Time Travel: Yin Hua

Time Travel: Yin Hua
34. Pertarungan


__ADS_3

Kembalilah Via ke istana langit. Saat Via sedang di kamar Arsya menghampirinya karena dia tidak bisa menyusul Via ke pasar karena memang banyak urusan.


"Kamu kenapa kelihatannya lagi kurang baik, apa karena aku tidak menyusul mu ke pasar" kata Arsya sambil duduk di sebelah Via yang lagi minum.


"Bukan begitu aku hanya lagi kesal bertemu orang tidak tau diri dan sangat sombong" kata Via.


"Siapa?" tanyanya.


"Kata Jiji dia itu pangeran Lin dari kerajaan Di" jawabnya.


"Lalu apa yang membuat kamu kesal dengannya" ucapnya.


"Tadi saat aku sedang melihat-lihat di pasar, aku melihat dia sedang memukul seorang penjual yang sudah tua dan kamu tahu alasannya kenapa" kata Via.


"Kenapa" kata Arsya penasaran.


"Cuma gara-gara penjual itu tidak sengaja mengotori bajunya dia sampai memukul penjual itu dan katanya bajunya terbuat dari kain sutra yang terbaik jadi harus mengganti dengan dua puluh keping emas kan tidak masuk akal dua puluh keping emas itu bukan jumlah yang sedikit dan juga jika ku lihat baik-baik bajunya tidak sebesar itu harganya" ucap Via.


"Lalu kamu membantu penjual itu?" tanyanya.


"Iya tapi jika dia mau uang itu maka dia harus melawanku di perlombaan nanti" kata Via.


"Jadi kamu mau bertarung dengannya" kata Arsya dan di anggukkan oleh Via. "Aku akan mendukungmu tapi apa pun itu kamu tidak boleh terluka jika kamu sampai terluka aku akan menghajarnya" katanya sambil memeluk Via dari belakang.


"Iya kamu tenang saja, dia tidak akan bisa melukai ku" ucap Via.


"Lalu bagaimana dengan kakek kamu dan semuanya" kata Arsya.

__ADS_1


"Aku tidak mau bilang biarkan saja dan aku akan memakai cadar agar tidak di kenali" kata Via.


"Ya sudah terserah kamu saja, ayo ke tempat perlombaan" ucap Arsya.


"Kamu duluan saja aku mau mengubah penampilanku dulu" kata Via. "Dan jika mereka menanyakan ku kamu bilang aku tidak enak badan" ucapnya lagi.


"Iya" kata Arsya lembut dengan mencium kening Via lalu pergi.


Setelah bersiap-siap Via langsung menuju ke tempat perlombaan. Perlombaan yang diadakan ada memanah, beradu kekuatan, dan berkuda. Semua peserta yang ikut hanya dapat memilih satu diantara keempat itu. Dan perlombaan itu juga memang tidak hanya dikhususkan untuk para putri dan pangeran tapi rakyat nya pun dapat mengikutinya.


Acara pun di mulai dan satu persatu sudah mulai mengikuti perlombaannya hingga waktunya Via masuk arena perlombaan. Via mengikuti perlombaan berkuda karena itu sudah di tentukan dengan pangeran Lin.


"Lihat saja aku akan mengalahkan mu" kata pangeran Lin.


"Jangan terlalu percaya diri takutnya kamu nangis lagi jika kalah" ucap Via mengejeknya.


Mulailah pertandingannya dan semua yang mengikuti perlombaan berkuda mulai memacu kudanya. Di tengah - tengah pertandingan tiba-tiba semua kuda mulai tidak terkendali dan banyak dari peserta yang jatuh. Berbeda dengan pangeran Lin yang kudanya baik-baik saja dan dia tersenyum licik kearah Via. Via yang melihat itu mengerti situasinya jika dia melakukan sesuatu kepada para kuda yang ada dan Via tidak memperdulikannya dia hanya fokus mengendalikan kudanya yang sudah ingin menjatuhkannya.


Via dan pangeran Lin masih melaju dengan kudanya hingga menentukan siapa pemenangnya. Untuk para raja dan yang lainnya bingung apa yang terjadi dengan kudanya itu hingga raja Wang menugaskan para prajuritnya menangkap kuda yang tidak terkendali karena takut akan melukai para rakyatnya.


Sedangkan Arsya yang melihat Via ingin sekali mengambilnya dari atas kuda tapi saat dia ingin pergi Via sempat melihat ke arahnya dan menggelengkan kepalanya yang berarti jangan kesini.


Pangeran Lin mulai kesal kenapa Via masih bisa mengendalikan kudanya. Via pun melaju dengan cepat hingga dia memenangkan pertandingannya sedangkan pangeran Lin sangat marah bagaimana bisa dia kalah.


Saat kudanya sudah mulai terkendali Via pun memberhentikan kudanya dan turun dari kuda tapi saat ingin turun, kuda itu kembali lagi mengamuk. Ternyata pangeran Lin melempar batu kecil ke arah kudanya itu sehingga kuda Via menjadi mengamuk dan melempar Via ke tanah. Tidak ada yang melihat pangeran Lin melemparnya tapi Via tahu pasti itu kelakuannya.


Arsya yang melihat itu langsung menghampiri Via dan mengulurkan tangannya kearah Via. semua penonton sekaligus para raja dan semuanya kaget kenapa Arsya menghampirinya, siapa dia pikir mereka karena memang Via menggunakan cadar jadi tidak ada yang mengetahuinya.

__ADS_1


Via mengambil tangan Arsya dan berdiri. Karena melihat semua yang melihatnya merasa bingung Via pun melepas cadarnya dan betapa semua sangat terkejut karena dia adalah putri Yin Hua. Raja Wang dan seluruh kelurganya pun juga terkejut karena mereka tahu jika Via sedang tidak enak badan jadi tidak mengikuti pertandingannya tapi sekarang apa dia ternyata ada di sana mengikuti perlombaan berkuda. Raja Wang dan semuanya tahu jika Via tidak enak badan karena Arsya yang memberitahunya.


Pangeran Lin juga terkejut mendengar para penonton yang berbicara jika itu putri Yin Hua keluarga istana langit. Dia menyesal jika dia tahu dia tidak akan berbuat seperti tadi dan pastinya raja Wang tidak akan tinggal diam kenapa seluruh kuda tidak dapat terkendali.Jika raja Wang tahu jika ini perbuatannya pasti akan dihukum.


"Tidak apa-apa" tanya Arsya.


"Tidak apa-apa jangan kuatir" jawab Via.


"Ya sudah ayo kembali" kata Arsya dengan muka dinginnya.


Via yang melihat muka dingin Arsya pun mengetahui pasti dia marah dengannya. Saat mau jalan tiba-tiba kaki Via merasa sakit.


"Auuu" ucap Via yang langsung memegang kakinya.


"Kenapa ada yang sakit, sini aku lihat" kata Arsya.


Arsya langsung membuka sepatu Via tanpa memperdulikan orang-orang yang sedang melihatnya. Ternyata kaki Via sudah memar dan kayaknya terkilir, melihat itu Arsya langsung menggendong Via pergi kekamarnya untuk mengobati kakinya.


Semua yang melihat hanya bengong dan terdiam hingga raja Yelu bersuara melanjutkan perlombaan yang lain. Untuk raja Wang, raja Qin dan yang lainnya pergi ke kamar Via untuk melihatnya.


"Kamu marah" ucap Via dalam gendongannya.


Arsya hanya diam saja sampai di kamar Via Arsya pun hanya diam tidak menjawab pertanyaan Via.


Maaf ya kalau ada typo jangan lupa vote,like dan komen😊


Salam dari author😊 sehat selalu guys❤️

__ADS_1


__ADS_2