
Mereka mencari penginapan karena memang putra mahkota Yuwen, Via dan Arsya sangat capek bagaimana tidak mereka baru datang tapi sudah pergi lagi.
"Putra mahkota Yuwen, putri Yin Hua, putra mahkota Zhou Lan maafkan kami karena kami kalian sudah pergi lagi padahal kalian baru datang" ucap putri Yiran.
"Bukan salah kamu memang kami yang akan pergi dan juga untuk apa kami di sana jika orang yang ingin ku jadikan istri malah tidak ada" ucap putra mahkota Yuwen dengan senyuman nya itu.
Via yang mendengar itu sedikit geli dengan perkataan nya, kenapa gege nya jadi kayak gitu pikir nya.
"Saya takut jika raja Qin tidak akan suka dengan saya" ucap nya sambil menundukkan kepalanya.
"Kakak ipar tenang saja ayahanda pasti akan setuju" ucap Via yang memanggil putri Yiran dengan sebutan kakak ipar.
Mendengarnya memanggil kakak ipar putri Yiran tersenyum apakah nantinya dia bisa mendapatkan kelurga yang baik semoga saja raja Qin juga akan menyukainya.
"Iya tenang saja aku akan bicara sama ayahanda" kata putra mahkota Yuwen.
Mereka semua pun sudah berada di penginapan.
Selang beberapa hari mereka sudah berada di kerajaan Qin. Raja Qin kaget dengan kedatangan mereka, kenapa mereka begitu cepat pikirnya.
Di aula istana Qin
__ADS_1
"Putra ku kenapa kalian begitu cepat pulang?" tanya raja Qin.
"Begini ayahanda..." jawab putra mahkota Yuwen menjelaskan semuanya.
Raja Qin hanya diam setelah mendengarkan penjelasan putra mahkota Yuwen, berbeda dengan putri Yiran yang begitu gugup apakah raja Qin akan marah dan tidak menyetujuinya jika iya dia akan langsung pergi dari kerajaan Qin dengan ibundanya.
Raja Qin sebenarnya khawatir jika nantinya para rakyat akan membicarakan tentang pernikahan mereka tapi melihat anak nya yang menyukai nya, dia rela melakukan apa pun agar anak-anak nya bahagia. Raja Qin pun mengijinkan mereka menikah dan untuk ibunda putri Yiran juga akan tinggal di kerajaan Qin.
Untuk para rakyat nya yang berani menghina nya nanti akan dikenakan hukuman karena berani-berani menghina anggota kerajaan.
"Baiklah zen akan merestui kalian dan untuk persyaratannya zen akan memanggil tabib untuk menyembuhkan selir Yihua" kata raja Qin.
"Terimakasih banyak yang mulia" ucap putri Yiran dan ibunda nya.
"Ayahanda tenang saja untuk menyembuhkan bibi Yihua, aku bisa menyembuhkan nya" kata Via.
"Benarkah itu putriku" kata raja Qin.
"Iya ayahanda" jawab Via.
"Dari mana kamu tahu pengobatan putriku" tanyanya.
__ADS_1
"Emmm aku sering belajar dari buku ayahanda dan juga putra mahkota Zhou Lan juga pernah mengajariku" jawabnya sedikit berpikir.
Putra mahkota Zhou Lan memang juga bisa dalam pengobatan karena dia juga mempelajarinya.
Raja Qin hanya menganggukkan kepalanya. Setelah pembicaraan mereka selesai, mereka pun kembali ke kediaman nya dan untuk putri Yiran dan ibundanya mereka juga di tunjukkan dimana mereka akan tinggal.
Hari semakin malam, tetapi Via belum tidur dia masih bersama Arsya duduk di gazebo menikmati indahnya bulan. Arsya berencana akan pulang besok karena dia akan mempersiapkan persiapan untuk pertunangannya.
"Jadi kamu pulang besok" ucap Via sambil merebahkan kepalanya di paha Arsya.
"Iya, aku akan mempersiapkan untuk acara pertunangan kita dan juga bagaimana menurutmu kalau kita samakan saja pertunangan kita dengan pernikahan gege kamu" kata Arsya sambil membelai rambut Via.
"Maksud kamu kita adakan di hari yang sama gitu" ucapnya.
"Iya, bagaimana menurutmu" tanya Arsya.
"Bagus sih aku tidak masalah tapi apa ayahanda akan menyetujuinya dan juga apa gege mau" jawab Via.
"Coba besok kita tanya saja" kata nya.
Maaf ya kalau ada typo, jangan lupa vote, like, dan komen😊
__ADS_1
Salam dari author😊sehat terus guys❤️