
Selang beberapa hari raja Zou membawa seorang putri dari istana IT karena istana tersebut ternyata sudah hancur dan kedua orang tuannya telah meninggal. Raja Zou membawanya ke istana kegelapan karena dulu dia pernah berhutang budi dengan ayahandanya jadi dia membawa putri satu-satunya yang selamat dari peperangan itu. Raja Zou awalnya ingin mengunjungi istana IT, tapi saat sampai di sana istana tersebut sudah hancur dan hanya melihat putri nya yang sedang menangis di jazad ayah dan ibundanya. Putri tersebut bernama Hui.
Dikamar Via dan Arsya sedang bersiap - siap untuk makan malam. Selesai mereka pun pergi dengan Jingmi dan Pelakor dibelakangnya.
Sampailah mereka di ruang makan dan semua sudah berkumpul termasuk raja Zou dan permaisuri Niulen. Via sedikit melirik ke seorang putri yang belum dikenalnya.
"Salam ayahanda,salam ibunda" kata Via dan Arsya.
"Ayo duduk sayang ibunda sudah menyiapkan makanan yang sehat buat kamu" ucap permaisuri Niulen.
Mereka pun duduk, sebelum makan raja Zou memperkenalkan putri Hui kepada Via dan Arsya.
"Ini putri Hui dari istana IT, mulai sekarang dia akan tinggal di istana ini karena istana IT sudah hancur dan dia sudah tidak mempunyai siapa-siapa, karena ayahanda pernah berhutang budi pada ayahandanya jadi sekarang ayahanda membalas budi dengan membawa putri Hui ke sini" kata raja Zou.
"Salam putra mahkota Zhou Lan, salam putri Yin Hua" ucap putri Hui.
Di sisi lain tampak Pelakor yang tersenyum melihat kedatangan putri Hui. Putri Hui juga membalas senyumannya entah maksud apa yang tersembunyi. Via sempat melihat nya dan juga berpikir sepertinya ada sesuatu antara mereka berdua.
Selesai makan Via dan Arsya kembali ke kamarnya. Keesokan paginya Via sudah berada di halaman belakang untuk bermain pedang karena dia sudah lama tidak memainkan pedangnya sedangkan Arsya di ruang belajarnya dia tidak mengetahui jika Via bermain pedang karena sebenarnya dia melarang nya melakukan hal yang berbahaya.
Jingmi dan Pelakor juga bersama Via di halaman belakang.
__ADS_1
"Putri istirahat dulu jangan terlalu capek" kata Jingmi.
"Iya putri istirahat dulu" ucap Pelakor.
Via pun beristirahat karena memang jika dia kecapean takutnya akan terjadi apa-apa dengan anak nya. Arsya menghampiri mereka setelah mendapat kabar dari pengawalnya.
"Salam yang mulia" ucap Jingmi dan Pelakor
"Kenapa bermain pedang kan sudah aku larang" kata Arsya.
"Badanku merasa kaku jadi ingin main pedang dan lagian aku juga sudah lama tidak bermain pedang" jawab Via.
"Iya aku tahu jadi aku hanya sebentar saja mainnya" jawabnya.
"Ya sudah ayo makan" kata Arsya.
Arsya dan Via pun pergi makan. Selesai makan Via hanya duduk dibawah pohon yang dingin bersama Jingmi dan Pelakor.
Pelakor sekarang terus bersama Via. Datanglah putri Hui menghampiri mereka.
"Salam putri" kata nya.
__ADS_1
"Ada apa putri Hui" kata Via.
"Saya hanya ingin mampir kesini putri, saya ingin lebih dekat dengan putri" ucapnya.
"Oh kalau gitu ayo kita keliling istana ini, kamu pasti ingin berkeliling melihat-lihat istana ini" kata Via.
"Boleh kalau putri mau menemani saya" ucapnya.
Mereka pun berkeliling melihat-lihat yang ada sambil berbincang-bincang.
"Oh ya kenapa kamu tidak memiliki pelayan apa yang mulia raja tidak memberikan mu pelayan?" tanya Via.
"Tidak putri sebenarnya yang mulia raja sudah menyuruh beberapa pelayan untuk bersamaku tapi saya menolak karen tidak enak jika ada pelayan yang selalu mengikuti ku kemana-mana" jawabnya.
"Oh begitu, gimana kalau pelayan saya satu aku berikan ke kamu" ucapnya.
"Tidak putri saya tidak menginginkannya" ucapnya.
Maaf ya jika ada typo jangan lupa👉 vote, like, dan komen😁
Salam dari author 😊sehat selalu guys💜
__ADS_1