
Malam harinya pelakor bertemu dengan putri Hui secara diam-diam. Via sudah tahu jika itu akan terjadi dan juga dia sudah menyuruh pengawal pribadinya untuk mengikuti setiap gerak geriknya.
Pelakor ternyata menemui putri Hui di kamarnya , dia masuk dengan waspada takut ada yang melihatnya.
"Gimana ada yang mau kamu laporkan" ucap putri Hui.
"Saya ingin memberitahu jika putri Yin Hua pada acara ulang tahun nanti dia akan memberikan hadiah rajutan tangannya kepada yang mulia Zhou Lan" lapornya.
Pelakor melaporkan itu karena saat putri Hui datang menemui Via mereka sudah selesai membicarakan soal hadiahnya dan juga memang putri Hui tidak tagu apa yang akan di berikan Via ke pada Arsya.
"Aku tidak akan membiarkan ini, aku harus menghancurkan hasilnya nanti agar yang mulia lebih menyukai hadiah dari ku" pikir putri Hui. "Kalau gitu aku kasih tugas untuk mu hancurkan hasil nya nanti jika kamu gagal keluarga mu akan aku habisi" Ucapnya sambil mengancam.
"Baik putri" jawabnya dengan takut karena jika dia gagal kelurganya dalam bahaya.
Pelakor pun kembali ke tempatnya dan pengawal Via melaporkan yang dia dengar.
"Begitulah tuan" kata pengawal nya menjelaskan informasi nya.
"Baiklah kamu boleh pergi dan selalu awasi terus" ucap Via.
"Baik tuan" ucap nya lalu menghilang.
"Kamu mau main-main sama aku hah jangan mimpi" ucap Via sendiri.
__ADS_1
Karena acara ulang tahun nya sekitar lima bulan lagi jadi masih ada waktu untuk membuat hadiahnya. Pagi hari Via berencana akan ke pasar membeli bahan - bahan untuk menyulam sebuah jubah. Sebenarnya dia menyuruh Jingmi untuk membelikannya tapi setelah dipikir-pikir lebih baik beli sendiri saja.
Di dalam kamar Via sudah bersiap-siap untuk ke pasar sedangkan Arsya masih rapat dengan raja Zou dan para mentri.
Arsya datang ke kamar setelah selesai dan melihat Via sudah bersiap-siap mau pergi.
"Kamu mau kemana?" tanya nya.
"Sayang aku pergi ke pasar ya" ucap Via.
"Mau ngapain ke sana pokoknya tidak boleh kalau ada yang perlu di beli suruh saja Jingmi yang pergi" ucap nya.
"Sebentar saja ya, kalau kamu khawatir kamu boleh suruh para pengawal untuk mengawal ku" ucap Via.
"Ada lah pokoknya sesuatu kalau saat nya tiba kamu akan tahu" jawabnya membuat penasaran.
"Baiklah tapi hati - hati ya" kata Arsya sambil mencium kening nya. "Jagoan ayahanda jagain bunda ya jangan nakal di dalam" ucapnya lagi sambil mengelus perut nya.
Via pun pergi bersama Jingmi dan para pengawal yang di suruh Arsya. Sampailah Via di pasar dan dia pun turun dari kereta nya.
"Hati-hati putri" kata Jingmi sambil membantu Via.
"Tenang Jingmi aku tidak lemah kok" kata Via.
__ADS_1
Via pun pergi menuju tempat menjual berbagai alat menyulam dan juga ke toko kain untuk membeli jubah.
"Salam putri" kata penjual toko alat menyulam. Dia tahu jika itu Via karena para rakyat nya tahu jika Via adalah istri dari Zhou Lan.
Via hanya menganggukkan kepalanya.
"Apakah ada yang bisa saya bantu" ucap penjualnya.
"Putri membutuhkan perlengkapan menyulam, kamu siapkan dengan lengkap" ucap pemimpin pengawal yang mengawal Via.
"Baik tunggu sebentar putri" katanya lalu pergi menyiapkan yang di sebutkan tadi.
Beberapa saat kemudian "ini putri" kata penjual itu.
"Jingmi berikan uangnya" kata Via.
Jingmi pun memberikan uang nya lalu mereka pergi. Via menuju penjual kain untuk memilih sebuah jubah yang bagus untuk Arsya.
Selesai mendapatkan semuanya Via pun kembali ke istana kegelapan.
Maaf ya jika ada typo, jangan lupa untuk vote,like dan komen😁
Salam dari author❤️ maaf jika up date nya lama🙏
__ADS_1