
Pagi ini Via sedang berjalan jalan didekat taman bunga dan dia pun duduk di kursi yang ada sambil menikmati pagi yang sejuk ini, Via merasa ingin kembali ke zaman modern nya dia ingin kembali syuting drama, dia kangen dengan mereka yang ada di sana tapi Via berpikir lagi, dia tidak akan bisa ke sana lagi dan juga Via sudah merasa senang hidup di zaman kuno ini karena disini juga ada Arsya yang menemaninya dan juga ada keluarga yang sekarang menyayangi nya. Saat sedang asyik menikmati pagi tanpa di ganggu oleh siapapun tiba tiba putri Lea datang.
Via hanya acuh dengan kedatangannya.
dia benar-benar sangat mengganggu suasana hati nya yang lagi tenang sungguh menjijikan melihat mukanya apalagi jika dia melihat Arsya dengan tatapan menggodanya itu, sungguh menjijikan.
Via tidak ditemani Jingmi karena dia ingin sendiri. saat putri lea sudah berada di depan Via, Via pun langsung pergi karena males menghadapi muka menjijikan itu tapi sebelum pergi putri Lea menarik tangannya.
"Jangan harap putra mahkota Zhou Lan akan selalu bersamamu, kita lihat saja aku akan merebutnya dari kamu" ucap putri Lea sambil menatap Via.
"Kamu mau merebut dia dari aku, jangan mimpi jika kamu bisa merebutnya" ucap Via sambil menatapnya.
Mendengar itu pun putri Lea kesal dan langsung mendorong Via tapi Via cepat menghindar jadi tidak kena dan Via balik mendorongnya alhasil putri Lea yang jatuh. Arsya tiba-tiba datang dan langsung menghampiri Via.
"Ada apa ini" ucap Arsya
__ADS_1
"Yang mulia putri Yin Hua mendorong saya, tolong berilah keadilan untuk saya" kata putri Lea dengan wajah memelas nya itu.
"Sayang kamu tidak apa-apa kan?" tanya Arsya yang tidak memperdulikan putri Lea yang jatuh, untuk menolongnya pun tidak ada niat bagi Arsya karena dia hanyalah kuman yang mengganggu.
"Aku enggak apa-apa" ucap Via.
"Ya sudah ayo kembali" ucapnya kemudian pergi dari situ tapi sebelum pergi baju lengan Arsya ditarik oleh putri Lea.
Merasakan baju lengannya ditarik aura membunuh keluar dari Arsya karena dia paling tidak suka di pegang sama orang lain kecuali Via dan keluarga-keluarganya.
"Lepas" ucap Arsya dingin tapi putri Lea tidak mau melepaskannya.
Arsya semakin marah bagaimana bisa dia menyebut calon istrinya jal**ng dan Via juga kesal, dia memang pengganggu.
Arsya menghempaskan tangannya dengan keras sehingga putri Lea terlempar jatuh. "Kamu menyebut calon istri saya jal**ng, kamu bisa saja aku bunuh disini sekarang juga tapi karena ini bukan istanaku aku tidak bisa leluasa membunuh seseorang. Jika kamu masih mengganggu kami jangan salahkan nyawamu hilang" ucap Arysa dengan penuh penekanan.
__ADS_1
Mendengar itu bulu kuduk nya berdiri merasa takut tapi dia tidak menyerah dia harus mendapatkan apa yang dia mau.
"Yang mulia apa bagusnya dia. Cantikan juga aku, dia itu hanya seorang jal**ng saja" ucap putri Lea yang sudah bangun
Via marah mendengar itu dan langsung menamparnya.
Plakkk
Bunyi tamparan yang begitu keras. Putri Lea langsung meringis kesakitan.
"Jal**ng kamu menyebutku, tapi kayaknya kamu yang lebih jal**ng. Apalagi kamu mengganggu hubungan orang lain dan jangan harap jika kamu mau mendapatkannya" ucap via marah sambil memegang pipinya kasar
"Ayo pergi" ucap Arsya
Via dan Arsya pun pergi meninggalkan nya. Putri Lea merasa semakin marah.
__ADS_1
Maaf ya kalau ada typo, jangan lupa vote, like dan komen😁
Salam dari author😁sehat terus guys❤️