
Sudah sekitar satu bulan mereka menikah. Sekarang ini Via tinggal di istana kegelapan karena Arsya harus membantu ayahandanya mengurus istana kegelapan.
Pagi hari ketika Via terbangun dari tidurnya dia melihat seorang pelayan yang belum pernah dia temui sebelumnya.
"Kamu siapa ya" kata Via kepada pelayan itu.
"Saya Pelakor putri" jawabnya membuat Via bingung kenapa namanya Pelakor.
"Kamu pelayan baru" ucapnya.
"Iya putri yang mulia Zhou Lan yang membawa saya kesini sebagai pelayan putri" jawabnya
"Ya sudah siapkan air saya mau mandi" ucap nya.
"Baik putri" jawabnya.
Setelah mandi Via pun merias dirinya bersama Jingmi sedangkan pelayan baru itu di suruh menunggu di luar karena Via merasa ada yang aneh dengan pelayan itu.
Arsya pun masuk dan menyuruh Jingmi keluar.
"Kenapa kamu menyuruh pelayan itu melayani ku" kata Via
"Memangnya kenapa apa dia membuat masalah sama kamu" kata Arsya sambil memeluknya dari belakang.
"Enggak tapi dia seperti kurang baik dan seperti dia memiliki tujuan lain" ucap nya. " Sebenarnya kamu menemukan dia dimana" ucapnya lagi.
"Aku mendapatkannya di pasar dia memaksaku untuk menerimanya menjadi pelayanmu katanya dia sangat membutuhkan uang untuk mengobati ibunya" jawab nya.
"Tapi kamu tidak lihat-lihat jika mau memilih orang dan kamu juga tidak memberi tahu ku terlebih dulu" kata Via kesal.
"Iya-iya aku minta maaf dan jika kamu tidak suka aku akan mengusirnya" kata Arsya.
"Sudahlah biarkan saja aku mau lihat dia mau ngapain kesini" ucap nya.
Arsya dan Via pun pergi ke meja makan karena mereka akan makan pagi bersama. Selesai makan mereka masih asyik mengobrol.
__ADS_1
Saat sedang mengobrol seseorang datang menghampiri mereka.
"Salam ayahanda" ucap nya.
Putri Xiang yang melihatnya langsung memeluknya
"Gege akhirnya pulang, Xiang sangat merindukan gege" ucap nya yang memang dia adalah pangeran Aming adak kedua dari permaisuri Niulen.
"Iya gege juga merindukan mu" ucapnya.
Via yang melihatnya bingung karena dia belum tahu jika permaisuri Niulen masih memiliki anak lagi.
"Kemana saja kamu selama ini Ming'er?" tanya raja Zou.
"Ke kerajaan tetangga ayahanda" jawabnya.
"Kamu pergi berkelana terus kapan kamu akan diam tinggal di istana" ucapnya.
"Maaf ayahanda tapi ini sudah menjadi kesenanganku pergi berkelana mencari hal yang baru" ucapnya.
"Salam kakak ipar saya pangeran Aming, maaf sebelumnya tidak menghadiri pernikahan kakak ipar" ucapnya.
"Iya tidak masalah" jawab Via.
Sore hari nya saat Via sedang berjalan-jalan di taman dia tiba-tiba merasa pusing dan agak mual.
"Kenapa pusing banget" kata Via dalam hatinya sembari memegangi kepalanya.
Beberapa detik kemudian Via pun pingsan membuat Jingmi dan dua pelayan lainnya panik sedangkan Pelakor hanya diam saja tidak ada rasa khawatir atau panik sedikitpun.
"Putri" teriak mereka.
"Putri bangun putri" ucap Jingmi.
Arsya pun langsung datang setelah diberitahu pelayan jika Via pingsan.
__ADS_1
Arsya langsung mengendong nya dan membawa ke kamar. Di dalam kamar Via terbangun.
"Sayang kamu kenapa ada yang sakit" ucapnya khawatir. "Mana tabib cepat panggil" teriak Arsya kepada para penjaga.
"Aku tidak apa-apa cuma pusing aja" ucap Via.
Tabib pun datang "Salam yang mulia" ucapnya.
"Cepat kamu periksa keadaannya" ucap Arsya.
Tabib itu pun memeriksanya.
"Yang mulia selamat tuan putri sedang hamil" kata tabib itu.
Arsya yang mendengar itu langsung senang apalagi Via dia juga sangat senang karena sebentar lagi dia akan menjadi seorang ibu.
"Kalau gitu saya permisi untuk menyiapkan obat yang mulia" ucap tabibnya.
"Silahkan" jawab Arsya.
Malam harinya.
"Sayang akhirnya aku akan menjadi seorang ayah" ucap Arsya.
"Iya aku juga senang" ucapnya.
"Mulai sekarang kamu tidak diperbolehkan terlalu capek apa lagi sampai belajar pedang dan yang lainnya" kata Arsya.
"Iya" jawabnya
Malam itu pun dipenuhi kebahagiaan diantara mereka.
Maaf ya kalau ada typo jangan lupa vote,like, dan komen😊
Salam dari author😉 sehat selalu guys❤️
__ADS_1