Time Travel: Yin Hua

Time Travel: Yin Hua
30. Sampai Di Istana Langit


__ADS_3

Setelah menempuh perjalan yang membuat badan pegal-pegal mereka pun akhirnya sampai di istana langit.


Raja Wang dan semua keluarga menyambut kedatangan nya, dan kebetulan juga ternyata istana kegelapan juga baru sampai.


"Wah kebetulan sekali kita sampainya bersama-sama" kata raja Zou.


"Iya" jawab raja Qin dengan ramah.


Mereka pun masuk setelah di persilahkan masuk oleh raja Wang. Untuk upacara penobatan nya akan di langsungkan besok jadi mereka dapat beristirahat dulu.


Via saat masuk ingin langsung menemui pangeran Chen.


"Bunda dimana pangeran Chen" tanya Via.


"Di kamar, kamu mau lihat" jawab nya.


"Iya" ucap Via dengan antusias.


"Ayo bunda tunjukkin kamarnya" katanya.


Mereka berdua pun pergi ke kamar pangeran Chen. Untuk yang lainnya mereka di suruh istirahat oleh raja Wang di tempat yang sudah di persiapkan dan akan kembali lagi saat makan bersama nanti malam.

__ADS_1


Sampailah di kamar pangeran Chen. Saat masuk ternyata pangeran Chen nya sedang tidur jadi Via hanya melihat nya.


"Ternyata dia tidur, ya sudah bunda kita keluar saja jangan diganggu. Kita ngobrol bersama" kata Via.


"Baiklah ayo kita ngobrol, bunda tunjukkin tepat yang bagus" ucap nya.


Via pun mengangguk. Mereka pergi ke sebuah tempat yang sangat indah yaitu sebuah taman yang ditumbuhi dengan berbagai bunga dan ternyata bunga-bunga itu ibunda putri Yin Hua yang menanamnya.


"Wah bagus banget bunda, bunganya warna-warni" ucap Via sambil memegang salah satu bunganya.


"Iya, bunga - bunga ini ibunda mu yang menanam nya. Dia sangat suka dengan bunga dan juga saat dia pergi dari istana ini bunda menyuruh para pelayan untuk tetap menjaganya dengan baik" ucap nya dengan nada sedihnya.


Sebenarnya dalam hatinya dia juga merindukan ibu dan ayahnya yang di dunia modern. Via menjadi sedih karena tidak di dunia modern ataupun di zaman ini dia tidak bisa merasakan kasih sayang seorang ibu kandung dengan cukup lama. Walaupun ada ibunda Yan tapi dia bukan ibu kandungnya jadi itu terasa berbeda. Via berjanji dengan dirinya sendiri jika dia mempunyai anak nantinya dia akan memberikan kasih sayang seorang ibu yang baik kepada anak-anak nya.


"Maafkan bunda ya kamu jadi menangis gara-gara bunda bawa kesini" kata putri Yan.


Via pun memeluk putri Yan. "Tidak apa-apa bunda, Via hanya merindukan ibunda saja" jawab Via.


Putri Yan pun mengerti perasan Via, bagaimana kehilangan seorang ibu apa lagi saat dia belum mengetahui bagaimana rupa ibunya, dan juga tidak mendapatkan sebuah kasih sayang dari nya.


"Tenang saja jangan bersedih sekarang kan ada bunda. Bunda akan menjadi ibunda kamu sekarang, jadi jika kamu merindukannya peluklah bunda untuk menenangkan hatimu dan bunda juga akan menyayangi kamu seperti anak ibunda sendiri" kata putri Yan.

__ADS_1


"Terimakasih bunda" ucap Via.


"Ya sudah kamu kembali dulu, kamu istirahatlah pasti kamu capek dan pelayan akan menunjukkan dimana kediaman kamu" ucapnya sambil melepaskan pelukannya.


"Bunda tidak kembali" tanya Via.


"Nanti bunda mau disini sebentar" jawabnya. "Pelayan antarkan putri Yin Hua ke kediamannya ya" kata putri Yan kepada pelayan yang ada dibelakangnya.


"Baik putri" jawab pelayan.


Via pun pergi dengan pelayan yang disuruh putri Yan juga Jingmi. Jingmi memang selalu bersama nya di belakang.


"Adik ku lihat lah putri mu sangat merindukan mu, kenapa kamu pergi meninggalkan nya dan juga meninggalkan kami, aku sangat sedih mendengar kamu sudah tidak ada. Sekarang aku akan menyayanginya seperti anak ku sendiri, semoga kamu bahagia di sana" ucap putri Yan sendiri sambil meneteskan air matanya.


Pelayan pribadinya langsung menghampiri putri Yan karena melihat nya menangis.


"Putri, putri tidak apa-apa" tanya Suji pelayan pribadinya.


"Tidak apa-apa hanya merindukan putri Yin" jawabnya.


Maaf ya kalau ada typo, jangan lupa vote, like, dan komen😁

__ADS_1


Salam dari author😊sehat selalu guys❤️


__ADS_2