
Pagi ini semua kerajaan kerajaan lain akan pulang kembali. Tetapi untuk istana langit mereka akan tinggal di kerajaan qin selama seminggu. Untuk istana kegelapan juga hanya Arsya yang tinggal di kerajaan Qin untuk beberapa hari. Setelah itu dia akan kembali ke istana langit untuk mempersiapkan acara pertunangannya karena memang Via memilih untuk bertunangan dulu dia akan menikah setelah kakaknya menikah dan itu juga sudah disetujui mereka, Arsya juga tidak mempermasalahkannya.
Kebetulan juga kakaknya sudah menyukai seorang gadis dari kerajaan Tang yaitu putri Yiran dan berencana akan mengajukan surat lamaran untuknya. Via juga menyukai putri Yiran karena memang putri Yiran kelihatannya baik dan juga cantik jadi dia menyetujui jika kakaknya menikah dengan nya.
Dan masih ada lagi yang belum pulang yaitu putri lea, entah mengapa dia belum pulang. Saat ditanya katanya ingin melihat - lihat kerajaan Qin.
Siang hari mereka semua sedang makan bersama tidak terkecuali putri Lea yang juga ikut makan. Saat sedang makan putri Lea selalu melihat ke arah Arsya dan membuat Via sangat risih melihatnya. Raja Qin yang melihat Via tidak suka terhadap putri Lea yang selalu melihat ke arah Arsya pun memulai pembicaraan terhadap putri Lea agar melepaskan pandangan nya dari Arsya.
"Putri Lea jika ingin berkeliling istana ini nanti saya akan beri tahu pelayan agar menunjukkan semuanya" ucap raja Qin.
Mendengar itu pun putri lea langsung melihat ke arah raja Qin " Terimakasih yang mulia" ucapnya.
"Ibunda nanti bolehkan aku ajak pangeran chen jalan-jalan ke taman istana" ucap Via kepada putri Yan.
"Boleh tapi hati-hati" jawabnya.
Selesai makan Via dan Arsya pun pergi ke taman istana, Via menggendong pangeran Chen.
__ADS_1
"Wah lihat lah putri sangat serasi dengan putra mahkota Zhou Lan" kata para dayang yang melihatnya.
"Benar sangat cocok, seperti keluarga" ucap salah satu dayang.
"Sayang lihat lah sungguh imut pangeran Chen apalagi pipi nya uhh sangat menggemaskan" ucap Via sambil melihat pangeran Chen.
"Kalau kamu mau kita bisa bikin" kata Arsya menggodanya dan membuat Via terkejut.
"Apaan sih kita kan belum nikah, jangan menggodaku seperti itu" ucap Via.
Melihat Via seperti itu pun Arsya merasa senang bisa menggodanya. Dari kejauhan putri Lea mengepalkan tangannya melihat kedekatan Via dengan putra mahkota Zhou Lan dan putri Lea ingin rasanya dia mencakar muka Via agar mukanya menjadi cacat dan putra mahkota Zhou Lan akan mencampakkannya.
(seperti ini ya situasinya tapi kalian tambahkan aja pangeran chen nya lagi di situ😊)
"Sayang" kata arsya tampa membuka matanya.
__ADS_1
"Hmm" ucap Via.
Arsya pun membuka matanya lalu melihat ke wajah Via. Via yang dilihat seperti itu tiba tiba mencium bibir Arsya dan membuat arsya tersenyum.
"Bangunlah aku mau main bersama Chen, lihat lah Chen kasihan dibiarkan main sendiri" kata Via
Arsya pun langsung bangun. Via dan Arsya bermain bersama Chen. Chen selalu tersenyum saat bermain bersama mereka. Dari kejauhan putri Lea ternyata masih mengikutinya dan dia merasa benar-benar ingin merusak wajah Via supaya di campakkan sama putra mahkota Zhou Lan bila perlu membunuhnya supaya tidak ada penghalang lagi untuk mendekati putra mahkota Zhou Lan.
"Yank kayaknya ada yang mengawasi kita" kata Via menyadari jika ada yang mengawasi.
"Biarkan saja, itu putri Lea" ucap Arsya santai karena sudah mengetahui jika ada yang mengawasinya.
"Putri Lea! kayaknya dia mau mendekatimu" ucap Via.
"Tenang saja, aku tidak akan berpaling dari mu" ucap Arsya sambil mendekatkan wajahnya ke Via dan langsung mencium bibirnya.
Melihat mereka semakin mesra putri Lea pun semakin kesal dan akhirnya pergi meninggalkan mereka.
__ADS_1
Maaf ya kalau ada typo dan jangan lupa vote, like, komen😊
Salam dari author😊sehat selalu guys❤️