Time Travel: Yin Hua

Time Travel: Yin Hua
18. Ulang Tahun II


__ADS_3

Melihat kedatangan mereka raja Qin pun berdiri dan menyambutnya.


"Selamat datang di kerajaan Qin, kami sangat senang dengan kedatangan dari istana kegelapan. ayo silahkan duduk" kata raja Qin.


Mereka pun duduk tapi sebelum duduk arsya malah berjalan kearah via yang masih berdiri.


"Aku tidak telat kan" ucap Arsya di telinganya dan membuat wajah Via memerah merona karena telinganya sangat sensitif.


"Sana duduk" ucap Via sambil mendorong dadanya pelan menyuruhnya duduk.


Mereka yang melihat itu pun terkejut karena tingkah keduanya sejak kapan mereka dekat. Setahunya putra mahkota tidak pernah dekat dengan wanita karena sekali menyentuhnya pasti akan di potong. Tapi tidak hari ini dia begitu dekat dengan Via bahkan Via tadi mendorongnya pelan dan putra mahkota Zhou Lan malah tersenyum bukannya marah.


Sebenarnya orang tua Arsya sangat senang saat anaknya dekat dengan wanita dan apalagi dia minta untuk melamarnya. Mendengar pertama kali dari mulutnya keluarganya sedikit ragu apakah benar dia sudah suka dengan seorang wanita tapi melihat sekarang mereka senang.


Para putri juga tahu bahwa putra mahkota istana kegelapan itu anti dipegang oleh seorang wanita tapi melihat Via dapat memegangnya dan putra mahkota juga tidak marah jadi mereka ingin mendekati putra mahkota istana langit dan harus mendapatkannya.


Arsya pun duduk dan Via juga duduk melihat semua sudah ada jadi acara akan dimulai tapi tiba tiba kasim berteriak kembali akan kedatangan tamu lagi.


"ISTANA LANGIT MEMASUKI RUANGAN" ucap kasim dan membuat semua kaget termasuk raja Qin, putra mahkota Yuwen, dan Via.


"Istana langit" pikirnya " Iya tuan mereka datang karena mereka sudah mengetahui semuanya" kata White dengan telepati nya.


"Jadi mereka sudah mengetahuinya" pikir Via


Semua melihat kearah pintu dan masuklah keluarga istana langit.


"Raja Qin bingung padahal dia tidak mengundang istana langit karena mereka sangat tertutup dan tidak dapat ditemui sembarangan orang tapi sekarang mereka datang di acara ulang tahun putri Yin Hua.

__ADS_1


Sungguh bagaikan dewa dan dewi sangat cantik mereka pikir mereka semua.


Yang datang dari istana langit adalah raja Wang, permaisuri xia, pangeran Yelu( suami putri yan), putri Yan, pangeran Minghao, dan pangeran Chen yang berada dalam gendongan putri Yan.


Raja Qin langsung berdiri bersamaan dengan putra mahkota Yuwen dan Via.


"Salam yang mulia, selamat datang di kerajaan Qin" ucap raja Qin memberi hormat karena mereka memang lebih tinggi dari kerajaan Qin.


Raja Wang hanya mengangguk. Ratu Xia melihat kearah putra mahkota Yuwen dan Via lalu menghampirinya.


"Kalian cucu-cucu ku sangat cantik dan tampan" ucapnya sambil memegang pipi Via dan putra mahkota Yuwen.


Mereka yang dipegang seperti itu hanya diam hingga tiba-tiba via memeluk permaisuri Xia.


"Nenek" ucapnya sambil memeluk.


"Apa maksudnya ini raja Wang?" tanya raja Qin karena bingung dengan situasinya bagaimana bisa Via memanggilnya nenek dan permaisuri Xia memanggil mereka cucu-cucuku.


"Nanti akan aku jelaskan sekarang kita mulai saja acaranya" kata raja Wang


"Cucuku bagaimana kamu tahu kalau aku nenekmu bukannya ibumu tidak pernah memberitahu siapapun dan juga dia meninggal saat melahirkan mu" kata permaisuri Xia yang memang raja wang memberitahu permaisuri Xia bahwa putri Yin tidak pernah memberitahu suaminya bahkan anaknya tentang keluarganya. Raja Wang mendapat informasi dari orang yang disuruhnya.


"Nanti aku jelaskan, aku akan keruangan nenek" kata Via saat sudah melepas pelukannya


Semua orang yang melihat hanya bingung dan bingung tidak mengetahui apa yang sebenarnya terjadi.


"Baiklah acara akan kita mulai" kata raja Qin

__ADS_1


Semua pun berjalan dengan lancar, sebelum selesai ada yang ingin disampaikan oleh raja Zou dari istana kegelapan.


"Raja Qin ada yang ingin saya sampaikan" kata raja Zou.


"Ada apa raja Zou" jawabnya.


"Begini putra saya ingin mengajukan lamaran untuk putri anda" ucap raja Qin membuat semua kaget.


Tidak hanya mereka Via bahkan juga kaget karena dia juga tidak tahu bahwa Arsya akan melamarnya.


"Iya yang mulia saya ingin melamar putri Yin Hua" ucap Arsya.


Semua putri kerajaan lain sangat kesal bagaimana bisa putra mahkota Zhou Lan melamar putri Yin Hua, mereka merasa tidak terima. Hingga ada salah satu putri yang sangat kesal terhadap putri Yin Hua dan dia berencana akan merebut putra mahkota Zhou Lan dari tangannya.


"Awas aja aku akan merebutnya dari tanganmu" kata putri Lea dari kerajaan Xi sambil menatap sinis ke arah Via.


Via yang ditatap seperti itu pun berpikir ternyata ada saingannya.


"Itu saya menyerahkan keputusan nya sama putri Yin Hua apakah mau menerima atau tidak" ucap raja Qin "Bagaimana putriku apa kamu setuju" tanya raja Qin.


"Saya menerima lamaran putra mahkota Zhou Lan ayahanda" ucap Via menyetujui lamarannya.


Mendengar itu pun keluarga istana kegelapan bahagia. Untuk keluarga istana langit juga tidak mempermasalahkan karena memang istana langit dan istana kegelapan juga sangat akur tidak pernah yang namanya berperang.


**Maaf ya kalau ada typo jangan lupa vote, like, dan komen😊


Salam dari author😊sehat terus guys❤️**

__ADS_1


__ADS_2