
Melihat Via pingsan di lantai mereka langsung menghampirinya dan pangeran Yuwen langsung mengangkat Via dan meletakkannya di ranjangnya.
"Tabib cepat periksa dia" ucap raja Qin dengan cemas.
Tabib pun memeriksanya
"Yang mulia tuan putri tertusuk pedang di bagian perutnya tapi untung saja tidak dalam dan tidak mengenai organ vitalnya tapi tuan putri sudah mengeluarkan banyak darah sehingga dia belum sadar sampai sekarang jadi saya akan segera membuatkan obat untuk tuan putri" ucap tabibnya setelah memeriksa sekaligus membalut lukanya.
Mendengar itu pangeran Yuwen sangat marah siapa yang berani beraninya ingin membunuh adiknya itu. Lalu pangeran Yuwen melihat mayat mayat itu dan melihat salah satu dari mereka tidak dipenggal kepalanya jadi dia menyuruh prajurit untuk memeriksanya.
"Prajurit periksa dia" kata pangeran Yuwen dingin sambil menunjuk orang tersebut.
"Baik yang mulia" kata prajuritnya.
Raja Qin hanya melihat Via yang sedang terbaring dengan wajah pucat nya. sebenarnya tadi Via ingin tetap sadar tapi karena dia mengeluarkan banyak darah jadi membuatnya pusing dan akhirnya pingsan.
"Yang mulia di masih hidup" ucap prajuritnya setelah memeriksanya.
"Bawa dia ke penjara kita akan menginterogasinya dan juga bersihkan mayat mayat ini" kata pangeran Yuwen dingin.
" Baik yang mulia" jawabnya.
__ADS_1
Tabib itu pun datang sambil membawakan obat utuk Via. Setelah memberikannya tabib itu pun undur diri.
"Ayahanda lebih baik kita kembali biarkan mei mei istirahat" kata pangeran Yuwen.
"Baiklah ayo kita kembali dan untuk kalian jaga kediaman putri Yin Hua" jawabnya sambil juga menyuruh beberapa prajurit untuk menjaga kediaman putri Yin Hua.
Mereka pun pergi dan kamar Via juga sudah bersih. Untuk Jingmi dia juga keluar agar Via dapat istirahat.
Tengah malam pun tiba dan tiba tiba ada yang datang menghampiri Via. Via merasakan kalau ada yang datang tapi entah mengapa dia sangat pusing saat seseorang itu semakin dekat dengannya Via tiba tiba menjadi tenang dia tahu kalau itu adalah arsya yang datang tercium dari baunya yang sangat khas.
Ya yang datang memang Arsya dia sudah mengetahui dari pengawalnya kalau Via terluka dan dia segera datang ketempat nya. pengawal tersebut mengetahui karena dia disuruh mengawasi kediaman via tapi telat saat dia datang Via sudah terluka.
Arsya duduk di ranjang Via dan memasukkan sebuah pil kedalam mulut Via. tidak butuh berapa lama via pun bangun dan sudah tidak pusing dan lukanya juga terasa seperti sedikit membaik.
"Tidur saja enggak usah bangun" kata Arsya "Kenapa kamu bisa terluka bukannya kamu sangat kuat ketimbang orang orang dari klan darah itu" ucap arsya sedikit marah bagaimana bisa dia sampai terluka seperti itu.
"Oh itu sebenarnya aku yang menusuk perutku sendiri dengan pedang" jawab Via santai.
Mendengar jawaban dari Via membuat Arsya kaget " apa bagaimana kamu bisa melukai dirimu sendiri" kata Arsya marah.
"Sayang kamu marah sama aku" ucap Via sambil bangun dari tidurnya karena melihat Arsya marah.
__ADS_1
Arsya hanya diam saja tapi dia membantu Via untuk bangun.
"Sayang kok kamu marah sih sama aku" ucap Via sambil mendekat ke Arsya dan langsung memeluknya dari samping.
"Bukannya aku marah tapi aku khawatir bagaimana bisa kamu melukai dirimu sendiri" ucap Arsya membalas pelukannya.
"Itu adalah rencana ku untuk menyingkirkan selir jahat itu" ucap Via.
" Tapi enggak harus melukai dirimu sendiri kan" katanya.
"Maaf jika aku membuatmu khawatir, tapi bagaimana kamu tahu aku terluka dan orang orang yang mau membunuhku dari klan darah" kata Via.
"Itu aku menyuruh pengawal ku untuk menjagamu tapi kamu malah udah terluka begini saat dia datang dan kebetulan juga dia melihat orang orang yang tergeletak di lantai memiliki tato dari klan darah jadi dia tahu itu" jawab Arsya " Sekarang kamu istirahat" ucapnya lagi.
"Tapi kamu temani aku" ucap Via
"Iya" jawabnya.
Via pun berbaring dan arsya juga ikutan sambil memeluk Via saat tidur.
**Maaf ya kalau ada typo dan jangan lupa vote, like, komen agar author semakin semangat nulisnya😊
__ADS_1
Salam dari author 😊 sehat terus guys**