Time Travel: Yin Hua

Time Travel: Yin Hua
58. Masih Hidup


__ADS_3

"Keberuntungan ku karena kamu tidak mati dalam peperangan, aku dapat menyiksamu lebih kejam putri Hui" ucap Via. "Eh maksudku nona Hui" ucapnya lagi dengan candaan nya.


Ya dia adalah putri Hui yang Via datangi di dalam penjara.


"Bunuh aku saja dari pada aku harus menderita seperti ini" teriaknya.


"Membunuhmu itu mudah hanya saja aku ingin membuat mu tersiksa di sini, tidak ada yang perduli dengan mu" ucap Via kejam. "Dan kamu mau merebut nya dari ku tidak mungkin" ucapnya lagi.


"Lihat saja jika aku keluar dari sini aku akan membunuh kalian semua" ancam nya.


"Ibunda sedang apa di sini" ucap Zhou Xing yang tiba-tiba datang ke penjara sendiri.


"Xing'er kenapa ke sini, bukannya ibunda sudah menyuruhmu untuk istirahat" ucapnya terkejut melihat kedatangan anak nya.


"Maaf ibunda Xing'er tidak bermaksud datang ke sini" ucapnya dengan lembut membuat Via gemas melihatnya.


"Xing'er siapa yang memberi tahu tempat ini kepada mu?" tanya Via bingung bagaimana Zhou Xing bisa tahu tempat ini karena tempat ini tersembunyi, hanya dia, pengawalnya dan juga Arsya yang tahu. penjara ini di buat olehnya untuk menghukum para bajingan.


"Emmm, ayahanda ibunda" jawabnya. "Tapi waktu itu Xing'er di suruh nunggu di luar bersama mei-mei karena kata ayahanda di dalam sini tidak bagus" ucapnya jujur.

__ADS_1


"Apa!" terkejutnya. "Jadi Fang'er juga ikut bersamamu" ucapnya.


"Iya ibunda" katanya dengan tampang polosnya.


"Awas saja kamu ya bisa-bisa nya memberi tahu anak tempat yang tidak seharusnya tahu di umur nya yang baru 3 tahun" pikir Via yang geram dengan Arsya.


Arsya yang sedang bersama para mentri tiba-tiba merasa bulu kuduknya berdiri"Siapa yang membicarakan ku" pikirnya.


"Ibunda siapa yang di dalam kenapa tampilannya buruk sekali dan kenapa di dalam sini menjijikan" ucap nya saat melihat seseorang di balik jeruji besi.


"Emm sayang dia itu orang jahat yang mau merebut ayahanda dari ibunda dan dia juga yang membuat kakek kamu meninggal" jawabnya.


Peperangan yang terjadi ternyata adalah ulah putri Hui, dia ternyata sudah berkomplotan dengan istana tetangga. Istana tetangga sebenarnya ingin menyelamatkan putri Hui tetapi sebelum terjadi Arsya sudah membasmi dan menghancurkan istana tetangga itu karena mereka sudah berhasil membunuh ayahanda nya.


"Dia anak mereka berdua, aku tidak terima aku harus membunuh mereka" pikir putri Hui


"Lepaskan aku, aku akan membunuh mu dan anak mu itu" teriaknya.


"Hei jangan teriak-teriak" ucap Zhou Xing yang tiba-tiba dengan tatapan tajam.

__ADS_1


Via terkejut bagaimana bisa tatapan anak nya sudah begitu menakutkan. "Anak siapa dia kenapa sudah menakutkan begitu" pikir Via.


"Bagaimana bisa aku takut dengan anak kecil" pikir putri Hui.


"Ibunda kenapa kita tidak bunuh saja dia" ucapnya membuat Via tercengang.


"Emmm sayang mati sekarang itu terlalu mudah baginya,ibunda ingin menyiksanya dulu" ucap Via.


"Oh gitu" kata Xing'er dengan gemas bila bicara dengan Via.


Zhou Xing dan Fang Yin memang jika berbicara dengan orang yang baik mereka akan bersikap menggemaskan tetapi jika dengan orang yang jahat mereka akan bersikap seperti mengintimidasi.


"Sekarang kita kembali ke kamar ya di sini kotor dan bau jadi Xing'er jangan masuk-masuk ke sini tanpa ibunda atau ayahanda yang menyuruh mu" ucap Via.


"Baik ibunda, sekali lagi maaf ya ibunda lain kali Xing'er tidak akan masuk-masuk lagi tanpa ayahanda atau ibunda yang menyuruh nya" ucapnya sambil memeluk Via.


"Iya sayang, sekarang kita pergi ya" kata Via.


Putri Hui yang melihatnya hanya geram tak berdaya, dia tidak bisa berbuat apa-apa.

__ADS_1


"Iya ibunda" kata Zhou Xing.


Jangan lupa dukung author dengan like, komen, dan vote๐Ÿ‘


__ADS_2