuh-musuhnya dan mengubur tubuh-tubuh mereka dengan hormat.
..."I'm A Warrior Death Is My Destiny....
...But I Die As A Hero."...
...-DAVE GERALD "THE HERO"-...
__ADS_1