
Sudah lebih dari satu bulan dari acara pernikahan dan pertunangannya itu. Besok mereka semua berencana akan pergi ke istana langit untuk menghadiri acara pengangkatan raja baru. Semua barang telah dipersiapkan tinggal menunggu besok untuk berangkat.
Untuk Arsya dia akan berangkat bersama Via, dan akan bersama keluarganya saat sudah sampai di sana.
Pagi ini Via sedang berada di hutan kegelapan untuk melihat perkembangan dari organisasi black star nya dan sekarang white juga sudah bertambah kuat dan bertambah tampan, rencananya Via ingin white menjadi manusia dan menjadi pengawalnya tapi dia harus bertanya dulu kepada Arsya karena takutnya dia akan cemburu, apalagi white terlihat tampan dan keren saat berubah menjadi manusia. White juga sudah setuju jika dia menjadi pengawal Via, karena dia senang bisa selalu menjadi manusia dan dapat melihat wanita-wanita cantik.
Via masuk ke dalam istananya untuk menemui arsya yang sedang tidur, untuk white dia sedang di luar bersama para prajurit yang sedang berlatih.
Masuklah Via kedalam kamar kemudian ikut berbaring di sampingnya. Via memegang pipi Arsya dengan lembut. Merasakan itu Arsya membuka matanya dan langsung memberikan senyuman yang manisnya itu sambil memegang tangan Via yang berada di pipinya.
"Yank" ucap Via.
"Apa" jawabnya.
"Bisa enggak white menjadi pengawal ku, tapi dalam bentuk manusia" ucap Via.
"Terserah kamu saja, tapi ingat jangan sampai dia menyentuh kamu" jawabnya dengan sedikit peringatan.
"Iya tenang saja" ucap via. "Yank" katanya lagi.
__ADS_1
"Hemm" jawabnya.
"Kamu besok berangkat nya kok enggak sama keluarga kamu, malah berangkat sama aku" tanya Via.
"Kenapa, kamu enggak suka aku berangkat sama kamu" ucapnya.
"Bukannya begitu, aku suka tapi.." kata Via yang tidak melanjutkan bicaranya.
"Tenang saja, ayahanda sama ibunda juga tidak mempermasalahkannya jadi kamu tidak usah khawatirkan itu dan lagi pula sesampainya aku di sana aku akan bersama mereka" jawab Arsya.
"Oh gitu, ya sudah aku mau keluar dulu" kata Via.
"Kenapa" tanya Via sambil menatap mata Arsya.
"Disini aja, temani aku tidur" kata Arsya sambil membaringkan Via dan memeluk nya.
Via pun hanya diam. Merasa nyaman Via akhirnya ikut tertidur.
Keesokan harinya semua sudah bersiap dan tinggal berangkat. Di depan gerbang semua sudah berkumpul hanya tertinggal satu lagi yang belum ada, siapa lagi kalau bukan Via. Dia seperti biasa selalu telat bangun.
__ADS_1
Saat putri Yiran ingin menjemputnya Via sudah datang duluan.
"Maaf Ayahanda saya telat" kata Via.
Raja Qin hanya mengangguk "Baiklah karena sudah berkumpul semua kita akan langsung pergi saja" katanya.
Mereka pun pergi. Via berada di kereta bersama Arsya, putra mahkota Yuwen di kereta bersama putri Yiran dan raja Qin hanya sendiri di dalam kereta. Untuk ibunda putri Yiran, dia tidak ikut karena merasa kurang sehat. Sebenarnya putri Yiran ingin menjaga ibundanya tapi jika dipikir - pikir itu akan membuat putra mahkota yuwen malu jika datang sendiri dan juga ibunda putri Yiran menolak jika putri Yiran menjaganya dan lagi pula masih banyak pelayan yang dapat menjaganya.
Di dalam kereta putra mahkota Yuwen, putri Yiran sedikit khawatir.
"Ada apa kenapa terlihat begitu khawatir" tanya Yuwen.
"Aku khawatir dengan keadaan ibunda " jawab putri Yiran.
"Jangan khawatir ibunda pasti baik-baik saja dan juga sudah ada banyak pelayan yang menjaganya" kata Yuwen sambil memegang tangan putri Yiran.
Maaf ya kalau ada typo, jangan lupa vote,like,dan komen😁
Salam dari author😊sehat selalu guys❤️
__ADS_1