Time Travel: Yin Hua

Time Travel: Yin Hua
59. Fang Yin Sakit


__ADS_3

Malam harinya di saat Via sedang tertidur Arsya masuk dan langsung mencium kening Via.


Via terbangun dan langsung memandang suaminya yang terpancarkan rasa lelah di wajahnya.


"Kamu kelihatan lelah sekali, mau aku pijatin" ucap Via bangun.


"Bener mau pijitin." ucapnya pelan sambil mendekat kearah Via.


"Iya" kata Via.


"Tapi yang di bawah gimana" kata Arsya dengan mesumnya.


"Kamu" kata Via merona.


"Kenapa bukannya kamu suka" ucap Arsya mendekatkan wajahnya ke Via.


"Siapa yang suka"ucap Via dengan memalingkan wajahnya ke samping.


Arsya mendorong Via hingga terjatuh di ranjangnya dengan posisi Arsya di atas Via dia bawah. Arsya tanpa persetujuan Via dia langsung memulai aksinya. Via hanya mengerang keenakan.


Untuk anak-anak nya mereka sudah tidak lagi tidur bersama Arsya dan Via, mereka berdua sudah di beri kediaman nya sendiri, jadi tidak ada yang mengganggu kebersamaan Arsya dan Via malam ini.


"Nikmatilah sayang" bisik Arsya.


Keesokan harinya Arsya sudah terbangun dari tidurnya sedangkan Via masih setia terbaring di ranjang yang nyamannya.


Beberapa saat kemudian Via membuka matanya dan merasakan pegal di seluruh tubuhnya.


"Badanku pegal semua" ucap Via.


"Pagi sayang" kata Arsya sembari mencium kening Via.

__ADS_1


"Kenapa" ucap Arsya.


"Ini semua gara-gara kamu badanku sakit semua" jawab Via.


"Tapi kamu menikmatinya kan" ucapnya mendekatkan wajahnya.


"Jingmi" panggil Via yang membuat Arsya langsung berdiri dan bersikap wibawa.


"iya ratu" ucapnya dengan panggilan ratu karena Via memang sudah menjadi ratu istana kegelapan.


"Siapkan air aku mau mandi" ucap nya.


Selesai mandi dan berdandan Via dan Arsya pergi ke ruang makan untuk makan bersama.


"Salam ayahanda. Salam ibunda" ucap anak-anak nya yang baru datang untuk makan pagi.


"Fang'er ada apa dengan mu" tanya Via yang melihat anaknya berwajah pucat.


Semua sentak terkejut "Fang'er bangunlah" ucap Arsya sembari mengangkat nya untuk di bawa ke kamar.


Di dalam kamar Via memeriksa keadaan anak nya dan ternyata Fang Yin terkena demam biasa.


"Gimana Fang'er?" tanya ibu suri dengan raut wajah yang khawatir.


"Tenang ibunda Fang'er hanya demam biasa mungkin dia kelelahan bermain hingga dia menjadi demam" kata Via lembut.


Via sebenar nya juga merasa khawatir jika terjadi sesuatu dengan anaknya tapi untung saja hanya demam biasa.


"Jingmi" panggil Via.


Jingmi yang di panggil pun langsung mendekat. "Kamu buatkan obat penurun panas" ucap Via.

__ADS_1


"Baik yang mulia" jawabnya yang tanpa ragu tidak menanyakan bagaimana membuatnya karena memang Jingmi sudah Via ajarkan bagaimana merebus obat-obat tan untuk penyakit yang mudah di tangani seperti demam,flu dan sebagainya.


"Ibunda apakah mei-mei tidak kenapa-napa" tanya Zhou Xing khawatir.


"Tenang Xing'er adik kamu hanya demam biasa" jawab Via.


Arsya juga merasa lega karena dia takut jika anak kesayangannya terjadi sesuatu yang buruk.


"Yang mulia ini obatnya" ucap Jingmi yang sudah selesai menyeduh obatnya.


Fang Yin juga mulai membuka matanya dia merasa pusing di kepalanya.


"Ibunda, ayahanda kepala Fang'er pusing" ucapnya pelan.


"Iya ibunda tahu. Sekarang minum dulu obat nya" ucap Via dengan membantu Fang Yin meminum obatnya.


"Tapi ini tidak enak ibunda" ucapnya menolak.


"Fang'er ayo minum supaya cepat sembuh" ucap ibu suri.


"Bener itu, mei-mei ayo di minum" kata Xing'er.


"Tapi"


"Fang'er mau nurut tidak sama ibunda" ucap Arsya dengan wajah seriusnya yang membuat Fang Yin takut.


"Ayo sayang ini bukan racun ini obat agar Fang'er cepat sembuh" ucap Via. "Fang'er tidak mau kan ayahanda marah" imbuhnya.


"Baik ibunda" ucapnya yang kemudian meminum obat.


Maaf banget ya lama up nya karena author lagi bingung dengan jalan ceritanya. Mungkin ceritanya kurang menarik jadi yang masih setia membaca aku sangat berterimakasih sekali.

__ADS_1


Jangan lupa selalu dukung author dengan like, komen, dan vote๐Ÿ‘


__ADS_2