Time Travel: Yin Hua

Time Travel: Yin Hua
49. Hari yang Begitu Cepat


__ADS_3

Sampailah mereka di istana langit. Seluruh keluarga istana langit terkejut melihat kedatangannya karena sudah lama tidak datang dan juga Via tidak memberi tahu mereka jika dia akan datang.


"Sayang kenapa kamu datang kesini, bukannya kamu lagi hamil kalau terjadi sesuatu di jalan bagaimana" kata permaisuri Xia.


"Aku tidak akan terluka nek" jawabnya.


Selang beberapa waktu mereka pun makan bersama.


"Gimana kamu di sana tidak ada yang mengganggu kamu kan?" tanya raja wang.


"Ya begitulah kek pasti ada aja yang mengganggu hubungan aku dengan pangeran zhou lan" jawabnya.


"Siapa orangnya biar kakek yang urus" katanya.


"Tenang kek aku bisa mengurusnya itu" ucap nya.


Begitu lah suasana makan mereka yang di selangi dengan canda tawa.


Tengah malam Via merasa tidak bisa tidur dia sangat merindukan Arsya.


"Kenapa aku sangat merindukanmu, semoga kamu dapat menyelesaikan tugas itu dengan cepat" gumam nya.


Begitulah hari-hari Via di istana langit, setelah beberapa hari Via pun pergi ke kerajaan Qin. Di sana dia juga seperti biasanya, sudah tidak ada yang mengganggunya.

__ADS_1


Entah mengapa waktu berjalan begitu cepat, Sudah hampir ulang tahun Arsya, Via juga sudah kembali dari istana langit dan kerajaan Qin, dia saat ini sudah berada di istana kegelapan lagi.


Permaisuri Niulen berencana akan mengadakan perjamuan bagi para putri-putri negara lain untuk menikmati bunga karena itu sudah menjadi tradisi setiap tahunnya.


Di pagi hari Via sedang duduk di taman sambil menikmati hembusan angin yang begitu sejuk.


"Kakak ipar sedang apa?" tanya putri Xiang adik Arsya.


"Ini sedang menikmati angin" jawabnya.


"Kakak ipar temani aku untuk jalan-jalan ke pasar ya, aku ingin membeli beberapa helai pakaian" ucap nya dengan manja.


Putri Xiang memang sangat menyukai Via, dia juga selalu manja di dekatnya.


"Emm enggak jadi deh, perut kakak ipar kan sudah besar nanti kalau kenapa-napa di pasar gimana, aaaa aku enggak mau" ucapnya lagi dengan raut wajah yang polosnya itu membuat Via dan Jingmi tertawa.


Raja Zou juga menyetujuinya dan memberikan pelakor itu kepada putri Hui.


"Kok tertawa sih" kata putri Xiang yang melihat mereka tertawa.


"Habisnya putri lucu" kata Jingmi.


"Sudah Jingmi jangan tertawa lagi" ucap Via sambil menahan untuk tidak tertawa. "Baiklah aku akan temani" katanya lagi

__ADS_1


"Enggak jadi, jika nanti kakak ipar kenapa-napa gimana" ucapnya.


"Tenang kakak ipar enggak selemah itu kok, sekalian juga mau jalan-jalan" ucap Via.


Via pun pergi bersama putri Xiang ke pasar. Sampainya di pasar putri Xiang mengajak Via pergi ke toko kain langganan nya.


"Menurut kakak ipar bagus yang mana?" tanya putri Xiang sambil menunjukkan beberapa pakaian.


"Ambil aja semuanya yang kamu suka nanti kakak ipar yang bayarin" ucapnya membuat putri Xian senang.


"Tuan tolong bungkus ini semua" kata putri Xiang


"Baik nona " jawab penjualnya.


Setelah membeli beberapa pakaian mereka pun berencana akan pergi makan.


"Pesan lah yang kamu mau" kata Via kepada putri Xiang. " Kamu juga Jingmi" ucapnya lagi.


Setelah makanan nya datang mereka pun makan.


Jangan lupa dukung author dengan like, komen, dan vote๐Ÿ‘


Maaf ya untuk yang membaca novel ini karena author sudah lama tidak melanjutkannya tapi Insyaallah sekarang author akan usahakan up date lagi hingga novel ini benar-benar tamat๐Ÿ˜Š๐Ÿ™

__ADS_1


Jangan lupa mampir ke novel ku yang lain nya๐Ÿ˜



__ADS_2