
Brukkk suara terjatuh
"Mei mei kamu tidak apa-apa?" tanya nya khawatir melihat sang adik terjatuh.
"Emm tidak apa-apa gege" jawab nya dengan santai.
"Kenapa lutut nya di tutupin, sini gege lihat" ucapnya yang melihat sang adik menutupi lututnya.
"Emm ini hanya luka kecil" ucapnya pelan tanpa mau membuka tangannya.
Sang kakak terkejut saat melihat ada darah yang mengalir keluar dari balik tangan yang menutupi lutut sang adik.
Secara paksa sang kakak membuka tangan adiknya itu yang menutupi lututnya. Betapa kagetnya saat melihat luka yang besar di lutut sang adik.
"Ayahanda, ibunda" teriak sang kakak.
Kedua orang tuanya pun yang sedang duduk bersantai berdua, berdiri dan menghampiri anak nya.
"Ada apa Zhou Xing" ucap ayahandanya dengan menyebut namanya. "Fang Yin ada apa kenapa lutut mu luka seperti ini" kata ayahandanya khawatir dan langsung menggendong nya.
"Tidak apa-apa ayahanda ini hanya luka kecil" ucap nya dengan santai.
"Pinter anak ibunda, jatuh tidak menangis" ucapnya sambil membelai rambut anaknya.
__ADS_1
Zhou Xing dan Fang Yin adalah anak dari Via dan Arsya. Tiga tahun telah berlalu dan anak-anak mereka sudah berumur tiga tahun. Dalam tiga tahun itu semua berubah, di dalam dua tahun silam banyak pertumpahan darah yang di akibatkan perebutan wilayah, dalam peperangan tersebut Arsya harus kehilangan ayahandanya dan sekarang dia yang menjadi raja dan Via menjadi permaisuri.
Peperangan terjadi saat Via dan Arsya pergi ke istana Qin bersama ke dua anaknya. Arsya terlambat datang jadi dia tidak dapat menyelamatkan ayahanda tetapi dapat menyelamatkan ibundanya. Arsya marah dan langsung menghabisi kerajaan yang berani-berani menyerang istananya saat dia dan Via pergi. Kerajaan yang menyerang istananya adalah kerajaan tetangga yang ternyata kekuatannya hampir sama dengan istana kegelapan. Arsya juga sempat mendapat luka parah di punggungnya saat menyelamatkan ibundanya, sedangkan Via di saat peperangan dia harus menjaga kedua anaknya agar tidak terjadi apapun dengan mereka. Sebenarnya Via ingin membantu tapi Arsya menolaknya, dia tidak ingin terjadi apa pun dengan Via walaupun dia tahu jika Via kuat. Untuk sang adik putri Xiang, dia di selamatkan oleh pangeran Aming kakak nya. Mereka berdua juga sempat mendapatkan luka dalam.
Kedua anak Via dan Arsya tidak seperti anak lainnya, mereka berdua di umur yang 3 tahun sudah memiliki kekuatan yang cukup bagus dan juga pintar dalam berbicara.
Arsya sangat menyayangi kedua anaknya. "Sini ibunda obati luka nya" ucap Via.
"Xing'er bagaimana bisa adik mu sampai terluka?" tanya Arsya.
"Maaf ayahanda Xing'er tidak menjaga mei mei dengan baik" ucapnya.
"Lain kali main nya hati-hati ya" ucap Arsya kepada Fang Yin dengan lembut.
"Ya sudah sekarang kita makan dulu " kata Via.
Mereka pun pergi untuk makan siang bersama.
"Nenek" panggi Fang Yin kepada ibu suri Niulen
"Sayang ini lututnya kenapa" tanya nya yang melihat lutut Fang Yin di perban.
"Tadi jatuh nek" jawabnya.
__ADS_1
"Kalau main hati-hati ya jangan sampai terluka lagi seperti ini" ucap nya sambil membelai kepala Fang Yin.
"Iya nenek" jawab nya sambil menampilkan senyum lucunya.
Di sisi lain pangeran Aming ternyata sedang bersama putri Dima. Mereka berdua ternyata sudah menjalin hubungan dan sebentar lagi akan menikah. Ibu suri Niulen sangat setuju dengan pangeran Aming jika ingin menikah dengan putri Dima. Via dan Arsya juga menyetujuinya.
Selesai makan Via dan kedua anaknya kembali ke kamar sementara Arsya harus rapat bersama para mentri.
"Sayang kalian berdua istirahat ya, ibunda mau keluar sebentar" ucap Via.
"Baik ibunda" jawab mereka.
"Jingmi" panggil nya.
"Iya yang mulia" ucap Jingmi.
"Tolong jagain mereka aku mau keluar sebentar" ucap Via.
"Baik putri" jawabnya.
Via pun pergi mengunjungi seseorang. "Gimana rasanya hidup di dalam penjara selama ini" ucap Via yang ternyata mengunjungi seseorang di dalam penjara.
"Kamu" ucapnya dengan tatapan ganas.
__ADS_1
Jangan lupa dukung author dengan like, komen, dan vote๐