Time Travel: Yin Hua

Time Travel: Yin Hua
33. Acara Perlombaan


__ADS_3

Hari sudah pagi semua mulai melakukan aktivitasnya. Saat ini Via sedang di ruang belajar raja Wang.


"Yin Hua memberi salam kakek" ucap Via sambil menundukkan kepala sedikit.


"Ada apa cucuku" kata raja Wang.


"saya mau minta izin pergi ke pasar kakek" ucap Via.


"Kakek izinkan" ucapnya.


"Terimakasih kakek, Yin Hua pergi dulu" ucap nya.


Via pun pergi langsung menuju pasar bersama Jingmi dan Jiji. Jiji adalah pelayan Via di istana langit dia juga akan menunjukkan di mana pasarnya.


Sampailah Via di pasar. Via berpenampilan biasa dan menggunakan cadarnya karena dia baru pertama ke pasar di istana langit ini.


Via yang melihat pasarnya ternyata sangat ramai dan bagus. Via pun mencari barang-barang yang menurutnya bagus untuk dibeli.


"Berapa harga jepit rambut ini tuan" tanya Via kepada penjualnya.


"Hanya 5 keping perang nona" ucapnya dengan sebutan nona karena Via memakai cadar jadi tidak mengetahui jika dia seorang putri.


"Saya beli 2 tuan" ucap Via.

__ADS_1


Via pun lalu membayarnya dan setelah itu dia memberikan dua jepit rambut itu untuk Jingmi dan Jiji.


"Ini untuk kalian berdua" kata Via.


"Makasih nona" ucap mereka dengan sama-sama menyebutnya nona karena itu perintah Via sebelum di pasar.


Kemudian mereka melanjutkan melihat lihat lagi dan saat sedang berjalan Via melihat seorang laki-laki dengan dua pengawalnya yang sedang memarahi dan memukul seorang penjual.


"Hey berhenti" teriak Via.


"Siapa kamu tidak usah ikut campur masalah ini" kata laki-laki yang sepertinya seorang pangeran.


"Paman kamu tidak apa-apa" ucap Via membantu penjual itu. "Kamu tidak perlu tahu siapa aku" jawab Via kepada laki-laki itu.


"Kenapa dia memukul tuan, apa masalahnya" tanya Jingmi.


"Jiji kamu tahu siapa dia" tanya Via pelan kepada Jiji.


"Dia pangeran Lin dari kerajaan DI, dia sudah terkenal dengan sikap sombongnya nona" kata Jiji pelan dan Via hanya mengangguk-anggukkan kepalanya.


"Hanya karena itu kamu sampai memukulnya,dia juga tidak sengaja dan juga kamu bisa beli baju lagi. Bukannya kamu seorang pangeran, apa pangeran seperti ini sikapnya" ucap Via dengan jengkelnya bagaimana tidak dia seorang pangeran tapi hanya masalah baju sampai memukul orang yang sudah tua ini.


"Kamu tidak tahu baju ini sangat mahal dan terbuat dari kain sutra yang terbaik tapi dia malah mengotorinya, sekarang juga ganti dengan dua puluh keping emas" kata pangeran Lin.

__ADS_1


"Tuan saya tidak punya uang sebanyak itu" kata si penjual.


"Saya tidak perduli kalau tidak mau menggantinya aku akan memotong tanganmu sebagai jaminan" ucap nya.


"Jangan tuan ampuni aku" kata penjual meminta ampun.


"Tenang paman aku akan membantumu" kata Via.


"Tapi nona dua puluh keping emas itu bukan jumlah yang sedikit" ucapnya.


"Tidak apa-apa paman saya ikhlas membantu" kata Via.


"Baiklah mana uangnya cepat berikan" ucapnya.


"Kamu mau uang maka lawan aku di perlombaan di istana langit jika kamu menang aku akan memberimu uangnya tetapi jika kamu kalah kamu harus meminta maaf kepada paman ini dan memberinya beberapa keping emas" ucap Via.


"Baiklah aku terima ku tunggu kamu di istana langit" ucapnya dengan langsung pergi dari situ.


"Nona makasih sudah membantu orang tua ini" katanya.


"Iya sama-sama paman dan paman tenang saja saya akan mengalahkannya agar dia tahu diri" kata Via.


"Akan ku beri kamu pelajaran tunggu saja kamu" kata Via dalam hati karena kesal dengan sikap dia tadi. Padahal dia seorang pangeran tapi sikapnya lebih buruk dari pada orang yang tidak menjadi pangeran.

__ADS_1


Maaf ya kalau ada typo jangan lupa vote,like, dan komen😊


Salam dari author 😊sehat terus guys❤️


__ADS_2