Time Travel: Yin Hua

Time Travel: Yin Hua
38. Mencari Bunga Es


__ADS_3

Via sudah memberitahu Arsya tentang obat yang dapat menyembuhkan penyakit itu. Kemudian ketika Via ingin pergi ke sana ternyata Arsya melarangnya karena di sana sangat dingin dan dinginnya itu tidak biasa dinginnya dapat dirasa sampai ketulang-tulang tubuh. Tapi Via tetap memaksanya untuk ikut mencari bunga itu dan juga jika sudah dapat dia dapat menanam di ruang dimensinya agar jika dibutuhkan dia sudah mempunyai nya. Arsya tidak bisa melawan Via jadi dia akan menemani Via mencari bunga itu.


Via juga sudah memberitahu raja Qin tentang obat itu dan awalnya raja Qin juga tidak mengizinkannya tapi karena Via memaksa jadi diizinkan.


Via sudah berangkat bersama Arsya. Mereka menunggangi hewan kontrak Arsya yang dapat terbang. Belum sampai dan masih jauh tapi rasa dingin sudah masuk ke tubuh.


"Sayang apa sudah dekat" ucap Via.


"Belum" jawabnya.


"Tapi ini udah kerasa banget dinginnya" kata Via.


"Minum pil ini untuk menghangatkan tubuh di bagian dalam" ucap Arsya sembari memberikan sebuah pil.


Beberapa menit kemudian sampailah mereka di gunung es yang sangat dingin.


"Aku enggak nyangka dinginnya bakal seperti ini" ucap Via dalam hatinya.


"Bunga itu ada di ujung gunung ini, kita enggak bisa menggunakan hewan kontrak untuk naik karena itu sangat berbahaya jadi kita berjalan" ucap Arsya.


"Baiklah" ucap Via.


Mereka pun mulai berjalan. Sekitar satu jam tubuh Via merasakan kedinginan yang luar biasa karena pil yang diberikan Arsya efeknya sudah hilang.


"Kamu kenapa?" tanya Arsya.

__ADS_1


"Dingin banget" jawab Via dengan tubuhnya menggigil.


Arsya langsung memeluknya dan memberikan pil itu lagi kepada Via. Arsya tidak merasakan dingin karena dia memang sudah kebal dengan dingin dan dia juga meminum pil itu.


"Gimana sekarang" kata Arsya.


"Sudah mendingan" ucap Via.


Arsya kemudian memberikan punggungnya untuk menggendong Via.


"Kamu ngapain" ucap Via.


"Ayo aku gendong kamu" ucapnya.


"Tapi kan aku baik-baik aja" ucap Via.


Via pun menurut. Satu jam kemudian sampailah mereka di ujung gunung dan melihat banyak bunga es tertanam disitu.


"Wah banyak banget" kata Via kagum.


"Cepat ambil yang kamu mau" ucap Arsya.


"Yank kamu enggak merasa dingin" tanya Via sambil mengambil bunga es nya.


"Enggak" jawabnya.

__ADS_1


Selesai mengambil mereka kemudian kembali. Keesokan harinya Via pergi ke desa yang terkena penyakit itu dan langsung memberikan obat yang dia dapatkan kepada rakyat yang terkena. Selesai memberikan obatnya tiba-tiba Via pingsan dan membuat Arsya khawatir. Via pun langsung di bawa ke kerajaan nya dan langsung memanggil tabib.


Saat diperiksa ternyata Via demam dan demamnya sangat tinggi.


"Gimana tabib" tanya raja Qin yang memang sudah disitu setelah mendengar Via pingsan.


"Yang mulia putri Yin Hua demam tinggi" jawabnya.


"Kalau gitu cepat kamu buatkan obat nya" ucap raja Qin.


"Baik yang mulia" jawab tabib itu lalu pergi membuat ramuan obat.


Putra mahkota Yuwen dan putri Yiran tidak ada di situ karena mereka berada di istana langit.


Raja Qin pun pergi kembali ke ruang belajarnya dan Arsya menemani Via.


Via pun terbangun" Aku kenapa" kata Via.


"Kamu pingsan, kenapa kalau sakit tidak istirahat malah pergi membantu rakyat yang terkena penyakit itu" ucap Arsya memarahi Via.


"Tapi aku cuma kedinginan" kata Via.


"Kamu demam tinggi, sekarang minum obat ini kemudian istirahat" ucap Arsya.


Maaf ya kalau ada typo jangan lupa vote,like dan komen😊

__ADS_1


Salam dari author😊 sehat selalu guys❤️


__ADS_2