Time Travel: Yin Hua

Time Travel: Yin Hua
12. Kasih Sayang


__ADS_3

" Bagaimana apa kalian menemukannya" ucap raja Qin dingin.


"Belum yang mulia kami sudah mencari kesemua tempat tapi tidak menemukan tuan putri Yin Hua" jawab salah satu pengawalnya.


Di kerajaan Qin lagi gempar mencari Via karena belum kembali tapi orang yang dicarinya malah lagi asyik tidur bersama Arsya setelah makan.


"Sayang besok pasti kamu dihukum" ucap arsya sambil memandang Via.


"Enggak apa-apa yang penting sekarang kita dapat bersama paling juga dikurung tidak boleh keluar kediaman" jawab Via santai.


Keesokan harinya kerajaan Qin masih mencari keberadaan Via karena dia tidak pulang.


diruang kerja raja Qin "ayahanda bagaimana hua 'er belum ditemukan juga saya takut jika dia kenapa napa" ucap pangeran Yuwen khawatir terhadap Via karena belum pulang.


"Tenanglah hua 'er pasti baik baik aja" kata raja Qin


Saat mereka sedang bicara kasim pun datang dengan terburu buru " Hormat yang mulia" ucap kasim dan di anggukkan oleh raja Qin.


"Ada apa kasim?" tanyanya.


"Yang mulia putri Yin Hua sudah kembali dan lagi di kediamannya" jawab kasim.


"Baiklah silahkan kamu kembali" kata raja Qin.


"Baik yang mulia" jawabnya dan melangkah pergi keluar.


"Ayahanda ayo kita ke sana" ucap pangeran Yuwen.


"Baiklah ayo ke sana ayahanda takut dia pulang dengan keadaan yang tidak baik baik saja" ucapnya dengan khawatir.


Via sudah sampai di kediamannya karena dia dipaksa pulang sama Arsya jadi dia pulang pagi sebenarnya dia mau pulangnya agak siangan tapi Arsya tidak mengijinkannya.

__ADS_1


Flashback On


Di istana ARVI (nama yang diberikan arsya untuk istana yang di hutan kegelapan nya).


Arsya sudah bangun dan sedang memasak untuk Via sedangkan yang sedang dimasakkan makanan masih tidur terus. Selesai masak Arsya kembali ke kamarnya dan membangunkan Via.


"Sayang ayo bangun aku sudah masakin buat kamu" ucap Arsya lembut.


Via pun bangun dan langsung bersiap siap sebelum makan.


"Sayang kamu harus pulang pagi ini mereka pasti sangat khawatir" ucap Arsya saat selesai makan.


"Tapi" ucap Via sedih.


Arsya melihat via dengan muka murungnya itu pun menghampiri kursi Via dan berjongkok dihadapannya.


"Sayang kita kan bisa bertemu lagi jangan sedih gitu dong mana sifat kejam kamu" kata Arsya sambil memegang tangannya.


Arsya melihat Via menangis langsung berdiri dan memeluknya memberikan sebuah kenyamanan di hati Via.


"Sayang aku takut jika aku kehilangan kamu" ucap Via dalam pelukannya.


"Aku tidak akan meninggalkanmu jadi berhentilah menangis" kata Arsya sambil mencium kepala Via lembut " Ya sudah ayo pulang aku antar" lanjutnya.


Via pun hanya menganggukkan kepalanya.


Flashback Off


Raja Qin dan pangeran Yuwen pun sampai di kediaman Via. Mendengar kasim memberitahu kedatangannya Via langsung berdiri dari duduknya. untuk Jingmi dia disuruh Via keluar setelah Jingmi memberitahu situasi di kerajaannya jika raja Qin dan pangeran Yuwen sangat mengkhawatirkannya.


"Pasti dihukum nih karena keluar tidak ijin apalagi sampai tidak pulang" ucap Via dalam hatinya.

__ADS_1


"Hormat ayahhan-" belum selesai dia memberi hormat dia sudah dipeluk oleh raja Qin.


"Hua'er kamu tidak apa apa ayahanda sangat mencemaskan kamu" ucap raja Qin dalam pelukannya dengan khawatir.


"Ayahanda aku baik baik saja" ucap Via sambil membalas pelukan ayahnya itu "Dan maafkan hua'er yang tidak ijin kepada ayahanda jika mau pergi keluar dari kerajaan" lanjutnya lagi.


Raja Qin pun melepaskan pelukannya


" Ayahanda akan memaafkan kamu dan tidak menghukum kamu tapi kamu harus ceritakan kenapa tidak pulang dan tidak minta ijin jika mau pergi" ucapnya itu.


Mendengar tidak dihukum Via menghela nafas pelan dan dia mulai bercerita.


"Ayahanda aku mendengar bahwa hutan kegelapan itu sangat seram dan tidak ada yang bisa kembali jika masuk kedalam sana jadi aku penasaran ingin pergi ke sana. Aku tidak meminta ijin kepada ayahanda karena jika meminta ijin pasti ayahanda tidak akan menyetujuinya" kata Via.


"Jadi kamu pergi ke sana" kata pangeran Yuwen dan di anggukkan olehnya.


" Lalu apa yang terjadi kenapa kamu tidak pulang" tanya raja Qin.


"Hua'er tersesat didalam sana dan harus mencari jalan keluarnya dan aku baru mendapat jalan keluarnya saat pagi tadi" jawab Via yang tentunya bohong karena via tidak mau mereka mengetahuinya.


"Mei mei lain kali kamu tidak boleh kesana lagi dan kamu juga harus minta ijin sama gege atau ayahanda jika mau pergi" ucap pangeran Yuwen.


"Benar kata gege kamu jika kamu ulangi lagi maka ayahanda akan menghukum kamu" ucap raja Qin.


"Baik ayahanda" ucap Via.


Via didalam hatinya sangat merasa bahagia karena ada keluarga yang dapat menyayanginya dan mengkhawatirkannya jika dia terjadi apa apa dan juga dia merasa bersyukur dengan terlemparnya dia disini dia mendapatkan seorang ayah dan kakak yang baik walaupun awalnya tidak memperhatikannya tapi Via dapat mengubahnya terlebih lagi sekarang Arsya juga ada disini jadi Via bertambah lebih senang.


**maaf ya kalau ada typo dan jangan lupa vote, like, komen 😊


Salam dari author😊sehat terus guys

__ADS_1


Dan untuk pembaca yang merasa novel ini tidak seru atau tidak nyambung atau kurang bagus maaf ya karena author memang kurang pandai menulis novel😊**


__ADS_2