Time Travel: Yin Hua

Time Travel: Yin Hua
24. Putri Yiran


__ADS_3

Sampailah putri Fen dan putri Lien di aula. Saat putra mahkota Yuwen melihat mereka datang dia tidak melihat kedatangan putri Yiran.


"Salam ayahanda" ucap mereka. "Salam putra mahkota Yuwen, putri Yin Hua dan putra mahkota Zhou Lan" ucapnya lagi.


"Yang mulia dimana putri Yiran, kenapa tidak ada disini?" tanya Via.


"Kenapa malah nyariin dia sih" kata putri Fen kepada putri Lien dengan pelan.


"Iya kenapa nyariin dia" jawab putri Lien.


"Benar, dimana putri Yiran kenapa tidak ada di sini" kata raja Tang.


"Mungkin dia tidak mau datang yang mulia, dia memang tidak sopan ada tamu penting tidak datang dan juga tidak mematuhi yang mulia." kata permaisuri kerajaan Tang dengan sinis.


"Benar-benar tidak sopan dia, prajurit bawa putri Yiran ke mari" ucap raja Tang marah.


Via merasa heran kenapa raja Tang kelihatan tidak suka dengan putri Yiran. Kayak nya memang putri Yiran adalah anak yang di kucilkan,pikir Via.


"Maafkan putri Yiran putri dia memang sangat tidak sopan, padahal sudah saya suruh kesini malah tidak datang" ucap raja Tang kesal dengan kelakuan putri Yiran.


"Tidak apa-apa yang mulia mungkin ada alasan kenapa tidak datang" kata Via.


Prajurit itu pun pergi menjemput putri Yiran tapi saat sampai di kediamannya ternyata dia tidak ada dan dayang memberi tahu jika putri Yiran ada di tempat ibundanya.


"Permisi putri Yiran, putri dipanggil yang mulia raja" kata prajuritnya saat sudah berada di tempat selir Yihua(ibunda putri Yiran).

__ADS_1


"Di panggil sama ayahanda" pikirnya.


"Pergilah mungkin ada hal penting" kata ibunya.


"Baiklah aku akan ke sana" kata putri Yiran.


Putri Yiran pun pergi ke aula. Sampailah putri Yiran, sesampainya dia malah langsung di marahin oleh raja Tang karena tidak datang.


"Putri Yiran kenapa kamu tadi tidak langsung datang, bukannya ayahanda sudah menyuruh para putri untuk datang" ucap raja Tang dengan kesal.


"Maafkan putri ini ayahanda, sebenarnya tadi.." belum selesai dia berbicara sudah dipotongnya.


"Tidak usah banyak alasan, bilang saja kamu tidak mau datang" kata putri Fen langsung memotong pembicaraan putri Yiran karena takut putri Yiran akan memberi tahu yang sebenar nya.


"Karena kamu sudah tidak sopan, ayahanda akan menghukum mu" kata raja Tang. "Prajurit cambuk putri Yiran sepuluh kali" ucapnya lagi.


Via yang melihat itu sudah tahu situasi yang terjadi ternyata putri Yiran memang tidak di sukai oleh mereka tapi tidak tahu alasan nya kenapa tidak di sukai.


Saat putra mahkota Yuwen akan angkat bicara tiba-tiba selir Yihua datang ke aula padahal kondisinya sedang sakit. Dia datang karena memiliki firasat yang tidak enak dan benar saja ternyata anak nya akan di hukum. Putra mahkota Yuwen pun tidak jadi bicara mungkin dia akan melihat dulu bagaiman akan terjadi berikutnya.


"Bunda kenapa bunda ke sini, bunda kan lagi sakit" kata putri Yiran.


"Bunda tidak apa-apa, bunda kesini karena khawatir dengan kamu" ucap ibunda nya. "Yang mulia kenapa yang mulia akan menghukum putri Yiran?" ucap nya lagi.


"Dia sudah tidak sopan, berani-berani nya dia tidak datang saat saya panggil" ucap raja Tang.

__ADS_1


"Yang mulia apakah yang mulia tidak mendengarkan penjelasannya" ucap nya. "Yang mulia memang tidak pernah mau mendengarkan penjelasan putri Yiran jika dia berbuat salah, apakah dia salah atau tidak yang mulia tetap menghukum nya, di saat dia difitnah oleh putri Fen,putri Lien dan di ancam nya, yang mulia tidak perduli" ucap selir Yihua dengan kesal "Yang mulia memang pilih kasih dengan putri-putri nya sendiri" lanjutnya.


"Mungkinkah dia putri ku bukan putri selingkuhan mu selir" kata raja Tang yang membuat putra mahkota Yuwen dan Via menjadi bingung mungkinkah putri Yiran itu anak selingkuhan pikir nya. Untuk Arsya dia tidak peduli dengan itu dia hanya santai.


"Yang mulia apa maksud nya siapa yang selingkuh, saya selalu setia dengan yang mulia" kata selir Yihua.


"Memangnya saya tidak tahu kamu malam-malam ketemuan dengan selingkuhan mu" kata raja Tang.


Selir Yihua semakin di buatnya bingung kapan dia malam-malam keluar menemui selingkuhan, apa sebenarnya ada yang memfitnahnya pikirnya itu.


"Ayahanda bagaiman bisa ayahanda seperti itu dengan ibunda, mana mungkin ibunda selingkuh" ucap putri Yiran.


Raja Tang tidak memperdulikan itu dan dia langsung sadar bahwa masih ada putra mahkota Yuwen, putri Yin Hua, dan putra mahkota Zhou Lan raja Tang pun meminta maaf atas kejadian hari ini dan meminta untuk melanjutkan pembicaraan lamaran nya saat makan malam.


"Putra mahkota Yuwen, putri Yin Hua, dan putra mahkota Zhou Lan zen minta maaf ya dengan situasi hari ini bolehkah kita lanjutkan pembicaraan lamaran nya saat makan malam kebetulan juga kalian baru datang dan pasti masih capek jadi zen akan menyiapkan kamar untuk kalian, soalnya zen mau mengurus masalah ini" kata raja Tang.


"Tidak masalah yang mulia tapi saya harap yang mulia tidak menghukum putri Yiran" ucap putra mahkota Yuwen.


Mendengar jika putra mahkota Yuwen menolongnya putri Yiran pun sedikit bingung kenapa dia mau menolong nya sedangkan putri Fen dan putri Lien kesal bagaimana dia bisa menolongnya dari hukuman.


"Baiklah aku tidak akan menghukum nya" ucap nya.


Maaf ya kalau ada typo jangan lupa vote, like, dan komen😁


Salam dari author😁sehat selalu guys❤️

__ADS_1


__ADS_2