Time Travel: Yin Hua

Time Travel: Yin Hua
6. Pergi Kepasar II


__ADS_3

Saat mereka sedang ribut tiba tiba datanglah seorang pemuda yang sangat tampan.


"Apa yang kamu lakukan pada adik saya" ucap pangeran Yuwen.


Ya yang datang adalah putra mahkota yuwen dia sebenarnya ingin pergi menyusul Via tapi apa yang dia lihat dia tidak sengaja melihat Via ditampar oleh seorang putri dan hanya anak dari perdana mentri keuangan sampai berani beraninya menampar adiknya dia aja tidak pernah menamparnya pikirnya itu.


"Kenapa kamu menampar adik saya" bentak pangeran Yuwen karena melihat pipi adiknya yang sudah sedikit bengkak dan merah.


"Adik! jadi dia putri Yin Hua rumor memang tidak bisa didengar katanya dia penakut dan pendiam tidak pernah kemana mana serta wajahnya tidak cantik tapi kenyataannya sungguh putri yang anggun dan sangat cantik" pikir semua orang.


"Maafkan saya putra mahkota saya tidak tahu bahwa dia adik putra mahkota" ucapnya menunduk dan gemetar karena takut dengan tatapannya.


"Gege" ucap Via menarik baju lengannya "Hua'er mau pulang ini sangat sakit" ucap Via menangis dan memegang pipinya, dia sengaja menangis dan mengucapkan seperti itu agar pangeran Yuwen semakin marah dengan putri itu karena pastinya pangeran Yuwen akan memberi tahu ayahanda dan ayahanda akan marah besar dan menghukumnya dengan berat.


Melihat adiknya menangis karena merasa sakit di pipinya dia semakin marah dengan putri tersebut karena telah menamparnya.


"Gege ayo pulang" kata Via sambil memeluknya dan itu membuat semua menjatuhkan rahangnya karena diketahui bahwa putra mahkota Yuwen paling tidak suka dipeluk.


"Baiklah dan untuk menghukum dia karena sudah melukai kamu biar ayahanda saja" kata pangeran Yuwen sambil membalas pelukannya dan membuat semua orang menjatuhkan rahangnya untuk kedua kalinya.


Ternyata rumor yang katanya dia tidak disukai oleh ayahanda dan kakaknya itu bohong ternyata mereka sangat menyayanginya dan kasihan sekali putri itu pasti akan dihukum berat pikir mereka semua.


Via dan yang lainnya pun kembali ke kerajaan dan setelah mereka tidak terlihat putri perdana menti keuangan tersebut menjadi sangat takut dan sangat pucat wajahnya.


Di kediaman bulan Via sedang diobati oleh Jingmi sedangkan pangeran Yuwen sedang menghukum prajuritnya karena lalai menjaga via padahal via sudah meminta agar jangan menghukum prajuritnya tapi pangeran Yuwen masih tetap saja menghukum mereka.


Di aula kerajaan

__ADS_1


"Yang mulia maafkan anak saya yang sudah melukai putri Yin Hua" kata metri Yun ayah dari putri yang menampar Via.


"Yang mulia maafkan saya, saya tidak bermaksud melukai putri Yin Hua" ucap putri itu dengan gemetar.


"Karena kamu sudah melukai anggota kerajaan kamu akan saya hukum cambuk 30 kali dan dimasukkan kedalam penjara" ucap raja Qin tegas.


"yang mulia tolong jangan hukum anak saya" kata mentri yun memohon.


" Prajurit bawa dia cambuk 30 kali dan masukkan dalam penjara" teriaknya kepada prajurit.


Prajurit pun membawanya dan akan langsung menghukumnya.


"Ayah tolong aku" teriak putri itu tapi mentri Yun hanya pasrah melihat anaknya di bawa karena memang anaknya yang salah.


Di kediaman bulan via sedang istirahat dan Jingmi pun juga diluar.


Saat malam hari. Via pun sudah siap untuk pergi dia juga tidak mengajak jingmi karena dia akan menjaga kediamannya.


"Jingmi tolong jaga kediaman ini ya aku mau pergi dulu" kata Via.


"Tapi nona kalau yang mulia atau putra mahkota datang bagaimana" ucap Jingmi bingung.


" Jawab aja aku lagi istirahat dan tidak mau diganggu" ucapnya dan langsung pergi.


Jingmi pun jadi bingung bagaimana kalau mereka ingin tetap masuk dan tau kalau Via pergi dia pasti akan dihukum pikirnya.


Di pasar Via sedang melihat budak budak.

__ADS_1


"Tuan ingin membeli budak yang mana" kata seorang yang menjual budak tersebut.


Disini dia menyamar sebagai laki laki agar tidak ketahuan oleh orang lain karena pagi tadi semua orang telah melihat wajah putri Yin Hua jadi kalau tidak menyamar apa kata orang.


"Emm saya ambil semuanya" ucap Via


"Baiklah semua sekitar 3 batang emas" jawabnya


Via pun membayarnya dan dia diberi kertas perjanjian budak oleh pedagang tersebut. Kemudian via membawa mereka semua sekitar 50 orang pergi.


Via menyobek kertas perjanjian itu dan membuat mereka bingung.


" Tuan kenapa disobek kertasnya apa tuan tidak takut kalau kami kabur" kata salah satu budak tersebut.


"Tidak karena saya yakin kalian tidak akan kabur" ucapnya penuh keyakinan.


"Tuan untuk apa membeli kami semua"tanyanya lagi.


"Saya mau membuat sebuah organisasi yang akan di takuti seluruh kerajaan tapi kita hanya membasmi orang yang bersalah" jawabnya "Jika kalian ingin ikut saya silahkan dan jika ingin pergi juga silahkan saya tidak memaksa" ucapnya lagi.


"Kami akan ikut tuan" ucap mereka.


"Baiklah sekarang kalian cari tempat yang bagus untuk menjadi markas kita ini saya kasih uang untuk kalian semua beli baju dan makan serta markasnya" ucapnya membagikan uang.


Rencananya untuk mencari budak sudah berhasil dan Via pun kembali ke kediamannya pastinya masuk dengan diam diam seperti keluarnya tadi juga diam diam.


**Maaf ya kalau ada typo jangan lula vote, like, komen😊

__ADS_1


Salam dari author😁sehat terus guys**


__ADS_2