
Tibalah hari ini ulang tahun putra mahkota Zhou Lan. Di pagi hari Via dan Arsya sudah bersiap-siap untuk pergi ke aula.
Satu persatu dari kerajaan lain datang.
"ISTANA LANGIT MEMASUKI RUANGAN" ucap kasim.
Semua anggota keluarga dari istana langit datang untuk menghadiri acara ulang tahun Arsya. Dari istana Qin juga seluruh anggota keluarganya datang.
"KERAJAAN QIN MEMASUKI RUANGAN" ucap kasim.
Begitulah seterusnya sampai semua datang. Mereka duduk di tempat yang sudah di siapkan. Ketika istana Dima datang tidak di sangka pangeran Aming selalu memandang salah satu anak dari raja Di dan permaisuri Zi yaitu putri Dima.
Beberapa saat kemudian Via dan Arsya pun masuk ke dalam ruangan, semua mata tertuju pada mereka yang tampak cantik dan tampan.
"Salam ayahanda, salam ibunda" ucap mereka berdua.
Via dan Arsya juga tidak lupa memberi salam kepada keluarganya yang datang.
Acara pun di mulai dengan para penari yang menampilkan beberapa tarian nya.
Pangeran Aming selalu melihat ke arah putri Dima sebaliknya putri Dima juga selalu memandang pangeran Aming dengan memancarkan senyum indahnya.
Putri Hui selalu memandang Arsya yang sedang duduk bersama Via, dia cemburu,"Seharusnya aku yang di posisinya," pikir putri Hui.
__ADS_1
Beberapa saat kemudian waktunya pemberian hadiah, satu persatu dari kerajaan lain memberikan hadiah yang sangat istimewa. Via juga sebagai istri memberikan hadiah yang sudah dia susah payah buat menggunakan tangan nya.
Jingmi masuk dengan membawa hadiah nya. "Yang mulia saya memberikan sebuah jubah bergambar burung elang yang melambangkan kejayaan dan kebiksanaan yang artinya semoga yang mulia selalu menjadi orang yang bijaksana dan negeri ini selalu berjaya" ucap Via membuat semua takjub.
Putri Hui hanya kesal karena dia tidak bisa menghancurkan hadiah itu. "Lihat saja aku pasti akan membuat yang mulia Zhou Lan menjadi milik ku" ucap putri Hui dalam hatinya.
Putri Hui pun memberikan hadiahnya. "Yang mulia saya memberikan sesuatu yang anda sukai" ucapnya yang kemudian membuka kain yang menutupi hadiahnya. "Ini adalah seekor ku" belum selesai dia bicara dia terkejut melihat hadiahnya yaitu seekor kucing yang cantik tapi sudah mati mengenaskan kepalanya terpisah dari tubuhnya. "Aaaa" teriaknya yang langsung membuang kucing tersebut.
Semua yang melihatnya sangat terkejut, Arsya juga langsung menampilkan wajahnya yang tidak suka.
"Apa-apa an ini kenapa membawa hadiah seperti ini" kata raja Zou yang jijik melihatnya.
"Apakah putri ini menghina yang mulia, kenapa membawa sebuah hadiah yang sangat menjijikan seperti ini dan dari mana putri tahu yang mulia menyukai kucing " Ucap Via dengan mulut pedasnya itu.
Pengawal pun langsung membuang kucing tersebut. Putri Hui merasa takut karena dia tidak tahu apa yang terjadi "Bagaimana bisa ini terjadi" pikirnya yang tidak tahu bagaimana bisa kucing itu mati.
"Yang mulia saya benar-benar tidak tahu jika kucing itu telah mati, saya yakin membawanya masih hidup" ucap putri Hui
Via yang melihat putri Hui kacau merasa senang dan di tatapnya dengan senyum indahnya membuat putri Hui sadar "Ini pasti ulah dia" pikirnya.
"Yang mulia ini pasti ulah putri Yin Hua yang sudah membunuh kucing saya" ucap nya sambil menunjuk Via. "Dia pasti tidak suka dengan saya dan tidak ingin tersaingi dengan hadiah yang putri ini bawa" ucapnya tanpa sadar diri.
"Siapa putri ini kenapa dia tidak tahu diri sekali" ucap raja Wang yang melihat sedari tadi.
__ADS_1
"Berani sekali dia bicara seperti itu" bisik-bisik para putri kerajaan lain.
"Memangnya siapa putri ini bisa-bisanya membandingkan dirinya dengan kakak ipar dan berani sekali mengatakan hal-hal yang sembarangan " kata pangeran Aming.
"Saya yakin yang mulia pasti ini ulang putri Yin Hua" ucapnya yang masih yakin menuduh Via.
"Mana buktinya kenapa kamu percaya diri sekali" ucap Via sambil mendekatinya.
"Emmm...emm pokoknya pasti kamu yang sudah melakukan itu semua" kata putri Hui dengan kepercayaan nya yang berkurang.
"Ini akibatnya jika berani-berani mengusik ku, kamu tidak akan bisa melawanku, apalagi mau merebut posisi ku, jangan mimpi" bisik Via lembut membuat nya kesal.
"Kamu" geram putri Hui
Via berjalan kembali ke tempatnya meninggalkan putri Hui yang kesal. Dia melampiaskan kekesalan nya dengan mencoba mendorong Via, tapi sebelum terdorong Via menangkap tangan nya dan langsung menepisnya hingga putri Hui yang terjatuh.
" Semua ini gara-gara kamu, kalau aku tidak bisa mendapat kan nya maka aku akan membunuh mu saja" teriak Putri Hui sambil mencoba menusuk Via menggunakan pisau yang dia simpan.
Arsya langsung bertindak melihat putri Hui yang seperti kerasukan setan. "Pengawal tangkap putri Hui, berani-berani dia mau menyerang putri mahkota kerajaan Kegelapan ini" teriak Arsya.
Putri Hui pun tertangkap. "Lepaskan aku mau membunuhnya" teriak putri Hui.
Jangan lupa dukung author dengan like, komen, dan vote๐
__ADS_1