Throne Of Valor

Throne Of Valor
Power Of True Lover


__ADS_3


Sambil menuju kearah Edward, Ratu Aerin menangis dan bergumam dalam hatinya mengatakan, “aku belum sempat merasakan terong raksasa milikmu, Edward!”


“Aku dapat mendengar apa yang kau katakan, dasar mesum!” balas Edward melalui komunikasi antar-cincin yang ada di tangan mereka.


*Wush



Ratu Aerin menjadi salah tingkah hingga ia terjatuh dari Eagle Spartan miliknya setelah menyadari Edward dapat mendengar kata hati dari dirinya.


“Huh! Untung saja kau adalah istriku!” gumam Edward dalam hatinya lalu melompat ke arah Ratu Aerin yang sedang dalam posisi menukik ke bawah diikuti dengan petir di seluruh tubuhnya setelah terjatuh dari Elang miliknya.


*Hap


Kini Ratu Aerin tepat berada dalam dekapan hangat Edward.


Saat ini Ratu Aerin menatap mata biru Edward dengan begitu jelas. Hingga dalam hatinya Ratu Aerin berkata, “aku sangat mencintaimu. Aku akan pergi kemanapun kau pergi, aku akan berjalan kemanapun kau berjalan. Tidak perduli apapun yang terjadi, aku akan bersamamu selamanya … suamiku.”


“Aerin, jangan lupa aku dapat mendengar semuanya!” bisik Edward dalam hatinya pada Ratu Aerin.


Menyadari hal itu lagi, dengan pipi yang memerah, Ratu Aerin yang salah tingkah langsung melepaskan dekapan Edward dan tertunduk dengan malu.


“Cincin yang kau berikan, ternyata berguna juga.” Edward menunjukkan cincin nya yang menyala melindungi tubuhnya dari ledakan api yang begitu dahsyat dari Cerberus itu.


*Roar!!!


Auman Cerberus itu seketika menyadarkan mereka dari suasana yang begitu canggung.


“Suamiku, bolehkah aku meminjam tanganmu sebentar?” tanya Ratu Aerin menyodorkan tangannya pada Edward ketika berdiri di hadapan Cerberus itu.


“Panggil Edward saja. Aku merasa canggung jika dipanggil suami-mu!” dengan sungkan, Edward memegang tangan kiri istrinya.


*Kling!



Cahaya biru yang begitu terang seketika turun dari barisan awan di atas mereka, menuju cincin Edward dan Ratu Aerin.


Melihat kekuatan yang jauh lebih besar darinya, Cerberus yang menguasai tubuh Edmud saat ini langsung menghancurkan barrier yang diciptakan Lucius untuk melarikan diri ke Kastil Victoria.


Belum jauh setelah Cerberus itu melarikan diri, Ratu Aerin tahu apa yang harus dilakukannya.


“Suamiku, tembakkan sinar ini ke tubuh Cerberus itu!!!” Ratu Aerin menggenggam jari-jari Edward lalu menadahkan telunjuk mereka berdua kearah Cerberus yang saat ini sudah masuk ke dalam lembah kematian.


*Duar!!!

__ADS_1



Kilatan cahaya biru diiringi dengan petir-petir yang mengikutinya langsung tertuju pada Cerberus itu.


*Wush


Sebelum cahaya biru itu menembus tubuhnya, Cerberus itu langsung berubah kembali menjadi Edmud dan berhasil menghindar.


“Sial!!! Aku akan melakukan ritual yang lebih gila lagi! Aku akan mengorbankan jutaan Rakyat Victoria! Aku akan menunggumu di Kerajaan Victoria, kakakku!” Sambil terbang menyusuri Death Valley, Edmud menyusun rencana yang akan memperkuat dirinya dan Kerajaan Victoria untuk membalaskan dendamnya pada Edward.



Pertempuran masih terjadi di hamparan rumput yang luas, di depan Kota Arendel.



Namun karena kekuatan yang dimiliki pasukan Ratu Aerin, ditambah dengan pasukan elit Edward yang begitu besar dan banyak, para ksatria-ksatria gelap itu berhasil dikalahkan dalam hitungan jam.


Malam harinya Ratu Aerin, Edward, dan para ksatria elit miliknya dijamu makan bersama untuk merayakan kemenangan Bangsa Elf di aula makan Kerajaan Archangle.


Ratu Aerin kadang-kadang lupa jika Edward selalu terhubung dengan hatinya, hingga satu ketika saat Ratu Aerin melihat wajah menawan Edward yang sedang makan di sebelahnya, Ratu Aerin memandang ke pangkal paha Edward tanpa sengaja.


Kedua mata Ratu Aerin terbalak kaget saat melihat sesuatu yang besar bersembunyi dibalik celana ketat itu.


“Itu berdiri?! Ya ampun … besar sekali! Aku ragu apakah akan muat!” gumam Ratu Aerin saat mencuri-curi pandang kearah sesuatu yang bersembunyi milik Edward.


“Kya!!! Kau mendengar semuanya! Aku harus melepas cincin ini atau harga diriku sebagai Ratu akan terus turun di matamu!”


“Tidak, gunakanlah. Aku senang bisa mendengar kejujuranmu. Kau ingin segera mencicipi itu kan malam ini, Aerin?”


“T … tentu saja! Eh maksudku tidak! Enak saja, kau kira aku Ratu yang mesum?!”


“Apa kau pernah mendengar mitos pernikahan silang antara manusia dengan elf?”


Sambil berbincang-bincang melalui komunikasi cincin mereka, para duke dan pasukan Edward dibuat bingung melihat tingkah aneh Ratu Aerin dan Edward.


Mereka bertatapan memasang sorot mata yang kadang menatap dengan mesum, kadang marah, dan kadang sorot mata mereka diikuti dengan senyuman yang melebar.


“Ehm!!!” desus Kapten Lucius melihat kedua pimpinan mereka bertingkah aneh.


“Aih! Kapten disini panas sekali! Sepertinya ada yang sedang berbicara melalui telepati?!” ledek Penny sambil melirik kearah Edward.


*Plak!!!


Suara tamparan pipi yang di lontarkan Ratu Aerin mendarat di pipi Edward.


“Dasar playboy!” ucap Ratu Aerin dalam komunikasi cincin mereka yang tidak dapat didengar siapapun kecuali Edward.

__ADS_1


Melihat reaksi Sang Ratu begitu tiba-tiba, seketika itu juga semua hadirin yang duduk maupun berjaga di ruangan itu langsung buru-buru melarikan diri keluar.


Entah apa yang mereka berdua bicarakan, namun sorot mata dan tindakan Ratu Aerin menandakan kecemburuan tingkat tinggi sebagai seorang istri sah Edward.


“Suamiku, akting kita berhasil! Ayo gendong aku ke kamar!” Ratu Aerin menatap Edward dengan tatapan menggoda sambil menyentuh pinggang Edward.


“Tidak! Aku takkan menyerahkan keperjakaanku padamu!” Edward berlari kecil menghindari tangkapan istrinya yang sudah begitu kepanasan.


“Ayolah! Kumohon! Jika kau tidak memberikannya, aku akan menangis semalaman!” Ratu Aerin mengejar Edward yang berputar-putar mengelilingi meja makan Ratu.


“Siapa perduli kau menangis semalaman!” Edward melemparkan dengan lembut sebuah roti yang dibasahi dengan madu tepat ke wajah Ratu Aerin.


“Huaa!!!” Ratu Aerin menangis sambil berjongkok menutupi matanya.


Melihat wanita yang begitu lucu baginya menangis, Edward berjalan perlahan untuk meminta maaf pada Ratu Aerin.


Saat Edward sudah menyentuh lengan Ratu Aerin, Ratu Aerin menadahkan pandangannya ke atas dan tersenyum.


“Kena kau!”


*Hap


Ratu Aerin melompat ke tubuh kekar Edward, lalu menciumnya dengan paksaan.


Tanpa Edward dan Ratu Aerin sadari, semua hadirin yang keluar tadi menyaksikan hal itu melalui celah gerbang emas aula makan Ratu.


Lucius, Penny, dan semua orang yang menyaksikan itu serentak menelan salivanya.


“Penny! Aku takkan membiarkan wanita itu mengambil keperjakaan Paduka Edward!” bisik Lucius pada Penny yang sedang kepanasan melihat Edward pasrah setelah di tindih dengan tubuh Ratu Aerin.


“Manuver penghilang kutukan, Kapten?!”


Mendengar Penny mengucapkan itu, pipi Kapten Lucius seketika memerah mengingat betapa mesumnya manuver berbahaya itu.


“Ehm … b … baiklah!”


“Tapi itu akan sangat … sangat … ah! Kapten apa kau yakin?!” Penny merasa ragu dengan menuver itu mengingat mereka harus melakukan itu demi menyelamatkan keperjakaan Edward.


“Aku juga tidak yakin! Kenapa kau bertanya padaku?! Dasar mesum!” balas Kapten Lucius yang tiba-tiba menjadi begitu feminim.


“Baiklah! Sekarang saatnya sebelum benda itu dimasukkan ke tubuh Ratu Aerin!”


Dengan gagah berani, Kopral Penny mendobrak paksa gerbang emas itu dengan kakinya sehingga semua hadirin yang mengintip di belakangnya terlihat oleh Edward dan Ratu Aerin yang sedang bertindihan.



Thank to @Nuare for this amazing artwork

__ADS_1


__ADS_2