
My recomendation song while reading this chapter > Imagine Dragons - Believer
Death Valley.
Siang hari yang terik, matahari terasa begitu menyengat ditambah dengan angin panas yang berhembus keluar dari Death Valley.
Sebelum memerintahkan prajuritnya untuk maju, Edward meminta mereka masing-masing melafalkan motto semangat khusus pasukan elit berisi,
“Aku berperang bukan untuk kembali hidup-hidup!
Aku berperang bukan untuk kembali menjadi pahlawan!
Aku, aku terjun ke medan perang dengan membawa satu tujuan, yaitu kemenangan!
Aku tidak butuh kekuatan!
Aku tidak butuh kecepatan!
Aku hanya butuh satu keberanian!
Aku tidak takut karena aku membela hak-ku!
Aku tidak gentar karena aku membela kebenaran!
Aku takut jika aku membela pengkhianatan!”
Setelah mendengar para prajuritnya masing-masing melafalkan kalimat khusus, Edward melihat sorot mata prajuritnya seperti terbakar dengan nyala api yang membara.
1000 orang prajurit biasa melawan 16 pasukan elit milik Edward, seketika terdengar menjadi sebuah semangat bagi para prajurit Edward.
Perlahan, pasukan Edward mulai menyebar untuk melakukan misi mereka masing-masing.
Pasukan Edmud saat ini berbaris melihat aksi dari Edmud setelah berhasil menebas zirah Guntar.
Mereka tidak menyadari jika diatas mereka saat ini ada pasukan Edward yang sudah siap melepaskan minyak api di barisan depan mereka.
Lalu juga sudah ada setengah pasukan yang dipimpin Lucius telah bersiap untuk menyerang dari barisan belakang musuh.
Selain itu, Penny juga sudah membidik sasaran yang akan dilempari minyak api.
Edward memberikan aba-aba dalam hitungan jarinya pada pasukan pelempar minyak api diatas.
3
2
1
“Lepaskan!” Teriak Edward mengangkat pedangnya berlari menuju Edmud yang sedang bertarung dengan Guntar.
Seketika itu juga minyak-minyak api bertebaran di barisan depan musuh memisahkan Edmud dari para pasukannya, diikuti dengan satu buah panah berapi yang dilepaskan Penny sesaat setelah minyak api itu mendarat di barisan depan musuh.
Ketika anak panah berapi milik Penny mengenai minyak-minyak itu, kobaran api langsung membara dengan sangat besar hingga menutupi mulut Death Valley.
*Boom
Suara ledakan dari minyak yang tersulut api meledak dengan begitu dahsyat.
Ditambah dengan angin panas yang berhembus keluar dari Death Valley menuju barisan depan pasukan musuh, membuat api berkobar dengan menggila, membakar sangat cepat prajurit musuh yang lengah didepan barisan.
Dari barisan belakang juga terdengar teriakan Lucius yang maju bersama 6 orang pasukan elit.
__ADS_1
Begitu juga dengan pasukan elit yang melempar minyak api langsung terjun dari atas melompat ke barisan tengah, sehingga mulai mengacaukan formasi mereka.
Penny berlari dari atas tebing menuju barisan tengah musuh sambil membidik musuh-musuh itu menggunakan panahnya.
Seluruh prajurit milik Edward tanpa gentar masuk kedalam barisan musuh dan mulai berperang dengan gagah berani.
Saat ini, Edward memerintahkan Guntar untuk bergabung bersama pasukannya yang lain dibelakang kobaran api.
Hanya tersisa Edward dan Edmud yang sedang berhadapan sekarang.
“Edward! Hahaha! Akhirnya aku bertemu denganmu!”
*Wush
Tiba-tiba Edmud sudah berada dibelakang Edward lalu berbisik ditelinganya, “aku ingin bertarung secara adil denganmu.”
*Wush
Edmud tiba-tiba kembali ke depan Edward, Edmud lalu melepaskan beberapa kantong kain yang mengeluarkan aura hitam.
Sepertinya itulah sumber kekuatan Edmud saat ini.
Setelah melihat Edmud melepaskan kekuatan jahatnya, Edward menghunuskan pedang pemberian ibunya keatas dan langsung berlari kearah Edmud.
“Aku takkan mengampunimu!” Edward berlari dengan amarah lalu mengayunkan pedangnya kearah leher Edmud.
*Wush
Ayunan pedang Edward berhasil dihindari Edmud dengan begitu santai.
*Krak
Bunyi lutut Edmud menendang perut Edward hingga zirah di perutnya penyok kedalam.
*Krak
Tamparan yang kedua ini sangatlah kuat hingga tubuh Edward terpental beberapa meter ke belakang.
“Aku bahkan tidak menggunakan pedang! Kau sangat lemah, Edward!” Edmud memandang Edward yang sedang terjatuh dengan tatapan merendahkan.
“Berisik!” Edward berdiri dengan kedua kakinya, mengangkat pedangnya kembali, dan berlari menuju Edmud sambil mengayunkan pedangnya.
Melihat tindakan ceroboh dari Edward, Edmud seketika tersenyum sambil mempersiapkan kaki kanannya untuk menendang dengan kekuatan penuh.
*Krak
Kaki kanan Edmud menendang pinggang kiri Edward membuat tubuh Edward kembali terpental cukup jauh ke kiri.
Pukulan ketiga kalinya di tubuhnya ini seketika membuat Edward tidak mampu untuk berdiri lagi.
Dengan santainya Edmud berjalan menuju Edward yang tidak mampu berdiri.
*Tap
Edmud menginjak kepala Edward, menghadapkan pandangannya kearah prajuritnya yang sedang bertarung di balik kobaran api.
“Lihatlah pasukanmu! Mereka sangat bodoh berani melawan 1000 orang prajuritku! Kau akan melihat mereka semua mati hari ini karena satu perintah bodoh darimu!”
Edmud lalu mengangkat tubuh Edward keatas dan berteriak, “sejak kecil aku selalu diasingkan! Sejak kecil aku selalu dipandang lebih rendah darimu! Hidupku dipenuhi dengan ocehan orang-orang sepertimu! Hari ini dengan tanganku sendiri, aku akan mengakhiri penderitaanku sendiri!”
Dari kejauhan, Penny melihat Edward sedang berada di tangan Edmud.
Seketika Penny berlari menembus pasukan musuh sambil mengayunkan pedangnya menuju kearah Edward.
__ADS_1
Tanpa takut, Penny melompat menembus kobaran api yang membara demi menyelamatkan Edward.
*Wush
Anak panah yang dilepaskan Penny berhasil dihindari Edmud bahkan tanpa melihat arah dari anak panahnya berasal.
“Edward!!!” Penny langsung melompat kearah Edmud dengan mengayunkan pedangnya.
Penny ingin menebas tangan busuk milik Edmud yang sudah menyakiti Edward.
“Lihat ini, satu orang bodoh lagi.” Edmud langsung membanting tubuh Edward dan menangkap leher Penny.
“Edward! Lihatlah wanita ini akan mati di tanganku! Hahaha!”
Edmud mulai mencekik leher Penny didepan Edward.
*Krak
Bunyi leher Penny yang berhasil dipatahkan oleh Edmud.
Edward melihat Edmud melepaskan leher Penny dan menjatuhkannya kebawah tanpa berdaya.
“Penny!!!” Teriak Edward dengan nyaring memecah keributan pertempuran disana.
Dengan amarah yang meledak-ledak, Edward berdiri dengan kedua kakinya, dengan tangannya yang menggenggam pedang pemberian ibunya.
Ketika kembali memandang kearah Penny yang sepertinya sudah tidak bernyawa, tubuh Edward kini seperti terbakar api amarah dan semangat balas dendam yang luar biasa besar.
Mata Edward saat ini seperti api yang membara menatap kearah Edmud.
Satu lompatan dari Edward kini langsung menuju kearah Edmud yang menatapnya dengan senyuman.
*Wush
Satu ayunan pedang dari Edward diikuti dengan angin yang begitu kencang hingga membelah sebuah batu besar di belakang Edmud, namun itu luput dari kepala Edmud.
“Luar biasa! Jadi inikah kekuatanmu yang sesungguhnya? Sepertinya kau mulai serius, hahaha! Aku sangat suk….”
*Srek
Satu sayunan lagi dilepaskan Edward saat Edmud sedang berbicara, ayunan pedang itu berhasil menebas tangan kiri Edmud.
Padahal pedangnya tidak mengenai tangan Edmud, hanya terkena angin yang berhembus dari pedang Edward yang lagi-lagi membelah sebuah batu besar dibelakang Edmud.
Edward langsung bergerak kesana-kemari menyerang Edmud dengan kecepatan tinggi, setiap ayunan pedang dari Edward berhasil membelah batu-batu disekeliling mereka.
Ketika sedang menghindari serangan Edward berkali-kali, Edmud seorang prajuritnya memberikan sinyal ‘O’ yang ditunjukkan untuknya.
Seketika itu juga Edmud mengambil kantong hitam itu dan langsung menghilang dari depan Edward.
Menghilangnya Edmud juga diikuti dengan gerakan mundur dari pasukannya yang hanya tersisa 140 orang.
…
Seluruh pasukan Edmud sudah berlari kembali masuk kedalam hutan.
Edward berjalan perlahan kearah tubuh Penny yang tergeletak tidak berdaya.
“Penny!!!” Teriak Edward dengan nyaring sambil mendekap tubuh Penny di kedua tangannya. Teriakan itu hingga memecahkan keheningan medan pertempuran yang berdarah hari itu.
..."I'll Be Wait For You In The Second Life."...
...-Penny Clark "The Heroes"-...
__ADS_1