
Tiba lah hari dimana perjamuan untuk melihat bunga diadakan. Permaisuri Niulen mengundang para putri kerajaan lain untuk menghadiri perjamuan.
Acara pun di mulai semua putri sedang duduk menunggu permaisuri Niulen datang. Beberapa saat kemudian permaisuri Niulen datang dengan Via dan putri Xiang di sebelahnya.
Walaupun Via sedang hamil besar dia tetap kelihatan sangat cantik membuat semua putri terpukau kepadanya. Berbeda dengan putri dari kerajaan Hyma dan putri kerajaan Jingga yang terkejut karena mereka orang yang di temui di pasar itu.
"Itu bukannya orang yang kutemui di pasar, jadi mereka adalah putri Yin hua istri yang mulia Zhou lan dan putri Xiang anak permaisuri Niulen" pikir putri Dima dalam hatinya.
Sedangkan putri dari istana Jingga sangat ketakutan.
"Bagaimana ini" pikir nya.
Sebelum memasuki acara inti yaitu melihat bunga prem yang bermekaran dengan indah permaisuri ingin melihat bakat para putri. Permaisuri Niulen sekalian akan mencarikan calon istri buat putra nya yang ke dua karena pangeran Aming selalu pergi membuat permaisuri Niulen khawatir dengan pasangannya.
"Silahkan yang ingin menampilkan bakatnya. Untuk penampilan yang membuat permaisuri terpukau akan diberikan hadiah" ucap kasim yang berdiri di sebelah permaisuri Niulen.
Mereka pun mulai menampilkan bakatnya. Ketika putri dari istana Jingga ingin menampilkan bakatnya Via dan putri Xiang menatapnya dengan tidak suka.
"Saya putri Jing dari istana Jingga akan menampilkan tarian pedang, semoga permaisuri menikmatinya" ucapnya.
Dia pun mulai menarikannya tetapi di tengah tariannya pedang yang dia gunakan terlempar dan hampir mengenai Via. Kejadian itu membuat semua terkejut termasuk permaisuri Niulen yang di dekatnya.
Putri Jing langsung ketakutan karena dia memang tidak sengaja melakukannya karena saat dia melirik ke arah Via, dia langsung menatapnya dengan tajam membuat putri Jing takut dan dengan langsungnya melempar pedangnya itu. Pedang tersebut terlempar karena saat bagian tarian menghempaskan pedang dia tidak memegangnya dengan benar dan dia takut saat melihat Via dengan tatapan yang sangat seram.
"Apa yang kamu lakukan" ucap permaisuri Niulen marah.
__ADS_1
"Maaf permaisuri saya benar-benar tidak sengaja" ucapnya ketakutan.
Via yang hampir kena pedang hanya diam memandang putri Jing dengan tajam.
"Putri tidak apa-apa?" tanya Jingmi
"Kakak ipar tidak apa-apa" kata putri Xiang khawatir.
"Tidak apa-apa tenang saja" jawabnya.
"Apa yang kamu lakukan apa kamu mau balas dendam atas apa yang terjadi di pasar" ucap putri Xiang.
"Kamu tidak apa-apa sayang" tanya permaisuri.
"Tidak apa-apa bunda" jawabnya.
"Bagaimana ini bisa habis hidup ku ini, kenapa juga harus terlempar seperti itu" pikir putri Jing dalam hatinya.
"Maaf yang mulia, saya benar-benar tidak sengaja" ucapnya kepada Via.
"Sudah lah kamu kembali duduk, lain kali berlatihlah dengan baik menarinya jangan sampai ini terulang lagi dan membahayakan orang lain" ucapnya dengan dingin dan sedikit menyindir tentang tariannya.
Sebenarnya kalau Via tidak memikirkan perjamuan ini dia sudah menghajarnya tapi dia sangat mementingkan perjamuannya. Dia tidak ingin perjamuan yang di adakan permaisuri berantakan.
"Kalau gitu sana duduk" ucap permaisuri.
__ADS_1
Putri Jing sekarang sudah di pandang buruk oleh permaisuri Niulen jadi dia sangat tidak cocok untuk di jadikan istri pangeran Aming.
Selanjutnya mereka pun bergiliran menampilkan bakatnya ada yang menari, memainkan alat musik dan sebagainya. Terakhir yang akan menampilkan bakatnya yaitu putri Dima.
"Saya putri Dima dari istana Hyma. Saya akan menampilkan sebuah tarian yang berasal dari istana Hyma" ucapnya dengan lembut.
Permaisuri sedikit merasa tertarik dengannya, dia mungkin akan menjadi kandidat yang cocok dengan pangeran Aming.
Sebelum mulai menari putri Dima sedikit melirik ke arah Via dan dia senang karena Via memberikan senyuman kepadanya.
Putri Dima pun menampilkan tariannya, semua yang melihat merasa kagum terhadapnya karena dia menarikan begitu indah dan anggun. Permaisuri yang melihatnya pun langsung terkesima.
"Terimakasih" ucap putri Dima selesai menampilkan tariannya.
"Bagus bagus bagus, tarian putri Dima sungguh indah dan anggun. Saya akan memberikan jepit rambut ini sebagai hadiah karena tarian putri yang sangat indah dan membuat saya senang" ucap permaisuri Niulen.
Putri Dima pun mendapatkan hadiahnya.
"Terimakasih yang mulia" ucapnya.
"Saya juga akan memberikan hadian untuk nya, sebuah kain yang terbuat dari sutra" kata Via.
Semua putri menjadi iri karena mereka tidak mendapatkan hadiah dari Via, tidak terkecuali putri Jing yang juga iri dan kesal karena dia tidak mendapatkan hadiah dari Via maupun permaisuri.
"Terimakasih putri" ucap putri Dima dengan senang.
__ADS_1
Jangan lupa dukung author dengan like,komen,dan vote๐