
Hari ini Arsya kembali ke kerajaan nya untuk mempersiapkan pertunangan nya dan juga dia sudah memberi tahu raja Qin bagaimana pertunangannya di samakan dengan pernikahan putra mahkota Yuwen. Raja Qin pun tidak mempermasalahkan nya. Untuk pengangkatan raja baru di istana langit akan diadakan setelah acara di kerajaan Qin.
Acara pernikahan akan di adakan pada hari kamis depan karena itu merupakan hari yang bagus dan juga sudah di perhitungkan dengan baik.
Setelah Arsya pergi, Via pergi ke taman bersama Jingmi untuk berlatih pedang. Via ingin meluapkan sedikit kesedihannya karena Arsya pergi. Padahal Arsya pergi untuk meyiapkan pertunangannya tapi dia terlihat sedikit sedih.
Entang mengapa semenjak dia berpindah dimemsi dia menjadi wanita yang terlalu lembut hatinya apa lagi saat mengetahui Arsya juga bersama nya dia jadi lebih lemah lembut dan tidak ingin pergi jauh - jauh dari Arsya.
Sring sring sring
Bunyi pedang yang sedang beradu sama lain. Merasa sudah lelah mereka berdua pun merebahkan badannya di rumput yang hijau.
"Kemampuan nona sungguh bertambah hebat" ucap Jingmi.
"Kamu juga Jingmi" jawabnya.
Via kemudian bangkit dan langsung membersihkan diri karena dia akan ke tempat ibunda putri Yiran untuk memeriksa keadaannya.
Sampailah Via di kamarnya.
"Bagaimana keadaan bibi kakak ipar" tanya Via.
__ADS_1
"Seperti biasa belum ada perubahan nya" jawab putri Yiran yang memang sedang menjaga ibunda nya.
"Sini biar aku cek keadaan nya" ucap Via.
Via pun langsung mengecek keadaan nya dan betapa terkejutnya ternyata ibunda putri Yiran sudah diracuni dan racun tersebut sangat mematikan jika langsung di berikan banyak tetapi jika sedikit sedikit maka akan memperlambat efeknya dan itu lebih menyakitkan. Via memberitahu keadaan nya kepada putri Yiran dan putri Yiran merasa sedih mungkin ini semua perbuatan dari permaisuri ayahnya itu pikirnya.
"Kakak ipar tenang saja aku pasti akan menyembuhkan nya" ucap Via.
"Terimakasih, aku senang masih ada orang yang baik seperti kamu dan keluargamu" kata putri Yiran sambil memeluknya.
Untuk ibunda putri Yiran dia sedang tertidur karena memang sudah mulai memburuk kesehatannya jika tidak cepat - cepat di obati bisa saja nyawanya tidak tertolong.
"Iya aku juga senang gege ku akan menikah dengan kakak ipar yang baik dan cantik" ucap nya dalam pelukan.
Keesokan harinya Via pergi ke hutan kegelapan untuk melihat semua anak buahnya dan juga dia akan meracik obat untuk ibunda putri Yiran di istana ARVI.
Sampailah Via di hutan kegelapan dan dia langsung disambut oleh semua anak buah nya.
"Salam nona" ucap ketua dari mereka dan dianggukkan oleh Via.
"Bagaimana semuanya apa ada masalah?" tanya Via.
__ADS_1
"Untuk sementara ini semua aman nona" jawab nya.
"Baiklah, aku mau meracik obat tolong jangan ada siapa pun yang mengganggu" ucap Via.
"Baik nona" jawabnya.
"Jingmi kamu bersama mereka ya" ucap Via yang memang Jingmi juga ikut.
"Baik nona" jawab Jingmi.
Via pun masuk kedalam istana dan juga langsung masuk ke ruang dimensinya yang kebetulan memang sudah lama tidak bertemu dengan white.
"White dimana kamu" cari Via.
Via terus mencari nya, saat di dekat air terjun ternyata white sedang berkultuvasi jadi Via pergi karena tidak ingin mengganggunya.
Via meracik obat di ruang dimensinya itu. Setelah beberapa saat akhirnya obat yang diraciknya telah selesai dan Via ingin tidur karena memang sangat menguras tenaga.
Maaf ya kalau ada typo,jangan lupa vote, like, dan komen😁
Salam dari autor😁 sehat selalu guys❤️
__ADS_1
Maaf juga ya autor baru up date soalnya otak autor lagi tidak lancar buat ceritanya😁🙏