
Beberapa hari kemudian Fang Yin sudah sembuh dari demamnya, sekarang dia sedang bermain bersama kakaknya.
"Gege lihatlah kucing ini sangat menggemaskan" ucap Fang Yin yang sedang asik bermain dengan seekor kucing.
"Kucing, ya ampun nona itu anak harimau bagaimana bisa nona kecil bilang itu kucing" pikir para pelayan dan prajurit yang menjaga mereka dengan ngeri.
Harimau itu atau yang Fang Yin sebut kucing merupakan pemberian Via untuk menjadi mainan anaknya karena Fang Yin memaksa meminta kucing tersebut. Via awalnya tidak ingin memberikannya karena Fang Yin masih kecil tapi setelah melihat harimau kecil itu terlihat menyukainya jadi Via terpaksa memberikannya untuk di jadikan mainan. Ada rasa takut karena itu harimau bukan kucing.
"Mei-mei hati-hati itu harimau bukan kucing" ucap zhou Xing yang khawatir jika terjadi sesuatu dengan adiknya itu.
"Ini kucing gege bukan harimau, lihatlah dia sangat imut" ucap Fang Yin sambil membelai bulu harimau nya.
"Ya sudah lah terserah mei-mei saja" ucap Xing'er pasrah dengan ucapan adiknya itu.
Arsya dan Via datang melihat mereka yang sedang asik bermain, di pandangnya dengan senyum mengembang melihat kedua anaknya sangat bahagia bermain.
"Lihatlah mereka sangat senang" ucap Arsya.
"Iya! tapi lihatlah putramu selalu saja memegang buku di tangannya" kata Via.
"Biarkan dia menjadi pintar dan meneruskan tahta ini kepada nya" kata Arsya.
"Tapi kan dia masih kecil, biarkanlah bermain seperti yang lainnya" ucap Via.
__ADS_1
"Sayang" ucapnya.
"Hmm" kata Via yang matanya tidak lepas memandang putrinya yang sedang bermain bersama harimau.
"Kenapa kamu memberikan harimau itu kepada putri kita, kalau sampai putri kita di sakiti nya gimana" tanya Arsya.
"Awalnya aku juga tidak mau memberikannya tapi putri kita memaksa dan harimau juga kelihatan suka dengannya" jawabnya santai. "Biarkan dia jadi hewan kontrak putri kita, karena aku yakin harimau itu besarnya akan menjadi hewan yang tak tertandingi" serunya lagi.
Mereka berdua pun berjalan mendekat kearah Fang Yin dan Zhou Xing.
"Salam ayahanda, salam ibunda" ucap Zhou Xing yang melihat kedua orang tuanya datang.
"Fang'er" panggil Via yang melihat jika putrinya masih asik bermain dan tidak melihat kedatangan orang tua nya.
"Ibunda, ayahanda lihatlah kucing nya sangat lucu" ucap Fang Yin dengan semangatnya.
Arsya yang mendengar kata-kata kucing memutar bola matanya melihat Via, sedangkan yang di tatap hanya senyum-senyum melihat kelakuan anak nya.
"Fang'er dengarkan ayahanda, ini bukan kucing tapi harimau! mengerti" ucap Arsya sembari membelai kepala putrinya.
"Sudah saya beritahu ayahanda tapi mei-mei sangat keras kepala selalu bilang jika itu kucing" ucap Zhou Xing.
"Tapi ayahanda ini seperti kucing, lihatlah sangat imut dan bulunya halus" ucap nya tetap dengan pendirian nya jika itu kucing.
__ADS_1
"Iya-iya, sekarang masuk dan makan dulu ya ini sudah siang" ucap Via.
"Baik ibunda" jawab mereka serempak.
"Jingmi pergi temani mereka" ucap Via.
"Baik yang mulia" jawab nya.
"Kalian boleh pergi" kata Arsya kepada dayang-dayang yang di dekat mereka.
Arsya ingin mengobrol dengan Via! hanya berdua.
"Sayang biarkan saja putri kita mau menyebutnya kucing atau apalah itu yang penting dia senang" kata Via.
"Tapi.." belum sempat bicara, Via sudah memotong pembicaraan nya. "Dia akan tahu jika sudah dewasa jadi biarkan saja" ucap Via.
Mereka duduk berdua sembari meregangkan otot-otot yang lelah.
"Gimana acara tahunannya?" tanya Via.
"Kita akan mengadakan perburuan" jawabnya.
Jangan lupa dukung author dengan like, komen dan vote๐
__ADS_1