Throne Of Valor

Throne Of Valor
Linked - Bertaut


__ADS_3



Pagi hari yang sama, jauh di belahan Bumi Utara.


Kota Oxenfurt, Kerajaan Hirendel.


Bentangan langit biru pagi berpadu dengan lautan biru belahan Bumi Utara menyambut kedatangan Putri Gwen bersama dengan ratusan pasukan khusus miliknya.


Raja Richard menyadari bahwa saat ini Edmud sudah memiliki sokongan militer dari Dinasti Song dari China, dan sedang dalam tugas untuk membujuk Kerajaan Magadha dari India, lalu yang terakhir dari Kekasiaran Nippon dari Jepang.


Jika Edmud berhasil membujuk negara-negara ini, maka Raja Richard menyadari kekuatan militer yang dikumpulkan Edward akan kalah jumlah.


Maka dari itu, Raja Richard langsung memerintahkan anaknya, yaitu Putri Gwen untuk membantu Edward mengumpulkan bantuan militer.


Tujuan Putri Gwen bersama pasukannya saat ini adalah menemui Kaisar Napoleon dari Prancis dan Raja Arthur dari Britania Raya.


Kedua pemimpin ini merupakan sepupu dari Raja Richard, sehingga meminta bantuan mereka adalah opsi terbaik.


Putri Gwen memimpin 150 orang pasukan elit, yang dibantu oleh prajurit terkuat sepanjang masa yang pernah dimiliki Kerajaan Victoria, yaitu Kapten Jones.


Pagi ini setelah meninggalkan Kota Hirendel, Putri Gwen baru saja tiba di Kota Oxenfurt yang berbatasan dengan lautan di bagian Utaranya, dan Kerajaan Empress di sebelah Baratnya.


Tanpa menunggu lama, Putri Gwen memerintahkan seluruh pasukannya langsung menuju ke Pelabuhan Oxenfurt.


Agar dapat mencapai tujuan pertamanya yaitu di Kerajaan Britania Raya, Putri Gwen harus menyebrangi lautan yang ada di depannya saat ini.


“Pasukan! Semuanya lakukan persiapan! Kita akan berangkat saat angin dari Selatan berhembus ke Utara!” teriak Kapten Jones dari atas kapal mendampingi Putri Gwen.


Serentak para prajurit yang sedang berbaris di pelabuhan itu membalas, “siap laksanakan!”


Mereka mulai menaikkan peralatan perang, logistik, dan beberapa hadiah yang dititipkan Raja Richard untuk diberikan kepada kedua sepupunya itu.


🌻


Setelah satu jam melakukan persiapan, kini angin dari Selatan mulai berhembus kearah Utara yang artinya mereka harus segera berlayar.


“Pasukan! Berangkat!” Kapten Jones duduk di anjungan sambil mendampingi Putri Gwen yang sedang merajut pakaian musim dingin untuk para pasukannya.


Saat ini Kapal Royal Rendel mulai berlayar mengarungi lautan menuju ke Utara.


“Jones, duduklah.”


“Ada ada, Tuan Putri?” tanya Kapten Jones saat baru saja duduk di sebelah Putri, diatas anjungan kapal.


“Pangeran William dari Britania Raya, aku akan menikah dengannya.” Putri Gwen menatap rajutan di tangannya dengan air mata yang menetes.


Mendengar hal itu, Kapten Jones menatap Putri Gwen dengan kehilangan kata-kata.


Kapten Jones tahu betul bahwa seluruh perasaan Putri Gwen hanya tertuju pada Pangeran Edward.


“Ayahku, Raja Richard tidak punya pilihan lain selain menerima syarat yang diajukan Kerajaan Britania Raya. Ini dilakukannya demi Kerajaan Hirendel sendiri, dan sekaligus demi Kerajaan Victoria.” Putri Gwen melanjutkan rajutannya diiringi air mata yang terus berjatuhan.


“Hamba mengerti, Tuan Putri.


Namun cinta adalah cinta. Sejauh apapun orang yang saling mencintai dijauhkan, mereka akan terus saling mencari bahkan hingga akhir waktu.


Tidak apa jika Tuan Putri akan menjadi istri orang, lagi pula yang dimilikinya hanyalah raga Tuan Putri dan bukan hati Tuan Putri.

__ADS_1


Tetaplah Tuan Putri mencintai tanpa berhenti, tetaplah kuat walaupun cobaan itu menguji dengan darah.”


Mendengar kata-kata semangat dari Kapten Jones, seketika Putri Gwen menadahkan pandangannya ke langit, menarik dalam napasnya lalu berkata, “aku akan melakukan semua ini demi Edward! Aku bisa melakukannya demi Edward! Aku akan menikah dengan William demi Edward!”


“Tuan Putri … kau adalah wanita terkuat yang pernah ku temui,” batin Kapten Jones menatap wajah cantik merona Putri Gwen.


Putri Gwen mengalihkan pandangannya ke Kapten Jones lalu memeluknya.


*Hap


“Terima kasih, Paman Jones.”


“Tetaplah kuat, tetaplah tegar, apapun yang terjadi lakukanlah dengan sepenuh hatimu. Paman akan selalu siap menjadi teman curhatmu, Tuan Putri.” Kapten Jones mengusap rambut sehalus sutra Putri Gwen.


🌻


Dua hari pasukan Putri Gwen sudah berlayar jauh ke Utara.


Dan saat ini mereka melihat pelabuhan yang berbendera Britania Raya terpampang.



“Jones, kita hampir tiba! Wah, Kerajaan Britania Raya memang luar biasa!” Putri Gwen menatap kastil megah yang menghadap ke lautan di belakang pelabuhan itu.


“Benar, Tuan Putri. Sepertinya Raja Arthur bersama Pangeran William sudah berdiri menunggu kita di sana,” jawab Kapten Jones saat melihat kerumunan bangsawan dan rakyat disana berkumpul di sekitar pelabuhan.


“Jones, itu Pangeran William?” tanya Putri Gwen ketika memandang seorang pria yang berparas menawan sedang duduk diatas kudanya.


“Benar, Tuan Putri. Dia adalah calon suami Tuan Putri. Pangeran William adalah Pangeran yang dermawan, ia adalah orang dibalik perdamaian kerajaan-kerajaan Belahan Utara.”


Saat ini, Kapal Royal Rendel baru saja berlabuh di Pelabuhan Britania Raya.


Ketika jembatan Kapal Royal Rendel terbuka, Putri Gwen melangkah keluar disambut dengan karpet merah yang ditaburi dengan bunga-bunga dari para rakyat Kerajaan Britania Raya.


“Hidup Putri Gwen!”


“Hidup Kerajaan Britania Raya!”


“Panjang umur Putri Gwen!”


“Hidup Kerajaan Hirendel!”


Sepanjang melangkahkan kakinya di karpet itu, Putri Gwen menyapa para rakyat disana melambaikan tangannya.


Terlihat diujung karpet merah ini ada Raja Arthur dan Pangeran William yang sedang menatap Putri Gwen dengan senyuman.


Kecantikan dan keanggunan Putri Gwen dikenal luas di belahan Bumi Utara, bahkan hingga jauh ke Kerajaan Denmark.



“Kehormatan bagi Kerajaan Britania Raya dapat menyambut Putri Gwen dari Kerajaan Hirendel,” sapa Raja Arthur ketika Putri Gwen baru saja tiba di hadapan mereka.


“Kehormatan bagi Kerajaan Hirendel dapat disambut langsung oleh Raja Arthur yang dermawan.”


“Tuan Putri, ini Putra Mahkota kami, Pangeran William. Kami sudah menerima berita dari Raja Richard bahwa kedatangan Tuan Putri ke kerajaan kami adalah untuk meminta sokongan militer, dan sekaligus untuk menikah dengan Pangeran William.” Raja Arthur berbincang pada Putri Gwen sambil perlahan naik ke kereta kuda mereka.


*Hap


Tiba-tiba, Pangeran William memegang pergelangan tangan Putri Gwen lalu membawanya naik keatas kuda bersamanya.

__ADS_1


“Ayah, Putri Gwen akan naik kuda bersamaku. Kami akan pergi berjalan-jalan sebentar.”


Pipi Putri Gwen memerah karena tindakan tiba-tiba dari Pangeran William yang membuat jantungnya berdebar-debar.


Debaran ini bukanlah cinta, namun karena gugup.


*Tap-tap


Bunyi langkah kaki kuda berlari yang diatasnya adalah Pangeran William dan Putri Gwen.


“William! Aku takut kecepatan!” teriak Putri Gwen dengan enggan memegang pinggang Pangeran William.


“Pegangan yang kuat, atau kau akan jatuh!” Pangeran William sengaja memacu kudanya agar Putri Gwen mau melingkarkan dekapannya lebih kuat di pinggang Pangeran William.


*Hap


Kini, Putri Gwen mendekap pinggang Pangeran William lebih kuat.


“Aku baru mengenalnya, namun dia sudah memacu jantungku hingga secepat ini,” batin Putri Gwen saat mendekap Pangeran William dengan mata yang tertutup.


Kuda mereka kini melintasi ladang anggur yang luas, yang di bawahnya merupakan sungai dengan ikan-ikan salmon yang sedang bermigrasi.


Perlahan, kuda yang dipacu Pangeran William mulai melambat.



“Gwen, lihatlah pemandangan ini. Bukankah ini indah?” tanya Pangeran William ketika kudanya berhenti diatas bukit yang mengarah ke ladang anggur dan bentangan sungai dangkal yang dipenuhi salmon.


Putri Gwen membuka matanya, melepaskan dekapannya dari pinggang Pangeran William, lalu memandang kearah yang ditunjuk oleh Pangeran William.


“Ini indah.”


“Gwen, sejak pertama kali bertemu denganmu … aku sudah terpesona padamu. Maafkan ketidaksopananku karena menarikmu secara tiba-tiba.” Pangeran William lalu turun dari kudanya dan menawarkan uluran tangannya kepada Putri Gwen.


“Turunlah Gwen.”


*Hap


Putri Gwen bukan turun dari uluran tangan Pangeran William, namun justru langsung melompat ke tubuh Pangeran William.


Kini, Putri Gwen sedang menindih tubuh Pangeran William.


Perlahan, Pangeran William mendekatkan wajahnya ke Putri Gwen lalu mencium bibirnya.


*Cup


“Aku melakukan ini demi Edward! Aku … aku akan berkorban meskipun dengan seluruh ragaku,” batin Putri Gwen saat menerima ciuman dari Pangeran William.


Disana, mereka berciuman dengan lembut.


Diatas bukit yang beralaskan rerumputan.


Dibawah bentangan langit biru yang indah.


Diatas pemandangan menakjubkan.


Hari itu, sebuah cinta satu arah terbukti mampu merubah keadaan … walaupun keadaan itu adalah kepalsuan.


Suatu hari, suatu saat, cinta pasti akan membuktikan kekuatannya.

__ADS_1


-bertaut, by Pow.


__ADS_2