Time Travel: Yin Hua

Time Travel: Yin Hua
19. Keluarga


__ADS_3

Semua sudah kembali ke penginapannya. Untuk Via, raja Qin dan putra mahkota Yuwen sedang berada di ruangan raja Wang.


"Yang mulia ada apa ini bisa dijelaskan maksudnya" kata raja Qin.


"Panggil saja ayah" ucap raja Wang.


" Sebenarnya istrimu putri Yin adalah anak ku dia pergi dari istana karena tidak diperbolehkan oleh saya pergi berpetualang hingga akhirnya dia kabur" kata raja Wang.


"Jadi istri saya adalah keturunan istana langit, bagaimana bisa" kara raja Qin.


"Benar adik ipar dia adalah keturunan istana langit dan saya putri Yan kembaran putri Yin" ucap putri Yan.


"Benar kalian terlihat mirip sekali, dan juga memang permaisuri Yin tidak pernah bercerita tentang keluarganya, tidak tahu apa alasannya dan juga saya memang menemukan permaisuri Yin saat kami sedang berburu dan mendapatkan permaisuri Yin sedang terluka jadi aku membantunya dan lama kelamaan kami jatuh cinta dan akhirnya menikah" kata raja Qin.


"Mungkin putri Yin ingin kamu menerima dia apa adanya, dia tidak mau jika kamu mencintainya karena dia keturunan istana langit" kata putri Yan.


"Benar, mungkin seperti itu" kata raja Qin.


"Lalu gimana dengan kamu cucuku kenapa kamu bisa tahu kalau aku nenekmu" ucap permaisuri Xia.


"Itu sebenarnya aku tahu dari White, hewan kontrak ku. dia ada di ruang dimensi ini" Ucap Via sambil memegang kalungnya " dan kalung ini adalah pemberian ibunda" Ucapnya lagi.


" Jadi kamu mempunyai ruang dimensi" kata raja Wang.


"Benar kakek" jawabnya.

__ADS_1


"Jadi kalian adalah kakek dan nenek ku" ucap putra mahkota Yuwen yang masih sedikit bingung.


"Benar" jawab raja Wang.


Via berjalan ke arah putri Yan karena dia penasaran apakah wajah ibunya memang seperti ini juga karena memang saat Via masuk ke tubuh putri Yin Hua dia tidak pernah melihat wajahnya mungkin pernah lihat dilukisan nya tapi kan tidak terlalu jelas. Untuk pangeran chen dia sedang di tempat tidurnya.


"Benarkah wajah ibunda seperti bibi Yan" kata Via.


"Benar sayang ibunda mu memang seperti bibi yan, tapi mungkin masih cantik ibunda mu" kata putri Yan.


"Benarkah tapi bibi juga cantik" ucapnya." Bolehkah aku memeluk bibi" ucap Via.


" Boleh" ucapnya.


Via pun memeluknya, dia merasa kangen dengan ibundanya mungkin memang sekarang tubuh putri Yin Hua sudah benar benar menjadi tubuhnya, hingga dia merasa sedih.


Mendengar itu semuanya merasa sedih, bagaimana pun putri Yin Hua tidak pernah mendapatkan kasih sayang dari ibunya.


"Boleh, putri boleh panggil bibi dengan sebutan ibunda" jawab putri Yan.


"Putri juga bisa panggil paman ini dengan sebutan ayahanda" ucap pangeran Yelu.


"Benarkah, apakah ayahandaku mengizinkan" ucap Via yang langsung melihat kepada raja Qin.


"Boleh, terserah kamu aja" kata raja Qin.

__ADS_1


Via pun hanya tersenyum.


"Dan ini perkenalkan anak ibunda yang pertama pangeran Minghao kebetulan umurnya sama kayak pangeran Yuwen " kata putri yan.


"Halo gege aku putri Yin Hua" kata Via dengan imutnya.


"Halo mei mei aku pangeran Minghao" ucapnya lembut.


"Dan ini anak ibunda yang ke dua pangeran Chen" kata putri Yan sambil menggendongnya.


"Wah imut banget" ucap Via sambil mengelus pipinya yang gembul.


Mereka pun semua bercengkrama dengan senang raja Qin mengobrol bersama raja wang permaisuri Xia dan pangeran Yelu mengenai pengangkatan pangeran Yelu menjadi raja karena raja Wang sudah tua dan ingin bermain dengan cucu-cucunya.


untuk Via dia sedang bersama putri Yan dan pangeran Chen, Via mencoba menggendongnya dan untuk putra mahkota Yuwen dia sedang mengobrol dengan pangeran Minghao.


Mereka sudah semakin dekat dan sangat senang karena mereka dapat berkumpul bersama.


"Ibunda lihat lah ini kita semua sedang besama semoga ibunda senang di sana" kata Via dalam hatinya, sebenarnya sedih karena tidak ada kehadirannya tapi dia harus menerimanya.


**Maaf ya kalau ada typo jangan lupa vote, like ,dan komen😊


Salam dari author😊sehat terus guys❤️


Jangan lupa mampir ke novel kedua ku**

__ADS_1



__ADS_2