
Satu minggu telah berlalu hari ini Via berencana akan pergi mengunjungi kakeknya di istana Langit kemudian mengunjungi ayahandanya di kerajaan Qin.
Di ruang makan Via memberi tahu raja Zou dan permaisuri Niulen jika dia akan ke istana Langit dan kerajaan Qin.
"Ibunda, ayahanda aku berencana akan ke istana Langit dan kerajaan Qin untuk mengunjungi mereka" ucap Via setelah semua sudah selesai makan.
"Kenapa tidak mengundang mereka saja, itu lebih baik karena kamu saat ini kan sedang hamil sayang" ucap permaisuri Niulen.
"Benar itu putri, biarkan ayahanda yang mengundang mereka untuk makan bersama sekaligus tinggal di istana ini untuk beberapa hari" ucap raja Zou.
"Tidak ayahanda, ibunda aku tidak mau merepotkan mereka apa lagi mereka pasti banyak pekerjaannya jadi lebih baik aku yang ke sana mengunjungi mereka" ucapnya.
"Baiklah tapi harus membawa banyak pengawal di perjalanan" kata raja Zou.
"Iya ayahanda" ucap Via.
Di sela-sela mereka sedang bicara putri Hui tiba-tiba tersenyum seperti ada yang membuatnya senang, entah itu sebuah ide yang terlintas di kepalanya atau ada hal lainnya setelah mendengar Via ingin pergi.
"Kapan kamu akan ke sana?" tanya permaisuri Niulen.
"Hari ini ibunda" jawabnya.
__ADS_1
"Baiklah, kamu harus hati-hati jangan sampai terluka sedikitpun mengerti" permaisuri yang merasa khawatir.
"Iya tenang saja aku pasti akan baik-baik saja" ucap Via.
Selesai makan Via bergegas menyiapkan sesuatu yang akan dibawa nya dalam perjalanan.
Di tengah perjalanan Via dihadang oleh sekelompok orang dengan wajah ditutup. Mereka menyerang kereta Via.
"Bunuh mereka" teriak orang itu yang sepertinya pemimpin kelompoknya
Para pengawal yang diberikan oleh raja Zou ternyata dapat dikalahkan semua oleh sekelompok orang itu. Via sudah tau itu pasti akan terjadi, kemudian dia turun dari kereta bersama Jingmi untuk melihat mereka.
"Sepertinya mereka pembunuh bayaran yang terlatih" pikir Via.
"Siapa yang menyuruh kalian?" tanya Via setelah ketuanya dapat di taklukkan.
"Aku akan memberitahu tapi tolong jangan bunuh aku" jawabnya.
"hah dia ini ketua pembunuh bayaran atau bukan, kenapa dia langsung mau mengaku, bukannya kalau pembunuh bayaran itu akan menolak memberitahu tuannya dan dia rela mati tapi ini dia mau langsung membocorkan siapa yang menyuruh mereka" pikir Via karena tidak sesuai dengan ekspetasi nya. "Eh kenapa aku jadi mikirin itu" pikir Via sambil memukul keningnya pelan.
"Ada apa putri" kata jingmi yang melihat Via memukul keningnya sendiri.
__ADS_1
"Enggak ada apa apa" jawabnya kepada Jingmi.
"Kalau gitu siapa yang menyuruh kalian" tanya Via kepada nya dengan tatapan membunuhnya.
"Itu putri Hui yang menyuruh kami" jawabnya.
"Bereskan" kata Via kepada pengawalnya.
Pengawal nya pun langsung membunuh ketua itu karena Via tidak mau nantinya akan menjadi masalah jika tidak langsung dibunuh saja.
"Jingmi berikan obat ini kepada mereka" ucap Via dengan mengeluarkan sebuah botol berisi obat.
Jingmi memberikan obat itu satu persatu kepada prajurit yang terluka dan seketika mereka langsung membaik.
"Terimakasih putri dan kami siap dihukum karena tidak bisa menjaga putri dengan baik" ucap pemimpin prajuritnya.
"Aku tidak akan menghukum kalian sekarang lanjutkan perjalanannya" kata Via.
Mereka melanjutkan perjalanannya.
"Putri Hui kamu sudah mulai menunjuk kan sifat aslimu" pikir Via
__ADS_1
Dukung author dengan vote, like, dan komen😊