Time Travel: Yin Hua

Time Travel: Yin Hua
36. Pengganggu Datang


__ADS_3

Malam hari pun tiba dan perlombaan dilanjutkan kembali. Untuk Arsya dan Via mereka masih tidur dikamar Via.


Via membuka matanya dan masih melihat Arsya tidur disampingnya, sebenarnya sebelum menikah mereka tidak boleh tidur bersama jika sampai ketahuan pasti akan dimarah karena itu sudah menjadi peraturan di dunia kuno ini. Jingmi juga tahu jika Arsya selalu tidur bersama Via tapi dia tidak memberitahu kepada siapapun karena itu perintah Via.


Via menusuk-nusuk pipi Arsya menggunakan telunjuknya dengan pelan yang membuat Arsya membuka matanya.


"Kamu tidak mau bangun" kata Via.


"Tidak" jawabnya dengan memejamkan matanya kembali.


"Ya sudah aku mau bangun, aku mau melihat perlombaan menarinya dan siapa tahu ada pangeran ganteng di sana" kata Via yang membuta Arsya langsung membuka matanya dan menatap Via.


Melihat tatapan itu membuat Via merinding" bercanda sayang, ya sudah kamu mau bangun apa tidak aku mau bersiap - siap dulu" kata Via.


"Iya, hati-hati jalannya" kata Arsya.


Arsya pun keluar dan Jingmi masuk membantu Via bersiap-siap. Setelah selesai Via keluar kamar dan melihat Arsya yang juga sudah berganti pakaiannya dengan rapi.


Mereka berdua pun pergi ke aula dan ternyata acaranya sudah dimulai jadi mereka berdua langsung duduk di tempat yang sudah ada.


Keesokan harinya di pagi hari Via sudah bersama Arsya di halaman belakang untuk berlatih karena memang kaki Via sudah sembuh karena meminum pil yang dia buat. Untuk masalah pangeran Lin sudah terselesaikan dia mendapat hukuman dari raja Wang. Untuk kerajaan - kerajaan lainnya sudah kembali ke kerajaannya hanya istana kegelapan dan kerajaan Qin yang belum kembali karena memang akan membahas pernikahan Via dan Arsya.

__ADS_1


Via berlatih hingga hari menjelang siang. Ketika sedang duduk untuk minum Jingmi menghampirinya.


"Nona di suruh makan bersama" ucap Jingmi.


"Baiklah aku ke sana" jawab Via.


Via dan Arsya pun ke ruang makan untuk makan bersama. Selesai makan mereka mulai membahas masalah pernikahan dan akhir dari pembahasannya pernikahan akan diadakan satu bulan lagi.


"Sayang gimana dengan kakimu?" tanya permaisuri Yan.


"Sudah tidak apa-apa bunda" jawabnya.


"Ada apa pangeran Lin kesini" ucap Via.


Ternyata yang menghampirinya adalah pangeran Lin. "Padahal yang lainnya sudah kembali tetapi kenapa pangean Lin belum kembali dan bukannya dia sudah di hukum apa tidak cukup masih mau mengganggu" pikir Via.


"Saya kesini cuma mau minta maaf atas apa yang saya perbuat sama putri, saya tidak tahu jika putri adalah cucu raja Wang" kata nya.


"Tidak masalah saya sudah melupakan itu, kalau gitu saya permisi" jawab Via dan langsung meninggalkannya.


Saat berjalan tidak sengaja Via tersandung dan akan jatuh tapi sebelum jatuh pangeran Lin menangkapnya. Pemandangan itu tidak sengaja terlihat oleh Arsya dan dia langsung menghampiri mereka lalu menarik Via yang masih di pegang oleh pangeran Lin.

__ADS_1


"Itu tidak seperti yang kamu lihat, tadi hanya kecelakaan saja" ucap Via karena takut Arsya marah. " Benar kan pangeran Lin" ucap Via kepadanya.


"Tidak, bukannya tadi putri sengaja terjatuh agar saya menangkap putri" ucap nya yang tidak sesuai fakta.


"Kamu berani-beraninya berbohong, dari mananya saya mau ditolong sama kamu, sayang itu tidak benar kamu jangan dengarkan omongannya" ucap Via.


"Iya aku percaya kok sama kamu" ucapnya. "Dan untuk kamu jangan sekali-kali dekati dia kalau tidak saya tidak akan tinggal diam" ucap Arsya dengan ancamannya.


Arsya dan Via pun pergi meninggalkan pangeran Lin yang mungkin sedang kesal.


"Aku akan mendapatkan mu bagaimana pun caranya" ucap pangeran Lin.


Pangeran Lin menjadi berambisi untuk mendapatkan Via semenjak dia tahu jika Via adalah cucu raja Wang jadi jika dia bisa menikah dengannya dia bisa mendapatkan keuntungan besar.


Maaf ya kalau ada typo, jangan lupa vote,like,dan komen😉


Salam dari author😉sehat selalu guys❤️


Selamat Tahun Baru Untuk Semuanya salam dari Evi Sofiah🎉🎉🎉 HAPPY NEW YEAR😁🎉🎉


__ADS_1


__ADS_2