
"Bawa putri Hui ke penjara" kata raja Zou.
"Tidak yang mulia saya tidak ingin di penjara, ampuni saya yang mulia" ucapnya memohon ampun.
Via tersenyum melihat dia seperti itu, tapi Via merasa belum puas dia ingin menyiksa putri Hui dengan tangan nya sendiri.
Putri Hui mencoba melepaskan diri dari para prajurit yang menangkapnya dengan menggunakan seni bela dirinya.
Beberapa saat ternyata putri Hui dapat mengalahkan semua prajurit dan dia langsung maju menyerang Via.
Arsya tidak tinggal diam dia langsung mengeluarkan jurusnya dan mengenai putri Hui mengakibatkan dia terpental dan terluka.
Putri Hui tergeletak tak berdaya. Via mendekat melihat putri Hui yang sepertinya tidak sadarkan diri, tetapi ketika Via sudah dekat dengan nya dia langsung bangun dan menyerang Via dengan cepat.
Semua tegang melihat nya, Via langsung sadar dan cepat menghindar sehingga putri Hui gagal menyerangnya, tapi dengan kejadian itu tiba-tiba perut Via merasa sakit. "Aaaaa perutku" ucap Via.
Arsya langsung menghampiri Via untuk melihat keadaannya sedangkan putri Hui masih saja mau mencoba menyerangnya hingga Arsya pun marah dan langsung menghajarnya hingga dia tidak sadarkan diri dan terluka parah.
"Seret wanita ini keluar, dan masuk kan dalam penjara" teriak Arsya marah.
__ADS_1
Via yang kesakitan pun langsung di bawa ke kamarnya dan memanggil tabib. Tabib berkata jika sudah waktunya untuk Via melahirkan. Semua persiapan pun selesai dan semua menunggu dengan cemas.
Via merasakan sakit yang luar biasa, untuk Arsya dia menunggu di luar karena di jaman kuno tidak boleh menemaninya di dalam.
"Putri ayo dorong" ucap Jingmi yang menemani Via.
Beberapa saat kemudian terdengarlah tangisan bayi yang keras. Semua yang menunggu di luar senang, tapi beberapa saat kemudian Via masih merasakan sakit dan ternyata masih ada anak lagi di dalam perutnya.
Beberapa saat kemudian bayi ke dua pun lahir. Via memiliki anak kembar yang pertama laki-laki dan yang ke dua perempuan. Arsya sangat senang ketika dia mendengar ada dua teriakan anak.
Untuk pestanya tidak di selesaikan karena masalah yang ada. Untuk putri Hui dia ada di dalam penjara, dia masih tidak sadarkan diri.
Via hanya tersenyum karena dia masih sangat lelah, dia merasakan bagaimana lelah dan sakitnya melahirkan di jaman kuno ini.
Malam harinya di saat Via istirahat Arsya harus berjaga karena kedua anaknya tidak mau tidur malah ingin mermain dengan nya.
"Sayang ayo tidur ya" ucap Arsya yang merasa capek harus bermain terus sampai malam.
Via terbangun dan melihat jika Arsya masih menjaga anaknya yang tidak tidur-tidur.
__ADS_1
"Sini biar aku yang menjaganya kamu tidur dulu, kamu pasti capek" ucap Via.
"Enggak usah kamu tidur lagi aja biar anak kita aku yang jagain, kamu kan pasti masih lelah" kata Arsya lembut.
"Ya sudah kita jaga anak kita bersama saja" ucap Via.
Mereka berdua pun menemani anak nya yang mata mereka masih setia terbuka. Via dan Arsya merasa bahagia mendapatkan seorang anak kembar.
"Oh ya gimana putri Hui itu?" tanya Via penasaran karena pas sekali dia mau menghajarnya, anak di dalam perutnya sudah tidak tahan ingin keluar.
"Dia di dalam penjara, aku sudah menghajarnya" jawabnya.
"Ini gara-gara kalian berdua sayang,mamah tidak bisa menghajar wanita jahat itu" ucap Via sambil mencolek hidung kedua anaknya.
Kedua anaknya malah tersenyum mendengar perkataan Via. "Lihatlah anak kita malah tersenyum" kata Arsya bahagia.
Malam yang panjang pun mereka habiskan bersama kedua anaknya yang lucu dan imut itu.
Jangan lupa dukung author dengan like, komen, dan vote๐
__ADS_1