
Pelakor di siksa oleh Jingmi dan di saksikan Via dan Arsya. Jingmi menyiksa nya dengan kejam hingga membuat Pelakor berteriak-teriak untuk di ampuni.
"Ayo tidur enggak baik buat bayi kita jika kamu melihat hal seperti ini terlalu lama" ucap Arsya.
"Tapi aku mau lihat dia di siksa" ucap Via manja dengan Arsya.
"Sudah enggak baik kamu kan lagi hamil" ucapnya.
Via pun nurut dan kembali ke kamar bersama Arsya untuk istirahat. Untuk Pelakor dia di siksa dengan kejam oleh Jingmi.
Jingmi sangat senang jika harus melakukan pekerjaan menyiksa seseorang dengan kejam.
Keesokan harinya Via membuka matanya dan mendapati jika Arsya masih di sebelahnya tidur dengan sangat pulas.
"Kenapa, ayo tidur lagi aku masih sangat mengantuk" ucap Arsya tanpa membuka matanya tapi tahu jika Via sedang memandangnya.
"Tapi aku harus melihat persiapan untuk acara besok" kata Via sambil memegang pipi Arsya lembut.
"Enggak..enggak itu kan ada yang mengurusnya lihatnya nanti saja sekarang tidur lagi" ucap nya sambil menarik Via dalam pelukannya.
Via pun mengerti jika Arsya sangat lelah jadi dia kembali tidur.
Beberapa saat kemudian Via terbangun dan masih melihat Arsya yang tidur.
"Aku laper, ayo bangun" ucap Via sembari mengelus-elus pipi Arsya lembut.
Arsya pun membuka matanya dan langsung mengecup bibir Via.
Arsya dan Via pun bangun. Setelah makan siang Arsya pergi ke aula kerajaan untuk melaporkan jika dia sudah melakukan tugasnya untuk menaklukkan tiga kerajaan dan juga menangani masalah perbatasan.
"Jingmi" panggil Via.
__ADS_1
"Iya putri" ucapnya.
"Bagaimana sudah kamu beresin semuanya" tanya nya.
"Sudah putri, sekarang dia sedang ketakutan" jawabnya.
Putri Hui saat ini sedang ketakutan karena Pelakor telah mati dan mayatnya di kirim ke kamarnya. Via tidak mengampuni Pelakor karena dia sudah lelah bermain dengan nya.
"Bagus itu adalah peringatan untuk nya jika mau bermain-main dengan ku" ucap Via.
"Keluarlah" panggil penjaga bayangan nya. " Lakukan malam ini" ucapnya.
"Baik putri" jawabnya kemudian pergi.
Malam harinya saat makan malam bersama, putri Hui bersikap tidak terjadi apa-apa.
"Gimana ini rencana ku sudah gagal" pikir putri Hui. "Awas saja akan ku balas" dalam hatinya sambil memandang Via dengan tatapan sadisnya.
Selesai makan Via dan Arsya pun pergi ke gazebo untuk menikmati malam berdua yang sudah lama mereka lewatkan.
"Auuu" ucap Via merasakan jika banyi nya menendang.
"Kenapa sayang" tanya Arsya yang khawatir.
"Anak kita nendang-nendang di dalam" jawabnya.
Arsya mendengarnya langsung memegang perut Via dengan lembut"Sayang jangan nakal di dalam, sebentar lagi kita akan bertemu" ucapnya lembut.
"Sayang besok aku ada hadiah buat kamu" kata Via.
"Bukan nya hadiahnya sudah di hancurkan sama pelayan itu" jawab nya.
__ADS_1
"Itu hanya tiruan jika yang asli masih aku simpan" katanya ringan.
"Jadi semua ini sudah kamu rencanain" tanya Arsya penasaran.
"Iya lah mana mungkin semua ini tidak aku yang rencanakan, aku sudah bosen lihat dia. Apa lagi putri Hui itu yang sudah berani-beraninya menyerang ku saat aku pergi ke istana Langit."
"Pergi ke istana langit" ucapnya.
Via pun langsung sadar dan menutup mulut dengan tangan nya karena dia keceplosan."Ah keceplosan lagi" pikir nya.
"Emm tapi ibunda sama ayahanda sudah izinkan" ucapnya pelan karena sebenarnya Arsya melarang Via pergi jauh-jauh saat hamil. "Jangan marah ya" ucap Via sembari memegang tangan Arsya.
"Aku enggak marah tapi aku takut jika kamu kenapa-napa" ucapnya dengan lembut.
"Sayang kamu kayak enggak tahu aja, istrimu ini sangat hebat jadi tenang saja aku pasti baik-baik saja" katanya dengan percaya diri.
"iya-iya kamu memang sangat hebat" ucapnya.
"Oh ya kenapa putri Hui seperti itu terhadapmu?" tanya Arsya.
"Itu karena dia ingin menggantikan ku di sampingmu" jawab Via.
"Gimana kalau aku jadikan istri ke dua pasti bagus" canda Arsya yang membuat mata Via langsung melebar.
"Ya sudah ah males aku sama kamu sana pergi aja cari tuh putri Hui mu" kata Via nya ngambek lalu beranjak pergi.
Arsya langsung menghentikan langkah Via."bercanda, jangan marah dong" kata Arsya.
"Aku enggak mau kalau kamu bicara tentang menduakan ku" ucap Via.
"Iya aku cuma bercanda, aku kan sudah janji jika kamu akan menjadi istri satu-satu nya" ucapnya sambil memeluk Via. "Aku sayang kamu" ucapnya mencium kening Via.
__ADS_1
Jangan lupa dukung author dengan like, komen dan vote๐