Time Travel: Yin Hua

Time Travel: Yin Hua
50. Mengganggu


__ADS_3

Ketika mereka sedang makan tiba-tiba ada keributan di meja yang lain. Awalnya Via hanya diam saja mendengar keributan itu tapi semakin lama mereka semakin ribut sampai berkelahi menghancurkan meja dan mengganggu yang lainnya.


Via menjentikkan batu kecil ke arah mereka berdua membuat mereka berhenti dan kesakitan.


"Apa maksud kamu melempar batu ke kami" ucap dia yang tahu jika Via yang melemparkan batu tadi.


Via hanya diam sambil minum dengan santai.


"Kamu itu yang mengganggu ketenangan kami, kalian kalau mau berkelahi jangan di sini" ucap putri Xiang dengan marah.


"Maaf jika saya mengganggu kalian, ini gara-gara dia yang mengganggu saya saat sedang makan" ucap orang yang satunya.


"Karena kamu terlihat tidak pantas makan disini, lihat saja penampilan mu yang seperti pengemis" katanya dengan sangat sombong.


"Yang tidak pantas makan di sini itu kamu yang begitu sombong nya" kata putri Xiang.


"Kamu tidak usah ikut campur lebih baik kalian juga pergi dari sini mengganggu pemandangan aja, kalian juga sama terlihat dengan mereka" ucapnya menghina Via dan putri Xiang.


Mendengar ucapan itu putri Xiang sangat marah dan langsung menamparnya. Dia yang di tampar juga langsung menampar putri Xiang tapi sebelum kena pipi putri Xiang tangannya di hentikan oleh Via.

__ADS_1


"Jangan sekali - kali kamu menamparnya, kamu tidak ada berhak" ucap Via dengan dingin. " Sekarang kamu pergi dari sini kalau tidak" ucap Via mengancam membuat dia takut.


"Memangnya kamu siapa hanya seorang ibu- ibu hamil berani-beraninya mengusir saya, kamu tidak tahu saya itu putri dari istana Jingga" ucapnya dengan menyombongkan diri.


Yang berkelahi memang adalah putri dari istana Jingga dan satunya lagi sebenarnya adalah putri dari Istana Hyma. Istana Jingga dan istana Hyma tidak bisa di bandingkan dengan istana Kegelapan dan istana Langit tetapi antara istana Jingga dan istana Hyma masih lebih kuat atau tinggi istana Hyma.


Putri dari istana Hyma memang suka memakai pakaian biasa tidak seperti putri dari istana Jingga yang sangat suka memakai pakaian yang mewah.


"Istana Jingga" kata Via.


"Iya pasti takut kan kamu dengernya" ucap nya dengan nada sombongnya. Padahal dia tidak tahu berhadapan dengan siapa kalau dia tahu pasti sudah langsung kabur. "Cepat sana kalian semua keluar kalau enggak.." ucapnya yang terhenti karena Via langsung memukul dia dengan keras membuat dia terpelanting dan jatuh. Entah mengapa dia sangat kesal mendengar ocehannya.


"Kamu" ucapnya kesal. " Pengawal hajar dia" ucapnya memanggil pengawalnya.


Via maju dan memegang dagunya. "Hanya seorang putri dari istana Jingga berani-beraninya berbuat masalah di wilayah istana Kegelapan jika aku mau istana kamu ini bisa saya hancurkan, jadi sekarang pergi" ucap Via dengan aura yang kejam membuat dia merinding ketakutan


Putri dari istana Hyma hanya diam karena dia tidak tahu harus bagaimana.


Via dan putri Xiang ke pasar memang tidak membawa pengawal karena itu merepotkan dan juga mereka menyamar dengan berpakaian biasa membuat orang-orang tidak ada yang menyadari jika itu adalah Via dan putri Xian.

__ADS_1


Putri dari istana Jingga itu pun pergi dengan kekesalannya itu, dia berencana akan membalasnya.


"Terimakasih telah membantu saya dan maaf mungkin tadi mengganggu ketenangan kalian" ucapnya dengan sopan.


"Tidak apa-apa, sepertinya kamu bukan orang biasa. Apakah kamu seorang putri" ucap Via.


"Benar nama saya putri Dima dari Istana Hyma" jawabnya.


"Mengapa seorang putri tidak membawa pengawal bukannya akan bahaya jika kamu sendirian saja" kata putri Xian.


"Itu sebenarnya aku tidak mau jika ada pengawal karena itu merepotkan" jawabnya.


"Benar juga, aku aja enggak bawa pengawal karena kalau ada pengawal itu sangat merepotkan" pikir Via dalam hatinya.


"Putri datang ke Istana kegelapan ini, apakah akan pergi menghadiri perjamuan yang permaisuri istana Kegelapan adakan?" tanya Via.


"Bagaimana anda tahu, apakah kalian ini juga pergi ke perjamuan itu" ucapnya dengan polosnya.


"Kamu akan tahu nanti" kata Via.

__ADS_1


Mereka pun pergi tetapi Via tidak lupa untuk membayar makanannya dan sekalian dia dengan baik hati membayar kerugian barang-barang yang rusak akibat perkelahian tadi.


Jangan lupa dukung author dengan like, komen, dan vote๐Ÿ‘


__ADS_2