Time Travel: Yin Hua

Time Travel: Yin Hua
7. Ulang Tahun Raja Qin


__ADS_3

Satu bulan telah berlalu dan Via sudah menjadi kuat di level surgawi tingkat 5 berkat selalu berkultivasi bersama White dan White juga sudah bisa berubah menjadi manusia yang terlihat tampan. Untuk organisasinya juga sudah banyak dikenal masyarakat dan mereka sangat ditakuti karena mereka dapat beladiri dan menggunakan racun yang mengerikan dengan sangat baik.


Ya semua itu berkat Via yang mengajarinya tidak terkecuali racunnya itu, karena memang saat di dunia modernnya dia juga sering menciptakan racun racun yang matikan dan hanya dia yang mengetahui penawarnya sekarang juga Jingmi juga sudah mengetahui organisasinya dan juga dia ikut masuk kedalam organisasinya dia juga sudah dapat beladiri dan menggunakan racun.


Pagi ini semua sangat sibuk karena akan di adakan pesta ulang tahun raja Qin dan kerajaan kerajaan tetangga akan datang menghadiri pesta. Berbeda dengan via yang lainnya sibuk dia malah asyik tidur terus.


"Jie jie bangun ini sudah pagi" kata Jingmi memanggilnya dengan sebutan jie jie(kakak perempuan), ya itu karena Via yang menginginkannya dan Via juga memanggil Jingmi mei mei(adik perempuan) tapi panggilan itu jika mereka sedang berdua saja atau bersama anggota black star(nama organisasi yang Via bentuk).


"Apa sih mei mei aku masih mengantuk" jawabnya malas tanpa membuka mata.


"Apa jie jie lupa kan hari ini acara ulang tahun kaisar dan sudah mau telat nih" ucapnya.


"Ah iya aku lupa kalau gitu siapin hanfu nya dan pemandiannya ya aku mau mandi" ucapnya langsung bangun.


Beberapa menit kemudian Via pun sudah siap dengan memakai hanfu berwarna putih bercampur merah.



(seperti ini ya guys bajunya😊)


"Wah jie jie sangat cantik" ucap Jingmi kagum.


"ayo mei mei kita sudah telat nih" ucapnya.


Via dan Jingmi pun pergi ke aula kerajaan saat sampai di depan pintu masuk kasim meneriaki kedatangannya.


"PUTRI YIN HUA MEMASUKI RUANGAN" ucap kasim dengan keras.


"Apa harus teriak begitu ya kuping gue kaya mau pecah" ucap dalam hatinya sambil sedikit menggelengkan kepalanya.

__ADS_1


Didalam ruangan yang tadinya ramai tiba tiba diam setelah kasim memberitahu bahwa putri Yin Hua telah datang dan semua orang langsung melihat kearah pintu.


Masuklah Via bersama jingmi dibelakangnya saat sedang berjalan semua orang merasa kagum akan kecantikan Via karena Via sekarang sudah tidak memakai cadarnya tidak terkecuali semua pangeran pangeran dari kerajaan lain. Via yang dipandang seperti itu hanya acuh dan terus berjalan.


"Sial kenapa dia yang di perhatikan seperti itu, liat saja aku akan mempermalukan kamu di perlombaan bakat" ucap Jia Na dengan sinis melihat Via.


"Tak kusangka ternyata putri Yin Hua sangat cantik rumor memang tidak benar" kata seorang pangeran dari kerajaan Xia.


Orang-orang yang belum tahu juga berpikir seperti itu rumor memang tidak bisa selalu dianggap benar.


"Maafkan saya ayahanda karena terlambat, saya pantas dihukum" ucapnya hormat dengan sedikit membungkukkan badannya.


"Bangunlah putri kamu tidak akan zen hukum karena ini hari bahagia zen" jawabnya.


Walaupun Via sekarang saat bersama dengan ayah dan gegenya dia akan seperti anak-anak tapi jika dia didepan orang banyak akan bersikap anggun dan sopan.


"Baiklah karena semua sudah datang zen akan memulainya" ucap raja Qin.


"Akhirnya selesai juga tadi sangat membuat ku bosan" gerutu Via saat acara selesai


Via pun kembali ke kediamannya dan juga para tamu kerajaan lain juga pergi ketempat peristirahatan yang sudah diberitahukannya.


Di kediaman Mawar


Jia Na sedang sangat marah karena sekarang kaisar dan putra mahkota sangat menyayangi Yin Hua.


"Ibu bagaimana ini anak sialan itu sekarang sudah disayang sama ayahanda dan putra mahkota Yuwen" kata Jia Na mengadu dengan ibunya yang berada duduk disebelahnya.


"Tenang saja putriku ibu akan membunuhnya dengan memberi racun agar seperti ibunya itu yang kita beri racun" ucapnya " Dan kamu nanti malam permalukan dia percuma saja cantik kalau tidak punya bakat" lanjutnya.

__ADS_1


"Baik bu" jawabnya.


Mereka tidak mengetahui bahwa ada yang sedang mengawasinya.


Di kamar Via


"Ada berita apa" ucapnya pada salah satu penjaga bayangannya.


"Nona selir an bersama putri Jia Na ingin membunuh nona dengan racun dan ternyata ibunda nona dibunuh oleh mereka juga menggunakan racun kemudian putri jia na ingin mempermalukan nona di penampilan bakat nanti " jawabnya memberi semua yang dia dengar ya ternyata yang mengawasi selir An dan putri Jia Na adalah penjaga bayangan yang disuruh Via


"Baiklah kamu boleh pergi" ucapnya datar


"Baik nona" jawabnya dan langsung melesat pergi


"Tidak kusangka ternyata kalian begitu kejam lihat saja akan ku bunuh kalian berdua" dalam hati Via "dan ingin mempermalukan ku jangan harap kalian bisa" lanjutnya.


"Jie jie mereka sangat kejam bagaimana ini" kata Jingmi ya karena Jingmi tidak disuruh keluar dan Via juga sudah percaya terhadapnya jadi dia percaya kalau jingmi tidak akan mengkhianatinya.


"Tenang saja mei mei aku akan membalas dendam kepada mereka dan untuk mempermalukanku jangan harap mereka bisa" jawabnya dengan senyum sinisnya.


Melihat senyuman di nonanya seperti itu jingmi merasa kasihan kepada mereka karena jika nonanya sudah senyum seperti itu pasti sipapun tidak akan bisa kabur darinya. Nonanya sangat kejam saat menghukum orang yang jahat tapi jika sama orang yang baik nonanya malah sangat ramah dan baik.



(Jingmi)



(**White)

__ADS_1


Maaf ya kalau ada typo jangan lupa vote, like, komen 😊


Salam dari Author😁 Sehat terus guys**


__ADS_2