Time Travel: Yin Hua

Time Travel: Yin Hua
40. Pertanggung jawaban


__ADS_3

Pria tersebut ternyata pangeran Lin. Putri Lea sungguh syok melihatnya karena tidak sesuai dugaannya.


"Bagaimana bisa itu" kata putri Lea yang syok dalam hatinya.


Dan disaat itu juga Arsya dan Via datang bersama yang memang Via pergi ke tempat Arsya untuk mengajaknya melihat pertunjukan. Via kemudian menatap putri Lea dengan senyuman mengejeknya.


"Jangan harap kamu bisa mengambil apa yang aku miliki" kata Via dalam hatinya.


Raja Di juga sangat kaget dengan berita yang dia dapatkan karena memang raja Di tidak ikut menghadiri acara ulang tahun raja Cry.


Setelah kejadian itu keesokan harinya keluarga kerajaan Di datang kekerajaan Cry untuk membahas kejadiannya. Dia aula kerajaan sudah berkumpul.


" Pangeran apa benar kamu melakukan nya bersama putri Lea" tanya raja Di.


"Aku tidak tahu ayah" jawabnya yang memang masih bingung.


"Kamu harus bertanggung jawab atas apa yang kamu perbuat" kata raja Di


"Baik ayah aku akan menikahi putri Lea" ucap pangeran Lin dengan pasrah karena semua sudah terjadi.


"Ayahanda aku tidak mau menikah dengan pangeran Lin" ucap putri Lea.


"Lalu kamu mau menikah dengan siapa" ucap raja Cry kesal. "Siapa yang mau dengan wanita yang sudah tidak perawan lagi" lanjutnya marah sekaligus malu dengan perilaku putrinya itu.

__ADS_1


"Tapi ayah, aku ingin menikah dengan putra mahkota Zhou Lan" ucapnya yang membuat semua terkejut.


"Apa kamu bodoh! putraku sudah mau mempertanggung jawabkan perbuatannya dengan kamu, tapi malah kamu ingin menikah dengan putra mahkota Zhou Lan yang sudah memiliki calon istri dan juga selain putraku siapa lagi yang mau menerima mu " kata raja Di yang juga marah karena ucapan putri Lea.


"Tapi itu pasti kesalahan jelas -jelas tadi itu putra mahkota Zhou Lan yang bersamaku" ucap putri Lea tanpa memikirkan ucapannya.


"Apa yang kamu bicarakan bagaimana bisa kamu menyebut putra mahkota Zhou Lan bersamamu" kata Via yang pura-pura kesal dengan perkataanya.


"Putri Lea jaga ucapan mu" ucap raja Qin.


Arsya dan Via memang di aula juga untuk menyaksikan apa yang terjadi, raja Qin dan putri Xiang juga ada disitu.


"Itu memang benar" ucap nya lagi.


"Diam" bentak raja Cry. "Lebih baik kamu menerima pangeran Lin kalau tidak kamu tidak lagi bagian dari kerajaan ini" kata raja Cry marah.


"Sudah sayang terima saja jangan buat ayah kamu marah" ucap ibundanya.


"Baik ayah" jawabnya dengan pasrah.


Arsya yang melihat itu hanya diam tidak mau berbicara apapun karena memang tidak penting baginya. Sedangkan Via dalam hatinya sangat senang karena rencananya berhasil.


Via memang merencanakan itu semua. Arsya juga mengetahui rencananya. Via sudah mengetahui jika pelayan yang memberikan minuman itu sudah di suap oleh putri Lea jadi Via mengancam pelayan itu untuk menukar minumannya yang berisi campuran obat itu diberikan kepada pangeran Lin jika tidak dia dan seluruh keluarganya akan mati karena pelayan itu takut akan ancaman Via, pelayan itu pun menurutinya.

__ADS_1


Kamar itu juga adalah bagian dari rencana Via karena dikamar itu Via sudah memasang dupa yang akan membuat orang yang terkena asapnya akan berhalusinasi tentang yang dia sukai dan inginkan.


"Baiklah dua hari lagi kalian akan menikah" kata raja Di.


Selesai itu putri Lea kembali kekamarnya dan langsung marah-marah sambil melempar semua barang-barangnya.


"Bagaiman bisa jelas-jelas aku melihat itu putra mahkota Zhou Lan" ucapnya marah. "Aku tidak mau menikah dengan nya" ucapnya lagi sambil terus membanting barang-barangnya.


Pelayan nya yang melihat itu hanya takut tidak berani menenangkannya.


"Jangan kamu sesali apa yang kamu perbuat sendiri" ucap ibundanya yang datang kekamar putri Lea.


"Tapi aku tidak mau menikah dengannya bunda" ucapnya yang langsung memeluk ibundanya sambil menangis.


"Semua sudah terjadi kamu tidak bisa mengelak nya dan lagian tidak masalah kamu menikah dengan pangeran Lin" ucapnya.


Di lain tempat pangeran Lin juga sedang marah karena sekarang tidak bisa mendapatkan Via dan sekarang malah harus menikah dengan putri Lea yang tidak ada apa-apanya dibandingkan Via.


"Bagaimana bisa aku bersama dengannya, dan kenapa aku bisa melakukan itu dengannya" kata pangeran Lin dengan kesal. Dia juga merasa wanita yang menghampirinya malam itu adalah Via dan dia sengaja menggoda dirinya yang membuat hasrat dalam dirinya tidak dapat tertahan lagi dan langsung menerkam nya, tapi setelah dia sadar wanita itu bukan Via. Jika dia tahu sebenarnya bukan Via dia sudah menendang nya setelah berani-berani naik keranjangnya.


Maaf ya kalau ada typo jangan lupa vote,like dan komen😉


Salam dari author😊 sehat selalu guys😊❤️

__ADS_1


ARMY INDO Mana Suaranya😁😁



__ADS_2