
Tibalah di mana pangeran Zhou Lan akan kembali ke istana. Semua sibuk dengan pekerjaan nya masing-masing karena mereka akan menyambut kedatangan pangeran Zhou Lan yang sudah berhasil menaklukkan 3 negara dan juga sekalian mengadakan pesta ulang tahun pangeran Zhou Lan.
Via juga sibuk membantu mengurus semua dari hal makanan dan lainnya.
"Hua'er istirahatlah" ucap permaisuri.
"Kalau gitu Hua'er ke kamar dulu ibunda" kata Via.
Via pun istirahat di kamar sambil menyelesaikan hadiah ulang tahun untuk Arsya.
"Keluarlah" ucap Via memanggil penjaga bayangan nya. "Siapkan semua jangan sampai gagal" ucap Via dingin dengan rencananya.
"Baik putri" jawab nya.
Malam harinya ketika Via sedang tertidur tiba-tiba ada yang masuk ke kamarnya dengan diam-diam. Via
tidak menyadari sampai seseorang itu membelai rambutnya barulah dia sadar dan langsung bangun.
"Maaf membangunkan mu" ucap nya lembut.
"Arsya" ucap Via terkejut.
Melihat kedatangan Arsya yang tak di duga Via pun langsung memeluknya dengan erat.
"Aku sangat merindukan mu" ucap Via dengan erat memeluk Arsya meluapkan kerinduannya
__ADS_1
"Aku juga sangat merindukan mu" ucap Arsya. "Gimana keadaan anak kita?" tanya Arsya sambil memegang perut Via.
"Anak kita sangat sehat" jawab Via. "Kenapa kamu sudah sampai bukannya harusnya besok bersama para prajurit yang lainnya" ucap Via.
"Aku terlalu kangen sama kamu dan anak kita" jawab Arsya.
"Aku juga, setiap hari selalu mikirin kamu" ucap Via.
"Ya sudah lanjutkan tidurnya" kata Arsya.
Sebelum tidur Via mengecup bibir Arsya dengan lembut membuat Arsya tersenyum.
Mereka berdua pun tidur bersama. Di lain tempat putri Hui sedang merencanakan rencananya untuk menghancurkan hadiah Via untuk Arsya dengan menyuruh pelayannya itu.
"Selesaikan dengan baik jangan sampai ketahuan, mengerti" ucap putri Hui.
Pelakor pun pergi ke kamar Via untuk menghancurkan hadiahnya. Dia meniupkan serbuk ke kamar Via untuk membuatnya tertidur pulas tanpa menyadari sesuatu di sekitarnya.
Arsya yang merasa ada bau sesuatu pun membuka matanya karena dia tahu pasti ada penyusup yang datang. Via juga membuka matanya dan langsung memberi kode ke Arsya untuk sembunyi.
"Sttt jangan berisik lihat saja apa yang akan terjadi, sekarang kamu sembunyi" ucap Via dengan pelan.
Arsya pun mengerti situasinya, dia langsung sembunyi.
Arsya dan Via tidak bisa terpengaruh oleh serbuk nya karena mereka langsung menutup hidungnya dengan baik.
__ADS_1
Pelakor pun masuk dan langsung melihat kalau Via sudah tidur dengan pulas. Dia langsung mengambil barangnya dan menghancurkannya. Ketika Pelakor sudah menghancurkan barangnya Via pun langsung bangun dan menyuruh Jingmi menangkap Pelakor.
Pelakor pun menjadi takut dan langsung melarikan diri dengan mencoba menyerang Jingmi.
Setelah beberapa menit mereka bertarung Pelakor pun kalah dan di tangkap oleh Jingmi.
"Berani sekali kamu seorang pelayan masuk diam-diam dan merusak barang ku" ucap Via dingin.
Arsya hanya dia memperhatikan nya sedangkan Pelakor terkejut karena ada Arsya di sini.
"Sayang bagaimana untuk menghukum pelayan yang tidak tahu diri ini" tanya Via kepada Arsya.
"Kayaknya lebih baik bunuh saja karena dia sudah beran-berani nya masuk dan merusak barang kamu sayang" ucap Arsya dingin dan kejam.
"Ampun yang mulia saya hanya mematuhi perintah saja, tolong jangan bunuh saya" ucap Pelakor meminta ampun
Di lain tempat putri Hui sedang tidur dengan indah memimpikan jika rencananya berhasil. Dia tidak sadar jika ada yang datang ke kamarnya untuk melakukan sesuatu terhadap hadiah yang dia siapkan untuk Arsya.
"Sayang gimana kalau kita siksa dia dulu sampai dia memilih mati dari pada hidup" ucap Via kejam.
"Bagus aku setuju" jawab Arsya.
"Jingmi bawa dia ke penjara bawah tanah siksa dia sampai dia benar-benar memilih mati dari pada hidup" kata Via kejam membuat Pelakor ketakutan.
"Baik putri" jawab nya
__ADS_1
"Ampuni saya yang mulia saya hanya di perintah oleh putri Hui yang mulia, tolong ampuni saya" ucapnya histeris saat dia mau di seret ke penjara bawah tanah. Penjara bawah tanah adalah tempat yang biasa Via pakai untuk menghukum seseorang dengan sangat kejam.
Jangan lupa dukung author dengan like,komen, dan vote๐